Pengelolaan data desa yang konvensional seringkali menjadi hambatan dalam akselerasi pelayanan publik dan perencanaan pembangunan yang akurat. Desa Purwobakti, Kabupaten Bungo, memiliki potensi ekonomi yang besar pada sektor pertanian dan UMKM, namun pengelolaannya masih bersifat manual sehingga menyebabkan pelayanan administrasi lambat dan data tidak terintegrasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Desa (SID) dan Anjungan Digital Desa sebagai solusi transformasi digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Technological Development yang meliputi tahap koordinasi, bimbingan teknis, instalasi perangkat, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas literasi digital aparatur desa sebesar 42%. Selain itu, implementasi SID berhasil memangkas waktu pelayanan administrasi secara signifikan, dari rata-rata 20 menit menjadi 8–10 menit per layanan. Kehadiran Anjungan Digital Desa juga meningkatkan transparansi dan aksesibilitas masyarakat terhadap informasi potensi desa. Digitalisasi ini tidak hanya memperbaiki tata kelola birokrasi, tetapi juga memperkuat kedaulatan data desa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024
Copyrights © 2026