Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Kuliner Jepang Sebagai Kreasi Inovatif UMKM Di Desa Claket Eva Amalijah; Endang Poerbowati; Muhammad Alief Reyhand
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v4i1.16560

Abstract

Kuliner Jepang banyak ditemui dimana saja terutama di kota besar yang saat ini banyak diminati masyarakat kaum milenial, namun di daerah pedesaan kuliner Jepang tersebut masih sangat sulit ditemui, dikarenakan keterbatasan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang kuliner tersebut. Zaman persaingan ekonomi saat ini, wirausahawan diharuskan berimprovisasi dalam usaha makanan yang akan dijual baik secara langsung maupun secara komersial. Sehubungan dengan masalah tersebut, pentingnya pelatihan SDM (Sumber Daya Manusia) dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang berada di desa Claket. Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, kegiatan yang diberikan berupa pengarahan dan peningkatan produksi. Kegiatan tersebut, telah menyesuaikan kebutuhan di desa Claket. Oleh karena itu, diadakan program pengabdian masyarakat oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang diselenggarakan dengan adanya kolaborasi antara PT (Perguruan Tinggi) dan DU/DI (Dunia Usaha Dunia Industri) yang salah satunya diikuti oleh Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Hasil dari kegiatan ini berupa masyarakatnya mampu menghasilkan olahan kuliner Jepang dan meningkatkan produktivitas ekonomi di desa Claket, serta warga desa mampu meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi mayarakat yang berkunjung di desa Claket, dan hasil dari pelatihan ini dapat dijadikan sebagai investasi ekonomi dari desa tersebut yang dapat menjadikan desa Claket sebagai tujuan wisata.Kata Kunci: Kuliner Jepang, Sumber Daya Manusia, Usaha Mikro Kecil Menengah, Desa
Analisis makna onomatope dalam manga “Gyakuten Saiban" karya Kenji Kuroda Agus Wahyudi; Eva Amalijah
Proceeding of Undergraduate Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2023): PROCEEDING RESEARCH ON LITERARY, LINGUISTIC, AND CULTURAL STUDIES
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/uncollcs.v2i1.2494

Abstract

The purpose of this research is to describe the types and contextual meanings of the onomatopoeias found in the comic "Gyakuten Saiban". The steps in the data collection process started from selecting a comic entitled Gyakuten Saiban, reading dialogue dialogues in the comic, collecting data by recording the onomatopoeias contained in the comic, sorting data based on the type of classification, to compiling 5 data tables according to the type of classification. The results of this research were 35 onomatopoeic words consisting of 11 giongo words imitating the sounds of inanimate objects, 2 giseigo words imitating the sounds of living things, 3 gitaigo words denoting the state of inanimate objects, 2 gijougo words denoting the state of the human heart or feelings. and 17 giyougo words which state the state or behavior of living things. The onomatopoeia that is often used is giyougo which states the state or behavior of living things.
Analisis Gaya Bahasa Senryuu dalam Anime “Senryuu Shoujo” Karya Masakuni Igarashi Jovan Dzulfikar Pranata; Eva Amalijah
Proceeding of Undergraduate Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2023): PROCEEDING RESEARCH ON LITERARY, LINGUISTIC, AND CULTURAL STUDIES
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/uncollcs.v2i1.2520

Abstract

Abstract. Language is an arbitrary system of voice symbols used by members of social groups to collaborate, communicate and identify. Style of language is part of language. Language style is the way that the author expresses their ideas in accordance with the purpose and outcome they wants to achieve. This study of the language style analyzed Masakuni Igarashi's "Senryuu Shoujo" Anime that tells of Shiroyuki Nanako who can only communicate through Senryuu. The study used descriptive analysis methods and stylistically approaches to describe the meaning of Senryuu in the Anime. From the 2 episodes that have been analyzed, 22 are collected and classified according to the language style. By performing a descriptive analysis method the results obtained are Senryuu with 4 Sinekdot, 10 Metamora, 6 Hyperbola, and 2 Simile, respectively. The linguistic style classification of this study is consistent with the theory of Seto Ken'ichi (瀬戸賢一(せとけんいち)) (Seto, 2002) Keywords: Language Style, Senryuu, Stylistic, Anime Abstrak. Bahasa adalah sistem simbol suara yang sewenang-wenang yang digunakan oleh anggota kelompok sosial untuk berkolaborasi, berkomunikasi dan mengidentifikasi. Di dalam bahasa terdapat Gaya bahasa. Gaya bahasa merupakan cara yang digunakan pengarang dalam memaparkan gagasannya sesuai dengan tujuan dan hasil yang ingin diperoleh. Penelitian tentang gaya Bahasa ini menganalisis tentang Anime “Senryuu Shoujo” ciptaan Masakuni Igarashi yang menceritakan tentang Shiroyuki Nanako yang hanya bisa berkomunikasi melalui Senryuu. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan pendekatan secara stilistika untuk mendeskripsikan makna Senryuu di dalam Anime tersebut. Dari 2 episode yang telah di analisis, terdapat 22 data yang terkumpul dan digolongkan sesuai dengan gaya bahasanya. Dengan melakukan metode analisis deskriptif hasil yang diperoleh berupa Senryuu dengan masing-masing terdapat 4 Sinekdot, 10 Metamora, 6 Hiperbola, dan 2 Simile. Pengelompokkan Gaya bahasa pada penelitian ini sesuai dengan teori dari Seto Ken’ichi (瀬戸賢一(せとけんいち)) (Seto, 2002) Kata Kunci : Gaya Bahasa, Senryuu, Stilistika, Anime
Analisis Minat Masyarakat Surabaya Terhadap Udon (Kajian Sosiologi Budaya) Nur Azizah; Eva Amalijah
Proceeding of Undergraduate Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2023): PROCEEDING RESEARCH ON LITERARY, LINGUISTIC, AND CULTURAL STUDIES
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/uncollcs.v2i1.2542

