Melia Anggraeni
Universitas Islam Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penamaan Desa di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Della Putri Andini; Melia Anggraeni; Ramaida Ramaida; Siti Samsiah
Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/s.v2i1.9677

Abstract

Naming is a symbol process that refers to a referent. Giving a name to each area is not only for designation but to make it easier for someone to recognize the identity of the area. Each area is given a name by the community based on the situation and condition of each area. This study uses etymological and semantic approaches. This study describes: 1) the origin of village naming in Tapung District, Kampar Regency "based on natural elements", namely because of natural phenomena, which are used as special places 2) the origin of village nomenclature "based on circumstances and expectations" , such as real environmental conditions or have higher potential for the local people 3) the origin of the nomenclature of villages and hamlets "based on the process of establishment", is to identify the origin in determining the description of the name of the village. The results of the study show that the names of villages in Tapung sub-district are in the form of nouns, adjectives, and a small part are in the form of numerals. The majority of village names in Tapung District are based on natural elements, only a few are based on circumstances and expectations, as well as the process of their establishment.
Asesmen Kompetensi Minimum Literasi Membaca Siswa di SD Negeri 09 Merangkai Melia Anggraeni; Muhammad Mukhlis
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2355

Abstract

Asesmen kompetensi minimum (AKM) alat untuk menilai tingkat capaian membaca siswa di Indonesia dan membandingkannya melalui standar internasional. pendidik AKM penting sebab membantu siswa mengembangkan kemampuan mereka dalam membangun kerangka pembelajaran bahwa melihat dengan kenaikan daya berpikir kritis serta membaca murid. Ini berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.Tujuan kemampuan membaca untuk siswa sekolah dasar secara umum adalah untuk menilai dan meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa. Ini dilakukan dengan cara mengukur tingkat kemampuan siswa dalam membaca dan memahami teks serta menilai kualitas pembelajaran yang diterima siswa. Tujuan ini bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan keterampilan literasi membaca pada siswa dan membantu mereka mempersiapkan diri untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Ini juga menjadi alat untuk memperkuat akses dan partisipasi siswa dalam pembelajaran dan membantu mereka menjadi warga yang aktif dan berkualitas dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan mengadopsi studi kasus sebagai metodenya. Studi kasus dipilih sebab bertujuan untuk mengungkap kemampuan literasi siswa sekolah dasar dengan meneliti situasi dan kondisi di sekolah dasar 09 di Merangkai, Penelitian menghasilkan tiga level kognitif yaitu 25% mampu menemukan informasi ,25% mampu memahami dan sebesar 20 orang anak tidak mampu dalam mengevaluasi soal AKM literasi membaca,hal ini di buktikan dengan hasil mengerjakan soal AKM literasi membaca.penelitian ini memberikan gambaran tentang kemampuan literasi membaca peserta diidk dan bisa dipakai dalam bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas belajar-mengajar.