Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN GERAKAN SEKOLAH MENYENANGKAN (GSM) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ECOLITERACY SISWA Hijrah Saputra; Zakaria Zakaria; Sri Murtiningsih
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2023): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v6i1.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) untuk meningkatkan kemampuan ecoliteracy siswa MI Al-Husna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian lapangan yang data-datanya dinyatakan dalam bentuk kata atau kalimat dan metode penelitian ini bersifat deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemahaman ecoliteracy setelah diterapkannya Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di MI Al-Husna terlihat dari kebersihan di sekolah sudah sangat bersih. Siswa sudah memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan ketika jam istirahat. Selain itu, siswa sudah memiliki kesadaran untuk menanam pohon. Dalam penerapan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dalam meningkatkan kemampuan ecoliteracy di MI Al-Husna terdapat hal pendukung, yaitu: adanya kerjasama antara pihak sekolah, orang tua dan siswa dalam berkontribusi untuk melakukan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), guru-guru yang mumpuni dalam penerapan ecoliteracy, semangat guru dalam membangun ecoliteracy siswa, media untuk pembelajaran mudah dicari dan lingkungan belajar yang mendukung seperti lingkungan yang bersih, sejuk dan menyenangkan. Di samping itu juga terdapat kendala yang dihadapi, yaitu masih terdapat beberapa wali murid yang belum menyadari tugasnya dalam mensukseskan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dan masih terdapat usia siswa yang masih sangat terbilang rendah, yang belum memiliki pemahaman seperti usia kelas tinggi..
Strategi Komunikasi Konselor dengan Pecandu Narkoba dalam Rehabilitasi Rawat Jalan : Studi Pada Bandan Narkotika Nasional Kabupaten Gayo Lues Ayna Mardiah; Sabirin Sabirin; Hijrah Saputra
Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug abuse is a serious problem in society, especially in Gayo Lues, which not only harms individual users but also has a negative impact on the social environment. The National Narcotics Agency of Gayo Lues Regency (BNNK) is present as an institution that provides Outpatient services for people who are caught in drug abuse. The objective in this study is how the communication strategy of counselors with clients in outpatient assistance at the National Narcotics Agency of Gayo Lues Regency. This study uses a qualitative descriptive research type. This study focuses on interpersonal communication strategies. The results of the study revealed that the effectiveness of communication between counselors and drug addicts in outpatient rehabilitation at the National Narcotics Agency of Gayo Lues Regency is influenced by interpersonal communication strategies from a humanistic perspective which include openness, supportive attitudes, positive attitudes, and empathy.
ADAPTASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGHADAPI BANJIR ROB DI WILAYAH PESISIR LAMONGAN Rifda Izzatun Nada; Hijrah Saputra; Hariyono Hariyono
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i1.2779

Abstract

Abstract: Indonesia, located at the intersection of three major tectonic plates, faces a high risk of natural disasters, including tidal floods, landslides, and cyclones. Lamongan Regency, particularly Paciran and Brondong sub-districts, is a coastal area prone to tidal flooding due to rising sea levels, coastal erosion, and suboptimal water management. As an adaptation strategy, coastal communities rely on local wisdom, such as utilizing mangrove ecosystems and traditional practices. This study employs a review article method to analyze local wisdom in mitigating tidal floods. The findings show that mangrove planting and seawall construction effectively reduce flood risks. However, ecological-based mitigation remains limited, especially among low-income communities that prefer traditional strategies like building stilt houses. Integrating local wisdom into mitigation policies can enhance community resilience, with collaboration between governments, academics, and communities serving as a key success factor. Training in mangrove ecosystem management is also crucial for improving disaster preparedness. Combining local knowledge with modern technology can make disaster mitigation policies more effective in addressing the challenges of climate change and environmental degradation. Keywords: local wisdom, tidal floods, mangrove ecosystems, disaster mitigation Abstrak : Indonesia, yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, menghadapi risiko bencana tinggi, termasuk banjir rob, tanah longsor, dan angin puting beliung. Kabupaten Lamongan, khususnya Kecamatan Paciran dan Brondong, merupakan wilayah pesisir yang rentan terhadap banjir rob akibat naiknya permukaan air laut, erosi pantai, dan pengelolaan air yang kurang optimal. Sebagai bentuk adaptasi, masyarakat pesisir memanfaatkan kearifan lokal seperti ekosistem mangrove dan praktik tradisional. Penelitian ini menggunakan metode artikel review untuk menganalisis kearifan lokal dalam mitigasi banjir rob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman mangrove dan pembangunan tanggul pantai efektif mengurangi dampak banjir rob. Namun, implementasi mitigasi berbasis ekologi masih terbatas, terutama di kalangan masyarakat berpendapatan rendah yang lebih mengandalkan strategi tradisional seperti rumah panggung. Integrasi kearifan lokal dalam kebijakan mitigasi dapat meningkatkan ketahanan masyarakat, dengan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sebagai kunci keberhasilan. Pelatihan pengelolaan ekosistem mangrove juga penting untuk memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi risiko bencana. Dengan menggabungkan pengetahuan lokal dan teknologi modern, kebijakan mitigasi dapat lebih efektif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Kata kunci : kearifan lokal, banjir rob, ekosistem mangrove, mitigasi bencanaÂ