Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi Multiparadigma

REFLEKSI RUMAH ADAT AMMATOA DALAM AKUNTABILITAS ORGANISASI Sitti Salmah Sharon; Selmita Paranoan
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.1.04

Abstract

Abstrak: Refleksi Rumah Adat Ammatoa dalam Akuntabilitas Organisasi. Artikel ini bertujuan merefleksikan makna rumah adat Ammatoa dalam pelaksanaan akuntabilitas organisasi. Metafora rumah adat Ammatoa digunakan sebagai metode dan direfleksikan dalam bentuk akuntabiltias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah adat Ammatoa merefleksikan trilogi berakuntabilitas yang disebut Trilogi Akuntabilitas Ammatoa (TAA) yaitu akuntabilitas terhadap Tu Rie’a A’ra’na (dalam bentuk kepatuhan kepada Tuhan), akuntabilitas terhadap manusia (dalam bentuk transparansi), dan akuntabilitas terhadap alam semesta (dalam bentuk menjaga alam). Ketiga bentuk akuntabilitas ini harus terintegrasi satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Abstract: Ammatoa Traditional House Reflections on Organizational Accountability. This article aims to reflect the meaning of the Ammatoa traditional house in implementing organisational accountability. The metaphor of the Ammatoa traditional house is used as a method and is reflected in the form of accountability. The results show that the Ammatoa traditional house reflects an accountable trilogy. They are called Ammatoa Accountability Trilogy (ATT), namely accountability for Tu Rie'a A'ra'na (in the form of obedience to God), humans (in the form of transparency), and nature universe (in the form of preserving nature). These three forms must be integrated so that they become a unified whole.
MANIFESTASI SURAH AL-KAHFI PADA PRAKTIK AKUNTANSI MANAJEMEN PERKEBUNAN SYARIAH Lince Bulutoding; Sitti Salmah Sharon
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2023 - Agustus 2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2023.14.1.12

Abstract

Abstrak – Manifestasi Surah Al-Kahfi pada Praktik Akuntansi Manajemen Perkebunan SyariahTujuan Utama – Penelitian ini berupaya mengeksplorasi pandangan petani terkait akuntansi manajemen perkebunan berbasis Surah Al-Kahfi.Metode – Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan analisis metafora Surah Al-Kahfi ayat 39. Informan penelitian ini adalah konsultan, pemilik  dan pengelola perkebunan.Temuan Utama - Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima poin dalam Surah Al-Kahfi ayat 39 dan pandangan pengelola perkebunan dapat digunakan sebagai dasar konsep akuntansi manajemen syariah. Konsep tersebut meliputi nilai ketauhidan, amanah, muhasabah, qanaah, dan keberkahan. Adapun pengelolaan akuntansi perkebunan berbasis syariah bersandar kepada tanggung jawab kepada Tuhan, alam semesta, dan manusia.Implikasi Teori dan Kebijakan – Temuan penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam pengelolaan akuntansi perkebunan berbasis syariah. Selain itu, penelitian ini menyarankan negara-negara berkembang mempromosikan penelitian inovatif tentang pengelolaan perkebunan untuk memenuhi perkembangan ilmiah dan teknologi global.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini menawarkan konsep  akuntansi manajemen perkebunan syariah berbasis Surah Al-Kahfi ayat 39. Abstract – The Surah Al-Kahf Manifestation in Sharia Plantation Management Accounting PracticeMain Purpose – This study seeks to explore the views of farmers regarding plantation management accounting based on Surah Al-Kahf.Method – This study uses interviews and symbolic analysis of Surah Al-Kahf verse 39. The informants are consultants, plantation owners, and managers.Main Findings - The study shows that the five points in Surah Al-Kahf verse 39 and the views of plantation managers can be used as the basis for the concept of sharia management accounting. The concept includes the values of monotheism, trust, “muhasabah”, “qanaah”, and blessing. The management of sharia-based plantation accounting relies on responsibility to God, the universe, and humans.Theory and Practical Implications – The findings of this study can become a reference in sharia-based plantation management accounting. In addition, this study suggests developing countries promote innovative research on plantation management to meet global scientific and technological developments.Novelty – This study offers the concept of Islamic plantation management accounting based on Surah Al-Kahf verse 39.