Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Buletin Utama Teknik

ANALISIS EFEKTIFITAS MESIN PRODUKSI AUTO STRIPPER PADA PRODUK SARUNG TANGAN NITRIL DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS PADA PT. MEDISAFE TECHNOLOGIES Suliawati Suliawati; Wirda Novarika AK; Sakinah Eprilia
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 3 (2023): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin Auto Stripper di PT. Medisafe Technologies menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness, mengetahui nilai faktor six big losses yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE pada mesin Auto Stripper dan melakukan analisis terhadap faktor yang paling berpengaruh untuk dilakukan perbaikan dengan menggunakan cause and effect diagram. Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas mesin yang didasarkan pada 3 faktor yaitu ketersediaan waktu kerja (availability), performa mesin (performance) dan kualitas produk (quality). Diperoleh nilai OEE mesin Auto Stripper di PT. Medisafe Technologies periode Januari-Oktober 2022 yaitu Januari 2022 (94,86%), Februari 2022 (92,52%), Maret 2022 (91,80%), April 2022 ( 84,20%), Mei 2022 (92,92%), Juni 2022 ( 91,46%), Juli 2022 (83,11%), Agustus 2022 (91,34%), September 2022 (93,25%) dan Oktober 2022 (77,99%). Faktor six big losses yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE adalah Idling and Minor Stoppages Losses sebesar 38,44%. Faktor yang paling berpengaruh untuk dilakukan perbaikan dengan menggunakan cause and effect diagram adalah manusia, material, metode, mesin dan lingkungan. Berdasarkan hasil analisis penyebab terjadinya kegagalan yaitu kerusakan mesin, mesin sering breakdown dan teknisi kurang memahami kemampuan mesin, sehingga disarankan untuk lebih memperhatikan kinerja mesin dengan melakukan perawatan mesin secara berkala.
PENGENDALIAN RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE HIRARC DAN 5S DALAM PENEKANAN BIAYA OPRASIONAL DI PT. CITRA SAWIT INDAH LESTARI (PT.CSIL) Jefri Tambunan; Suliawati Suliawati; Luthfi Parinduri
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 3 (2023): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPemilihan Bahan Stabilisasi adalah hal utama yang harus di perhatikan jika kita ingin memperbaiki tanah lempung. Pemilihan Bahan stsbilisasi juga harus di tinjau dari segi ekonimis seperti harga bahan, mudah atau tidak nya bahan itu di peroleh, dan jarak antara bahan teresebut dengan lokasi proyek. Pada penelitian kali ini ada 2 jenis bahan stabilisasi yang di gunakan yaitu Kapur dan Abu Vulkanik. Penelitian ini bermaksud ingin Memperbaiki Tanah lunak/lempung dengan Menambahakan campuran zat adiktifsebagai alternatif masalah terhadap penurunan daya dukung tanah yang rendah. Dan untuk mengetahui perbandingan antara ke dua bahan adiktif yang di gunakan terhadap Perubahan Nilai PI, Perubahan terhadap Uji Pemadatan, dan Nilai kuat Tekan Bebas, dengan presentase Pencampuran bahan yaitu 3%, 6%, 9%, dan 12%. Berdasarkan hasil penelitian di tinjau dari nilai (PI)  dapat disimpulkan bahwa abu vulkanik lebih efektif digunakan sebagai stabilisasi untuk tanah lempung. Hal ini dikarenakan penambahan kadar abu vulkanik akan memperkuat lekatan antara butiran tanah dan air, sehingga tanah tidak mudah pecah ketika diberi tekanan vertikal.