Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Buletin Utama Teknik

PENGARUH PENGGUNAAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT GUNA MENINGKATKAN STABILITAS TANAH LEMPUNG Jupriah Sarifah; Bangun Pasaribu
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 1 (2017): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah mempunyai peranan penting dalam suatu pekerjaan konstruksi, tanah lempung (Clay) sering dijumpai dalam pekerjaan konstruksi dilapangan. Tanah lempung memiliki sifat mengembang (Swelling)apabila pori terisi air dan akan menyusut (Shrinkage) dalam kondisi kering. Hal ini sangat berbahaya karena tanah menjadi tidak stabil.Daya dukung tanah lempung dapat bertambah apabila diperbaiki sifat-sifat teknis dari tanah lempung yang kurang menguntungkan dengan mencampur tanah lempung dengan bahan kimia.Oleh karena itu diadakan penelitian pada tanah lempung (Clay) yang diambil dari desa Melati 2 kecamatan Perbaungan kabupaten Serdang Bedagai, dengan cara menambahkan abu cangkang kelapa sawit sebagai bahan stabilisasi. Persentase penambahan abu cangkang kelapa sawit  4%, 6%, 8%, 10%. Dalam penelitian ini tanah diklasifikasikan dengan sistem klasifikasi AASHTO dengan PI diatas 11% dan LL 41% maka tanah tersebut kelompok A-7-6.Penambahan abu cangkang kelapa sawit terhadap tanah lempung (Clay) sebagai bahan stabilisasi tanah pada variasi 4%, 6%, 8%, 10% juga dapat meningkatkan nilai CBR. Semakin besar nilai CBR maka akan meningkatkan daya dukung tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya nilai CBR tanah asli sebesar 4.3%. Pada variasi campuran 4% nilai CBR naik menjadi 6%, pada variasi 6% nilai CBR menjadi 8.3%, pada variasi 8% nilai CBR berkurang menjadi 6% dan pada variasi 10% nilai CBR turun menjadi 4.6%. Dari hasil tersebut menunjukkan  nilai CBR yang tertinggi pada variasi 6% dengan nilai CBR sebesar 8.3%. Dengan kata lain semakin  banyak  penambahan  persentase lebih dari 6 % abu cangkang kelapa sawit maka nilai CBR akan berkurang. Untuk itu dapat disimpulkan bahwasanya penambahan campuran  abu cangkang kelapa sawit maksimal hanya pada penambahan 6 %  abu cangkang kelapa sawit dengan nilai CBR sebesar  8.3 % dan nilai daya dukung tanah (DDT) sebesar  5.65
ANALISA KEPADATAN TANAH MENGGUNAKAN DCP PADA PEMBANGUNAN RUAS JALAN SABA DOLOK KECAMATAN KOTA NOPAN KABUPATEN MANDAILING NATAL PROVINSI SUMATERA UTARA Iman Hidayat Batubara; Darlina Tanjung; Jupriah Sarifah
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 1 (2022): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk rencana jalan, faktor utama yang perlu diperhatikan adalah nilai CBR (California Bearing Ratio) sesuai dengan tanah karena akan mempengaruhi tebal pengerasan perencanaan. Untuk mencari nilai CBR yang didapat sesuai dengan pengujian di lapangan yaitu dengan DCP (Dynamic Cone Penetrometer). Metode pengujian DCP ini dilakukan pada titik kiri, tengah, dan kanan setiap interval 50 meter dengan menggunakan metode zigzag. Dalam merencanakan tebal lapis pengerasan bawah lapis pengerasan atas lapis permukaan tanah, terlebih dahulu harus dilakukan pengujian berat jenis tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan tanah di Saba Dolok Kec. Kota Nopan Kab. Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, agar akses jalan menjadi mudah untuk dilalui sehingga dapat membantu pengguna jalan untuk mengakses jalan dengan lebih mudah. Dari hasil pengujian nilai DCP, nilai CBR, nilai CBR DDT desain (Daya Dukung Tanah) di Jalan Saba Dolok, Kec. Kota Nopan Kab. Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara menunjukkan nilai DCP homogen sebesar 28,80 mm, sedangkan nilai CBR homogen yang diperoleh sebesar 6,069%, dan nilai CBR desain sebesar 5,93% mm, nilai DDT sebesar 5,07%. Nilai CBR desain/perencanaan yang diperoleh belum memenuhi standar nilai CBR yang telah ditetapkan yaitu antara 5-12%, sehingga perlu dilakukan pemadatan kembali pada tanah dasar karena tidak memenuhi standar nilai CBR yang telah ditetapkan. dipasang dan harus ditempelkan dengan pengerasan jalan.    
