Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFIKASI POTENSI JABON MERAH (ANTHOCEPHALUS MARCOPHYLLUS) DI KECAMATAN BUA KABUPATEN LUWU Dhiki Efendi; Andi Rosdayanti; Afandi Ahmad
Jurnal Penelitian Kehutanan BONITA Vol 1, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55285/bonita.v1i2.311

Abstract

Community forest is one model of natural resource managements based on community initiatives. The development of community forests is directed at restoring land productivity. Scarcity of industrial wood raw materials requires fast-growing commercial wood, jabon merah is a fast-growing plant. Potential of jabon merah at Bua District has not been known certainly. Inventory studies contain descriptions of forested areas and potential assessments. Bua sub-district is one of the sub-districts producing jabon merah wood that comes from community forests. This research was conducted from August to September 2019 with the aim to find out how much the potential for jabon merah and the distribution of jabon merah are in Bua sub-district. This research was conducted by quantitative description method. the results obtained by an inventory of the potential of jabon merah in Bua sub-district are 5,127 m3. Volume of jabon merah for each diameter class is 0.99 m3 for the diameter class of 5-10.99 cm, 277.60 m3 for the diameter class of 11-19.99 cm, 338.20 m3 for the diameter class of 20-29.99 cm, and 122.15 m3 for the widest class located in the village of Tiromanda with 11 stands of jabon merah stands, witharea of 5.3 ha.The lowest and lowest distribution is located in Lare-Lare village, only 1 area of jabon merah stands, with an area of 0.8 ha.Keywords: Forest of the people, Potential, Distribution, Jabon Merah.
POTENSI DAN MODEL PENGEMBANGAN SPESIES TUMBUHAN DI HUTAN LINDUNG SARAMBU’ ALLA KABUPATEN LUWU UTARA Hadijah Azis Karim; Afandi Ahmad
Jurnal Penelitian Kehutanan BONITA Vol 1, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55285/bonita.v1i1.208

Abstract

Hutan Lindung Sarambu Alla merupakan kawasan hutan negara yang terletak di Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara. Dalam rangka mendukung tujuan dan fungsi kawasan sebagaimana tersebut di atas, maka dibutuhkan berbagai informasi dasar terkait dengan potensi yang terkandung di kawasan tersebut. Salah satu informasi yang terpenting adalah informasi mengenai potensi dan keanekaragaman spesies tumbuhan. Penelitian ini akan sangat berguna bagi upaya pengelolaan dan pengembangan Keanakeragaman Hayati dan Ekosistem dalam rangka melestarikan keanekaragaman sumberdaya plasmanutfah tumbuhan lokal, endemik, dan langka khususnya yang berasal dari wilayah Luwu Utara atau endemik Pulau Sulawesi secara umum, serta pengembangan potensi obyek daya tarik wisata alam yang terkandung di dalamnya untuk pemanfaatan wisata alam atau ekowisata.  Kegiatan ini diselenggarakan melalui explorasi spesies tumbuhan akan dilakukan secara purpossive dengan menggunakan sistem plot tunggal berukuran 20 m x 20 m.  Berdasarkan hasil analisis vegetasi di Kawasan Hutan Lindung Sarambu Alla menunjukkan bahwa terdapat 64 spesies yang ditemukan pada 25 plot pengamatan. Terdapat 32 spesies dengan habitus pohon memiliki potensi sebagai kayu komersial, bahan bangunan rumah, dan buahnya dapat dikonsumsi serta tumbuhan obat. Spesies tersebut bisa dijadikan model pengembangan baik ditanam pada lahan milik masyarakat, ruang terbuka hijau dan pada lahan atau kawasan hutan yang telah rusak atau terganggu.
KOMPOSISI DAN CADANGAN KARBON EKOSISTEM MANGROVE TELUK BONE, KOTA PALOPO Hadijah Azis Karim; Afandi Ahmad; Andi Rosdayanti
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 2 NOMOR 1 TAHUN 2019 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.418 KB) | DOI: 10.32662/gjfr.v2i1.517

Abstract

Penyimpanan karbon di ekosistem mangrove adalah salah satu yang terbesar dibandingkan di antara ekosistem yang ditanami. Kota Palopo adalah salah satu kota yang berbatasan dengan teh Teluk Bone dan masih memiliki ekosistem bakau sekunder. Ini adalah lingkungan yang dapat memberikan layanan lingkungan dalam bentuk penyerapan CO2 di sekitar Kota Palopo. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penyimpanan karbon di ekosistem mangrove di Kota Palopo. Selanjutnya, nilai simpanan karbon dikonversi menjadi nilai CO2-eq yang menggambarkan serapan pada ekosistem mangrove. Metode penelitian ini adalah non destructive sampling dan menggunakan persamaan allometrik yang ada. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur diameter pohon dalam plot pengambilan sampel 25 × 25 m dengan jarak antar plot adalah 100 m. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata karbon di atas tanah adalah 82,34 ± 16,92 ton/ha sama dengan 301,90 ± 62,03 ton/ha CO2-eq. Penyerapan CO2 berdasarkan masing-masing spesies mangrove di daerah penelitian adalah Avicenia marina 55,26 ton/ha, Rhizophora apiculata 497,13 ton/ha, Rhizophora mucronata 2259,49 ton/ha, Rhizophora spp. 1975,62 ton/ha, Sonneratia alba 4268,43 ton/ha, Xylocarpus granatum 1,19 ton/ha.