Abdi Nafi Asshidiqi
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Al-Kahfi di Malam Jum’at Abdi Nafi Asshidiqi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 7, No 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v7i1.14477

Abstract

This article discusses reading al-Khafi letter at certain times. It also contains the introduction of Surah al-Kahfi among Muslims, reading models and how Muslims interpret the reading of Surah al-Kahfi. This model uses a descriptive analysis method by collecting data in the form of readings that are in accordance with the theme of the discussion. The results showed that most Muslims read Surat al-Kahfi when on Friday, because Friday is a very noble day for Muslims. However, there is also, who read on other days. The benefits of reading Surah Al-Kahf to get a reward from Allah, then as a form of self-protection from the slander of the Antichrist, and to find peaceand serenity.
Al-Kahfi di Malam Jum’at Abdi Nafi Asshidiqi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 7, No 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v7i1.14477

Abstract

This article discusses reading al-Khafi letter at certain times. It also contains the introduction of Surah al-Kahfi among Muslims, reading models and how Muslims interpret the reading of Surah al-Kahfi. This model uses a descriptive analysis method by collecting data in the form of readings that are in accordance with the theme of the discussion. The results showed that most Muslims read Surat al-Kahfi when on Friday, because Friday is a very noble day for Muslims. However, there is also, who read on other days. The benefits of reading Surah Al-Kahf to get a reward from Allah, then as a form of self-protection from the slander of the Antichrist, and to find peaceand serenity.
PENERAPAN ETIKA KOMUNIKASI BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM DALAM GAME ONLINE UNTUK MENCEGAH PERILAKU TRASH TALKING Abdi Nafi Asshidiqi; Shokhibul Arifin; Asrori
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/adpgx198

Abstract

Fenomena komunikasi digital dalam game online menunjukkan meningkatnya praktik Trash Talking yang tidak lagi berfungsi sebagai strategi kompetitif, tetapi berkembang menjadi agresi verbal yang berpotensi merusak hubungan sosial. Fenomena ini menjadi perhatian dalam kajian komunikasi dan pendidikan Islam, terutama ketika pelaku memiliki latar belakang pendidikan agama namun belum mampu menginternalisasi etika komunikasi dalam praktik sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan pemicu Trash Talking, menilai efektivitas sistem pengendalian perilaku dalam permainan, serta merevisi konstruksi etika komunikasi berdasarkan nilai-nilai Islam sebagai upaya pencegahan perilaku toksik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah lima siswa Pendidikan Agama Islam yang berada pada peringkat Mythic Immortal. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trash Talking dipicu oleh tekanan kompetisi, norma kelompok, dan lemahnya internalisasi nilai etika komunikasi. Sistem permainan relatif efektif mengendalikan komunikasi berbasis teks, tetapi belum mampu mengawasi interaksi melalui voice chat dan media eksternal. Dari perspektif etika komunikasi Islam, ditemukan kesenjangan antara pengetahuan normatif dan praktik komunikasi. Penelitian ini berkontribusi dalam kajian komunikasi digital dan pendidikan Islam dengan menawarkan rekonstruksi etika komunikasi berbasis qaulan layyinan sebagai prinsip pendekatan kontekstual dalam membangun komunikasi digital yang lebih sehat. Temuan ini pentingnya integrasi literasi digital dan internalisasi nilai etika dalam menghadapi dinamika komunikasi di ruang virtual. Kata Kunci: Etika Komunikasi Islam; Game Online; Mobile Legends; Trash Talking