ANALISA KEPADATAN TANAH MENGGUNAKAN METODE SAND CONE PADA PEMBANGUNAN RELOKASI JALAN BENDUNGAN LAU SIMEME PAKET II KAB. DELI SERDANG SUMATERA UTARA Ratna Dewi Siregar; Jupriah Sarifah; Darlina Tanjung
Buletin Utama Teknik Vol 16, No 3 (2021): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkaitan dengan adanya sarana transportasi, karena adanya pertambahan kendaraan dan peningkatan perekonomian masyarakat, maka diperlukan jalan yang baru atau perbaikan jalan yang lama. Untuk membangun suatu konstruksi sangat berkaitannya dengan kondisi fisik dan mekanika tanah, hal ini disebabkan karena tanah merupakan salah satu material yang sangat berperan penting suatu konstruksi. Untuk mendapatkan kualitas tanah timbunan yang baik maka dibutuhkan pemadatan agar stabil terhadap beban struktur maupun non struktur. Pada penelitian ini pemadatan dilakukan lintasan yang mempengaruhi kepadatan sesuai standar ASTMD 1556 dengan menggunakn metode sand cone. Tingkat kepadatan tanah dilapangan dapat diukur menggunakan pengujian sandcone. Nilai berat isi kering (γdry-lap) dan kadar air (w) tanah lempung dengan menggunakan metode sand cone dan untuk mendapatkan berat jenis, pengujian batas cair, pengujian batas plastis, pengujian analisa saringan dan pengujian pemadatan. Hasil nilai pemadatan dengan 15 lintasan dengan titik 1 dan titik 2 hasil sesuai spektek pekerjaan yaitu ≥ 92 % dengan nilai titik 1 sebesar 93.42 % dan titik 2 92.75%. kadar air optimum sebesar 32.47 %, berat volume  kering (ϒd) maximum sebesar 1.280 gr/cmᵌ.
EVALUASI PENJADWALAN PROYEK MENGGUNAKAN CRITICAL PATH METHOD (CPM) PADA PROYEK BENDUNGAN LAU SIMEME KABUPATEN DELI SERDANG Nuriyah Marin Siregar; Bangun Pasaribu; Jupriah Sarifah
Buletin Utama Teknik Vol 16, No 3 (2021): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi.merupakan salah satu bentuk kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan sumber daya tertentu, untuk mencapai hasil dalam bentuk bangunan atau infrastruktur, dimana pengerjaannya membutuhkan suatu teknik yang digunakan yaitu pengelolaan, perencanaan, penjadwalan sampai dengan pengendalian. Keberhasilan maupun kegagalan dari pelaksanaan sering kali disebabkan kurang perencanaan dan pengendalian yang kurang efektif, sehingga menyebabkan aktivitas pekerjaan tidak efisien, dimana hal ini mengakibatkan keterlambatan, menurunnya kualitas pekerjaan, dan membengkaknya biaya pelaksanaan..Tujuan dari penelitian ini adalah mngevaluasi waktu penjadwalan penyelesaian proyek yaitu dengan menggunakan metode analisis CPM dengan alasan bentuk dari jaringan kerja atau network planning dapat diketahui beserta kegiatan-kegiatan yang berada pada jalur kritis, dan juga dapat diketahui waktu yang lebih efisien dalam pengerjaan proyek ini. Berdasarkan analisis network planning dengan menggunakan metode CPM, didapatkan rangkaian kegiatan pekerjaan yang termasuk kedalam jalur kritis dan hasil evaluasi menunjukkan bahwa proyek dapat diselesaikan selama 104 bulan kemudian dilakukan percepatan dengan menggunakan metode CPM kembali maka proyek dapat dipercepat waktu penyelesaiannya menjadi 89 bulan. Sehingga proyek memiliki efisiensi waktu sebesar 15% pada waktu normal. Hal ini berarti jika menggunakan metode network planning dapat mempersingkat waktu pengerjaan proyek sehingga pengerjaan pembangunan Bendungan Lau Simeme Kab. Deli Serdang ini dapat mencapai hasil yang optimal.