Abstract

Abstract. The development of times and technology is increasingly rapid, facilitating the dissemination of information that makes foreign or foreign cultures enter a country. Especially the influence of foreign culture on food makes changes in the taste of foreign cuisine in Indonesian society. Like Japanese-style thick noodles or also called Udon, which are currently also found in many Japanese-style food outlets in Indonesia, especially in Surabaya. The purpose of this study is to describe the interest of the people of Surabaya in Udon. The method in this study uses a quantitative descriptive methode. A method that aims to create an objective picture or description of a research that uses numbers, starting from data collection, interpretation of the data as well as the appearance and results. Sample collection was carried out by distributing questionnaires in the form of online links to 150 respondents regarding the interest of the people of Surabaya in Udon. In this study using Likert scale analysis and Spearman rank correlation. The results obtained from the Likert scale data for the most preferred type of Udon are `Curry Udon` followed by `kake Udon` then `Nabeyaki Udon` with an interpretation rate of 53.16% which means that the respondent's interest in Udon is categorized as "Neutral" (between interest and not interest). The results of the Spearman rank test show that the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted, in other words that the first question and the second question have a significant correlation, meaning that the respondent has eaten Udon. Keywords: Interest, Udon, Types of Udon. Abstrak. Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat, memudahkan penyebaran informasi yang membuat budaya asing masuk ke dalam suatu negara. Terutama pengaruh budaya asing terhadap makanan menjadikan perubahan selera masakan asing pada masyarakat Indonesia. Seperti mie tebal ala jepang atau juga di sebut dengan Udon yang saat ini juga banyak ditemukan pada gerai makanan ala jepang di Indonesia terutama di Surabaya. Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan minat masyarakat Surabaya terhadap Udon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kuantitatif. Suatu metode yang bertujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi pada suatu penelitian secara objektif yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut serta penampilan dan hasilnya. Pengumpulan sampel dilakukan dengan cara membagikan kuesioner berupa link secara online kepada 150 orang responden mengenai minat masyarakat Surabaya terhadap Udon. Dalam penelitian ini menggunakan analisis skala likert dan korelasi spearman rank. Hasil yang diperoleh data skala likert jenis Udon yang paling disukai adalah “Curry Udon” disusul oleh “kake Udon” lalu “Nabeyaki Udon” dengan skor Interpretasi 53,16 % yang artinya minat responden terhadap Udon dikategorikan “Netral” (di antara minat dan tidak minat). Hasil uji coba spearman rank diketahui analisis Hipotesis nol (Ho) Ditolak dan Hipotesis alternatif (Ha) Diterima dengan kata lain bahwa pertanyaan pertama dengan pertanyaan kedua memiliki korelasi yang signifikan, maka responden tidak hanya tahu tentang Udon tetapi juga pernah makan Udon. Kata kunci: Minat, Udon, Jenis Udon.
Bentuk dan Makna Variasi Wakamono Kotoba Penggemar Grup SHINee di Twitter Eva Amalijah; Aksanu Nadiya
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 4 No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v4i2.7585

