Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sungkai

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETERNAK AYAM RAS PETELUR DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT Sischa Febriani Yamesa Away
SUNGKAI Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v10i2.1324

Abstract

Sentra produksi ayam petelur di Sumatera Barat adalah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Untuk keberlanjutan ayam petelur perlu diketahui faktor produksi apa yang menyebabkan peternak mampu bertahan. produksi dalam siklus produksi. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, yang dilakukan pada 38 ayam petelur yang berada di kecamatan Payakumbuh, Harau dan Guguak, Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan peternak ayam petelur di Lima Puluh Kota dibagi menjadi 5 kelas interval. Dimana setiap kelas memiliki jumlah peternak yang berbeda yaitu kelas interval I yang terdiri dari 26 peternak dengan pendapatan Rp. 2.068.830.000 – Rp. 3.468.122.000, kelas interval II terdiri dari 3 indukan dengan pendapatan Rp. 3.468. 414.000, kelas interval III terdiri dari 3 indukan yaitu Rp. 4.867.414.001 – Rp. 6.266.706.000, kelas interval IV terdiri dari 3 indukan yaitu RP. 6.266.706.001 – Rp. 7.665.998.000 dan kelas interval V terdiri dari 3 indukan yaitu Rp. 7.665.998.000 – Rp. 9.065.290.000. Hasil estimasi model variabel independen secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Estimasi variabel produksi dalam model ternyata 89,9% mampu menjelaskan variabel pendapatan.
EVALUASI KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA BANGUN JAYA KECEMATAN TAMBUSAI UTARA Fahri Tio Aryadi; Defidelwina; Sischa Febriani Yamesa Away
SUNGKAI Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v11i1.1584

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris memiliki luas perkebunan jutaan hektar dan melibatkan puluhan juta tenaga kerja. Sebagai sumber daya yang dapat terbarukan (renewable resource), sehingga perkebunan dapat menjadi tulang punggung ekonomi bangsa. Salah satu sentral produksi kelapa sawit yang ada di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau adalah Desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui berapa besar investasi dan biaya operasional yang dikeluarkan oleh petani, kelayakan finansial, dan sensitivitas kelayakan usahatani kelapa sawit rakyat di Desa Bangun Jaya. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Multi-Stage Sampling dan ukuran sampel ditentukan dengan rumus Slovin. Jumlah sampel yang diambil adalah 80 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya investasi sebesar Rp 141,702,546, biaya operasional adalah sebesar Rp 142,881,950. Hasil analisis kriteria investasi pada usahatani layak untuk diusahakan dengan nilai NPV sebesar 76,873,169, IRR sebesar 11,27, PR sebesar 1,55, Net B/C sebesar 1,56 , Gross B/C sebesar 1,34 dan nilai Payback Period adalah 7 tahun 7 bulan. Analisis Sensitivitas pada penurunan harga kelapa sawit sebanyak 20% dan kenaikan harga input kelapa sawit 15% masih layak untuk diusahakan. Sementara itu, ketika terjadi penurunan harga kelapa sawit sebanyak 50% usahatani tidak layak untuk diusahakan.