Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN MEMBUAT KOMPOS SECARA KONVENSIONAL DARI SAMPAH ORGANIK DOMESTIK DI KELURAHAN SUNGAI BINJAI KECAMATAN BATHIN III KABUPATEN BUNGO: TRAINING FOR CONVENTIONAL COMPOST FROM DOMESTIC ORGANIC WASTE IN SUNGAI BINJAI SUB-DISTRICT, BATHIN III DISTRICT, BUNGO DISTRICT Pitriani; Isyaturriyadhah; Asnawati Is; Fikriman; Evo Afrianto
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v1i1.2

Abstract

Compost is made from organic waste such as leaves from gardens, straw, grass, and leftover vegetable and fruit originating from household and market activities (domestic waste). Compost is made from market waste, both dry and wet waste. all materials that have a high nutrient content for plants, especially the macro elements N, P, and K. The purpose of this community service is that this activity is to carry out composting activities or make compost conventionally from domestic organic waste so as to be able to create new innovations that can provide added value to society and government. The results of community service, namely conventional composting or composting activities from domestic organic waste are as follows: Material preparation, Crushing or cutting, Setting layers, adding wet ingredients, Adding additional layers, Maintenance of moisture, Turning and mixing, Monitoring and adjustment, Compost ripening and Use of compost. Compost using green waste and brown waste (food scraps, dry leaves, grass, litter, plant clippings, and other organic matter). Keywords: Compost, Organic Waste, conventional.
Optimalisasi Pengelolaan Data Potensi Desa Melalui Implementasi Anjungan Digital dan Sistem Informasi Desa di Desa Purwobakti, Kabupaten Bungo Febrialdi, Akhyarnis; Fikriman; Asnawati Is
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v4i1.74

Abstract

Pengelolaan data desa yang konvensional seringkali menjadi hambatan dalam akselerasi pelayanan publik dan perencanaan pembangunan yang akurat. Desa Purwobakti, Kabupaten Bungo, memiliki potensi ekonomi yang besar pada sektor pertanian dan UMKM, namun pengelolaannya masih bersifat manual sehingga menyebabkan pelayanan administrasi lambat dan data tidak terintegrasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Desa (SID) dan Anjungan Digital Desa sebagai solusi transformasi digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Technological Development yang meliputi tahap koordinasi, bimbingan teknis, instalasi perangkat, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas literasi digital aparatur desa sebesar 42%. Selain itu, implementasi SID berhasil memangkas waktu pelayanan administrasi secara signifikan, dari rata-rata 20 menit menjadi 8–10 menit per layanan. Kehadiran Anjungan Digital Desa juga meningkatkan transparansi dan aksesibilitas masyarakat terhadap informasi potensi desa. Digitalisasi ini tidak hanya memperbaiki tata kelola birokrasi, tetapi juga memperkuat kedaulatan data desa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024