Abstract

Wakamono kotoba merupakan variasi bahasa yang digunakan oleh kawula muda di Jepang. Kawula muda cenderung membentuk kelompok-kelompok. Kelompok-kelompok tersebut kemudian memiliki variasi wakamono kotoba tersendiri yang tidak dimengerti oleh anggota kelompok lain. Salah satukelompok yang memiliki variasi wakamono kotoba yang unik adalah kelompok penggemar grup SHINee. Kelompok penggemar grup SHINee banyak berinteraksi lewat Twitter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan makna wakamono kotoba yang digunakan oleh penggemargrup SHINee di media sosial Twitter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan morfologis dan semantis. Penelitian ini menggunakan teori pembentukan wakamono kotoba oleh Masakazu untuk menganalisis bentuk wakamono kotoba dan teori makna oleh Sutediuntuk menganalisis makna. Dari 81 data, ditemukan 69 wakamono kotoba terbentuk melalui satu proses pembentukan, 11 wakamono kotoba terbentuk melalui dua proses pembentukan, dan satu wakamono kotoba terbentuk melalui tiga proses pembentukan. Proses pembentukan yang paling banyak ditemukan adalah proses penyingkatan dengan 39 wakamono kotoba. Salah satu karakteristik yang ada pada variasi wakamono kotoba yang digunakan oleh penggemar grup SHINee adalah banyak ditemukan wakamono kotoba yang terbentuk melalui penggunaan bahasa Korea. Makna variasi wakamono kotoba penggemar SHINee kebanyakan tidak berubah dari makna dasar dan hanya beberapa yang mengalami perluasan makna. Kata Kunci: wakamono kotoba, pembentukan kata, makna, penggemar grup SHINee
ANIME-INDUCED TOURISM DI JEPANG KONTEMPORER: PERAN BUDAYA POPULER DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DAN INTERAKSI MULTIKULTURAL Zida Wahyuddin; Eva Amalijah
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2826

Abstract

Perkembangan budaya populer Jepang dalam bentuk anime, manga, game, dan berbagai produk industri kreatif lainnya telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata Jepang dalam beberapa dekade terakhir. Fenomena anime-induced tourism atau anime pilgrimage menunjukkan bahwa anime tidak lagi berfungsi hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai faktor yang memengaruhi motivasi wisatawan untuk mengunjungi berbagai destinasi di Jepang. Kondisi ini turut menciptakan ruang interaksi multikultural antara wisatawan internasional dan masyarakat lokal yang semakin intensif seiring meningkatnya mobilitas wisata global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya populer Jepang, khususnya anime, dalam mendorong perkembangan pariwisata serta mengkaji kontribusinya terhadap terbentuknya interaksi multikultural dalam masyarakat Jepang kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku, laporan resmi, dan publikasi akademik yang relevan terbit pada periode 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anime telah berkembang menjadi instrumen soft power Jepang yang efektif dalam menarik wisatawan domestik maupun internasional melalui fenomena anime tourism dan otaku tourism. Selain memberikan dampak ekonomi bagi destinasi wisata, fenomena tersebut juga menciptakan ruang pertukaran budaya yang memperkuat pemahaman lintas budaya antara wisatawan dan masyarakat lokal. Di sisi lain, perkembangan wisata berbasis budaya populer juga menghadapi tantangan berupa overtourism, komersialisasi budaya, dan kebutuhan pengelolaan destinasi yang berkelanjutan. Luaran penelitian ini berupa penguatan kajian mengenai hubungan antara budaya populer, pariwisata, dan multikulturalisme yang dapat menjadi referensi akademik serta bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan pariwisata berbasis industri kreatif di Jepang maupun Indonesia.
Metafora pada Lirik Lagu dalam Album Koi No Uta Karya Mosawo Dinar Umi Kaltsum; Eva Amalijah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v7i1.11777

Abstract

Bahasa merupakan suatu alat komunikasi untuk berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu fungsi bahasa adalah untuk menyampaikan makna. Ilmu yang mempelajari makna disebut semantik. Semantik biasa digunakan untuk meneliti gaya bahasa. Gaya bahasa sering diungkapkan dalam bentuk bahasa tulis, terutama dalam karya sastra, misalnya puisi, cerpen, novel, bahkan lirik lagu. Salah satu gaya bahasa yang sering digunakan dalam lirik lagu adalah metafora. Penelitian ini menganalisis dan mendeskripsikan metafora dan makna yang terdapat pada lirik lagu dalam album Koi No Uta karya Mosawo. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik dengan metode deskriptif kualitatif karena hasil penelitian berupa teks narasi deskripsi yang menjabarkan metafora dan makna yang ada pada frasa dan kalimat. Dari 15 lirik lagu yang telah diteliti, terdapat 14 data yang terkumpul berdasarkan teori yang digunakan. Hasil analisis data yang didapatkan bahwa 8 lirik lagu yang terdapat metafora. Metafora yang terdapat pada data dalam penelitian ini sesuai dengan teori dari Seto Kenichi.
Maskulinitas pada Tokoh Utama Perempuan dalam Manga Gekkan Shoujo Nozaki-kun Karya Izumi Tsubaki Hasna Septia Shanty; Eva Amalijah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v7i2.11871

