p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Reinha
Fransiskus Xaverius Eko Armada Riyanto
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ALAM PERSONIFIKASI MARTABAT MANUSIA: PEMBABATAN HUTAN DI KALIMANTAN TIMUR: (Refleksi Filosofis atas Alam Dinamis dan Metaforis dalam Perspektif Armada Riyanto) Thomas Kadek Lintang Kurniawan; Emannuel Gebi Koten; Ayub Api Bato; Fransiskus Xaverius Eko Armada Riyanto
Jurnal Reinha Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.958 KB) | DOI: 10.56358/ejr.v13i2.154

Abstract

The focus of this paper is a philosophical study of Nature as the personification of a dignified human being. This study aims to provide an in-depth explanation of the similarities between nature and humans. The discussion of this paper departs from the reality of human life today, especially in East Kalimantan, which has a tendency to overexploit nature in managing nature. This reality shows that there is no ecological ethics. The purpose of this paper is to provide a solution in the form of a philosophical idea of ??how humans should treat nature. The methodology of this paper is a literature study by exploring the philosophical ideas of Armada Riyanto about Dynamic and Metaphorical Nature in his book Menjadi-Mencintai: Berfilsafat Teologis Sehari-hari. The idea is used to examine the reality of nature today. The finding in this paper is that nature is not treated well by some humans for the sake of seeking one-sided advantage. It is exactly like human dignity which is marginalized in today's social life. Therefore, humans must treat nature as themselves in order to create good, right and beautiful harmonization in their lives.
ETIKA KOMUNIKASI NEW MEDIA SEBAGAI UPAYA TANGGUNG JAWAB TERHADAP LIYAN DALAM PERSPEKTIF EMMANUEL LEVINAS Damianus Suryo Pranoto; Fransiskus Xaverius Eko Armada Riyanto
Jurnal Reinha Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v16i1.391

Abstract

Media digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, tetapi juga menciptakan ruang yang rentan terhadap disinformasi. Transformasi ini menciptakan ruang interaksi yang cepat dan terbuka, tetapi juga melahirkan tantangan etis berupa ujaran kebencian, disinformasi, dan dehumanisasi. Tulisan ini membahas etika komunikasi new media sebagai bentuk tanggung jawab terhadap liyan dalam perspektif Emmanuel Levinas. Tujuannya ialah menganalisis bagaimana prinsip etika Levinas dapat diterapkan dalam komunikasi digital untuk merespons kehadiran liyan sebagai subjek yang menuntut tanggung jawab etis. Tulisan ini memakai metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan hermeneutika. Penulis menafsirkan pemikiran Levinas tentang fenomenologi wajah sebagai dasar komunikasi yang bermoral. Maka, langkah pembahasannya akan dimulai dengan menguraikan konsep liyan dan tanggung jawab etis dalam pemikiran Levinas, kemudian menghubungkannya dengan praktik komunikasi di media sosial. Levinas menekankan bahwa kehadiran liyan, baik secara fisik maupun virtual, menuntut respons moral yang menghargai martabat manusia. Karena itu, tulisan ini mau menegaskan etika Levinasian dalam konteks media digital, menawarkan perspektif alternatif untuk mengatasi degradasi nilai etika di ruang virtual bahwa kesadaran dari individu akan bertanggung jawab terhadap liyan yang menjadikan dasar untuk membangun interaksi digital lebih manusiawi dan bermartabat. Jadi, etika komunikasi dalam new media bukan hanya teknik, melainkan sikap eksistensial mengutamakan hormat dan kepedulian terhadap sesama.