Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Tingkat Adiksi Penggunaan Gadget dengan Kecerdasan Emosional pada Anak Usia Sekolah Dasar: Correlation between Gadget Use Addiction Level and Emotional Intelligence in Elementary School-aged Children Seli Prastika Sari; Yani Handayani; Irma Herliana
Open Access Jakarta Journal of Health Sciences Vol 2 No 2 (2023): Open Acces Jakarta Journal of Health Sciences
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/oajjhs.v2i2.105

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak dapat menimbulkan kecanduan (Adiksi). Dampak negatif dari adiksi gadget yaitu dapat menghambat perkembangan emosi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat adiksi penggunaan gadget dengan kecerdasan emosional anak usia sekolah dasar. Metode: Desain pada penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling sehingga jumlah sampel pada penelitian ini adalah sejumlah 52 responden. Instrumen yang digunakan adalah smartphone addiction scale-short version (SAS-SV) dari Kwon et al (2013) dan Trait Emotional Intelligence Questionnaire-Short Form (TEIQueSF) dari Petrides (2006). Hasil: Dari hasil pengujian uji univariat didapatkan distribusi adiksi gadget kategori tinggi (63,5%) dan kecerdasan emosional rendah (57,7%). Dari hasil uji bivariat didapatkan hasil adanya hubungan tingkat adiksi penggunaan gadget dengan kecerdasan emosional anak usia sekolah dasar dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat adiksi gadget maka semakin rendah kecerdasan emosional yang dimiliki pada anak usia sekolah dasar.
Kompres Hangat Dan Aromaterapi Lavender Berpengaruh Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dismenore Primer Nur Puspa Fajriyati; Yeni Koto; Yani Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore adalah nyeri saat menstruasi, biasanya disertai kram yang berpusat di perut bagian bawah. Sifat dan tingkat rasa sakit ini dapat bervariasi, dari yang ringan sampai berat. Penyakit ini yang mengharuskan pasien untuk beristirahat selama ber jam-jam atau berhari-hari dikarenakan keadaan yang hebat sehingga melepaskan diri dari pekerjaan dan rutinitas. Salah satu alternatif pertama yaitu kompres hangat, adapun alternative kedua yaitu dengan pengunaan aromaterapi lavender. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi kompres hangat dan aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri dismenore primer pada siswi kelas XI SMA Negeri 1 Sukaresmi Cianjur Tahun 2022. Penelitian ini yaitu jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan penelitian two group comparison pretest-posttest design. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel penelian 20 responden. penelitian dari pengukuran post-test P-Value = 0,001 Uji Independent Sample T-Test Ho ditolak dan sampel mendukung adanya pengaruh yang bermakna. Terdapat pengaruh kompres hangat dan aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri dismenore primer pada siswi kelas XI SMA Negeri 1 Sukaresmi Cianjur
Hubungan Beban Kerja Dengan Gejala Low Back Pain Pada Perawat  Rawat Inap Di Mandaya Royal Hospital Puri Tanggerang 2024 Ida Royani Br Sitohang; Sri Mintasih; Yani Handayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi low back pain menurut data dari WHO (2022) menyatakan bahwa gangguan musculoskeletal di dunia berjumlah 1,71 milyar sedangkan gejala low back pain merupakan masalah kesehatan ke 3 di dunia setalah osteoatritis dan rematik, low back pain di tahun 2022 berjumlah 17,3 juta orang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan beban kerja terhadap gejala low back pain pada perawat di rawat inap Mandaya Royal Hospital Puri Tanggerang. Metode penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 responden dengan analisis pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan menggunakan uji Sperman. Hasil penelitian ini dari 97 responden terdapat penilaian tingkat beban kerja perawat rawat inap Mandaya Royal Hospital Puri Tanggerang dengan beban kerja sedang sebanyak 41 responden (42,5%). Sedangkan hasil penelitian LBP dari 97 responden tingkat LBP yang dialami perawat rawat inap di Mandaya Royal Hospital Puri Tanggerang kategori LBP sedang sebanyak 40 responden (41,2%). Berdasarkan Uji Spearman maka didapatkan hasil p-value sebesar 0,131 yang berarti nilai p-value α > 0,05 sehingga Ha ditolak yang berarti tidak terdpat hubungan antara beban kerja dan LBP pada perawat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yg bermakna antara beban kerja dengan gejala low back pain pada perawat rawat inap mandaya royal hospital puri Tanggerang. Hasil uji Spearman’s rho terdapat tidak hubungan yang  signifikan (p-value 0,05).
HUBUNGAN INDEKS MASA TUBUH DAN RIWAYAT DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RUANGAN HEMODIALISA DI RSUD KISA KOTA DEPOK TAHUN 2025 Ariska Dwi Febrianti; Susaldi Susaldi; Yani Handayani
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Maret 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v3i1.2438

Abstract

Hypoglycemia is one of the common complications in patients with end-stage chronic kidney disease undergoing hemodialysis therapy. Nutritional status, measured by Body Mass Index (BMI), and a history of Diabetes Mellitus (DM) are suspected to contribute to the occurrence of hypoglycemia. This study aimed to determine the relationship between BMI and history of DM with the incidence of hypoglycemia among hemodialysis patients at Khidmat Sehat Afiat (KiSA) Regional Public Hospital, Depok City. This study employed a quantitative method with an observational analytic design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 145 hemodialysis patients selected using a total sampling technique. Data were obtained from medical records and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the majority of hemodialysis patients were classified as obese based on BMI, while most patients did not have a history of DM. Bivariate analysis demonstrated a significant relationship between BMI and the incidence of hypoglycemia among hemodialysis patients (p value = 0.001; p < 0.05). In addition, a significant relationship was found between a history of DM and the incidence of hypoglycemia in hemodialysis patients (p value = 0.001; p < 0.05). In conclusion, BMI and history of DM are significantly associated with the incidence of hypoglycemia in hemodialysis patients. It is recommended that healthcare providers conduct appropriate screening and optimal blood glucose monitoring based on patients’ nutritional status and history of DM.