Abstract

Penelitian ini membahas tentang maskulinitas yang terdapat pada tokoh utama perempuan dalam Manga Gekkan Shoujo Nozaki-kun karya Izumi Tsubaki. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mendeskripsikan hasil analisis dengan rinci. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra untuk menyelidiki fenomena sosial yang ada pada sumber data. Untuk menganalisis karakteristik maskulin pada tokoh utama perempuan dan faktor yang mempengaruhi maskulinitas tokoh perempuan dalam Manga Gekkan Shoujo Nozaki-kun karya Izumi Tsubaki, digunakan teori milik Chafetz (1979). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat dua tokoh utama perempuan yang mempunyai karakteristik maskulin. Pertama, tokoh Kashima Yuu yang memiliki karakteristik maskulin meliputi; physical ditemukan 3 data, sexual 1 data, emotional 2 data, dan other personal 3 data. Kedua, tokoh Yuzuki Seo yang memiliki karakteristik maskulin meliputi; physical ditemukan 1 data, intellectual 1 data, interpersonal 2 data, other personal 3 data. Selanjutnya, untuk faktor yang mempengaruhi maskulinitas tokoh Kashima Yuu adalah dari communication ditemukan 3 data. Lalu, untuk faktor yang mempengaruhi maskulinitas tokoh Yuzuki Seo adalah dari toys and sports ditemukan 2 data.  Kata Kunci: Manga, Maskulinitas, Penelitian Kualitatif, Sosiologi Sastra
Eksistensi Perempuan pada Tokoh Utama dalam Film Kono Sekai no Katasumi ni dan Kartini (Kajian Feminisme Eksistensialisme Simone de Beauvoir) Irania Fransiska Aulia Putri; Eva Amalijah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v7i2.11874

Abstract

Keberadaan perempuan dan kesetaraan seringkali menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas, salah satunya adalah keberadaan perempuan dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tokoh utama yang memperlihatkan eksistensinya sebagai seorang wanita sekaligus mencari persamaan dan perbedaan antara kedua tokoh utama tersebut. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Feminisme Eksistensialisme Simone de Beauvoir. Hasil penelitian ini adalah kedua tokoh utama memiliki kesamaan sebagai wanita intelektual. Kemudian perbedaan antara keduanya adalah tokoh utama dalam Kono Sekai no Katasumi ni tidak bekerja dan memperoleh penghasilan, sedangkan dalam Kartini tokoh utama bekerja dengan memasarkan ukiran wayang di papan kayu ke Belanda. Lalu, terdapat pula perbedaan dalam cara kedua tokoh utama mengekspresikan diri melalui karya seni, dalam film Kono Sekai no Katasumi ni tokoh utama mengekspresikan emosinya dengan menggambar sedangkan dalam film Kartini, tokoh utama mengekspresikan emosinya dengan menulis surat untuk sahabatnya di Belanda.
Kodependensi pada Tokoh Akihiko Kaji dalam Manga Given Karya Kizu Natsuki Alivia Fauziah; Eva Amalijah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v8i1.132374

Abstract

Penelitian ini membahas kodependensi dan proses pemulihannya melalui prinsip self-care pada tokoh Akihiko Kaji dalam manga Given karya Kizu Natsuki. Meskipun bukan tokoh utama, Akihiko memiliki peran penting dalam manga Given, khususnya melalui hubungannya dengan mantan kekasihnya dulu, Murata Ugetsu. Tokoh ini dipilih karena menampilkan ciri khas hubungan tidak sehat seperti ketergantungan emosional, rasa rendah diri, dan kecenderungan menekan perasaan demi mempertahankan hubungan serta pelampiasan dengan keintiman yang tidak sehat. Ciri tersebut sesuai dengan konsep kodependensi menurut Melody Beattie dalam Codependent No More (2022). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan psikologi sastra, dengan data berupa dialog, monolog, dan aspek visual dalam manga. Hasilnya menunjukkan bahwa Akihiko mengalami delapan karakteristik utama kodependensi seperti caretaking, low self-worth, obsession, controlling, dependency, repression, intimacy problems, dan denial, yang teridentifikasi dalam 31 kutipan data. Perubahan karakter Akihiko terlihat ketika ia menjalin hubungan baru dengan Haruki Nakayama, seorang bassist yang satu band dengannya. Proses pemulihannya dianalisis melalui tujuh prinsip self-care dari Melody Beattie (2022) juga, seperti detachment, self-love, emotional awareness, acceptance, dan belajar mencintai kembali, yang muncul dalam 16 kutipan data. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakter fiksi dapat menjadi medium refleksi psikologis yang kuat dan efektif, serta menjembatani hubungan antara karya sastra dan praktik psikologi klinis modern.