Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Status Gizi dengan Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah Dasar Nadia Karenina; Zulkarnain Zulkarnain; Herlina Dimiati; Iflan Nauval; Cut Murzalina
Sari Pediatri Vol 24, No 5 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp24.5.2023.286-93

Abstract

Latar belakang. Kualitas hidup merupakan persepsi individu mengenai berbagai hal yang dirasakan di berbagai aspek penting dalam hidupnya. Banyak faktor yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang, salah satunya adalah status gizi. Sebagai penerus bangsa, status gizi anak harus menjadi perhatian agar kualitas hidup anak yang baik dapat tercapai.Tujuan. Untuk menilai hubungan antara status gizi dengan kualitas hidup anak usia sekolah dasar di Kota Pariaman.Metode. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Sebanyak 104 anak berusia 8-12 tahun berpartisipasi dalam penelitian. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Kuesioner PedsQL digunakan untuk menilai kualitas hidup anak. Untuk menilai status gizi anak ditentukan berdasarkan IMT dari hasil pengukuran berat badan dan tinggi badan.Hasil. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (55,8%), usia 11-<12 tahun (28,8%) dengan mean usia adalah 10,13 tahun, riwayat lahir cukup bulan (74%), tinggal dengan kedua orang tua (95,2%) dan lingkar perut <25th (58,6%). Responden dengan status gizi normal didapatkan paling banyak, diikuti oleh overweight dan underweight. Sebagian besar kualitas hidup anak adalah baik di seluruh domain dengan kualitas paling baik berada pada domain fungsi fisik. Dari hasil uji Korelasi Spearman diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi berdasarkan IMT terhadap kualitas hidup anak di seluruh domain.Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kualitas hidup anak usia sekolah dasar di Kota Pariaman di seluruh domain. Hal ini tidak berarti bahwa dengan tidak memerhatikan status gizi anak maka tidak akan memengaruhi kualitas hidupnya. Hasil berbeda mungkin didapatkan tergantung faktor lain yang memengaruhi populasi.
Sport Students' Hematology Profiles as Detected By The Automatic Sysmex XP-300 at Keberkatan Olahraga Senior High School In Aceh Munadi Munadi; Desiana Desiana; Cut Murzalina
Journal of Social Research Vol. 4 No. 3 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i3.2462

Abstract

Physical activity has long been linked to modifications in hematologic profiles as the body's compensating response to the stress of physical training. Several earlier research studies have discovered that physical activity impacts red blood cells, leukocytes, and platelets, while the findings remain contentious. Monitoring an athlete's hematologic profile is critical for effective training management. The purpose of this study is to analyze the hematologic profile of young adults who attend sports-specialized schools. This cross-sectional study included 30 students (15 males and 15 females). Blood samples were collected using standard venipuncture methods and examined on an automatic Sysmex XP-300 analyzer. The analytical results revealed that all participants had mean or median values for each complete blood count (CBC) parameter and leukocyte differential count that were normal for the general population. Females showed greater mean/median values for all CBC indices except hemoglobin, hematocrit, erythrocytes, MCHC, and RDW. For ESR (erythrocyte sedimentation rate), all participants exhibited normal levels, with females having greater levels. The leukocyte differential count showed that the results for male and female patients were comparable. Sport students' hematologic profiles are normal for the overall community. However, it is critical to remember that physical activity alters the blood and its components, prompting the need for hematologic indices specific to athletes or sports students.