Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Menghitung Distribusi Tekanan Udara dan Gaya Hambat (Drag) Kepala Pesawat Boeing 777-200 Poernomo, Djoko; Sidopekso, Satwiko; Susilo, Tri
Jurnal Spektra Vol 9, No 2 (2010): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesawat terbang akan mengalami beberapa gaya akibat adanya distribusi tekanan udara yang terjadi disekitar pesawat. Salah satu gaya yang bekerja adalah gaya hambat (drag). Distribusi tekanan udara tidak hanya dipengaruhi oleh bentuk dari benda tetapi dipengaruhi sudut serang yang terbentuk antara aliran udara dengan benda dan juga kecepatan aliran udara. Dengan menggunakan terowongan angin Suryadarma Low Speed Tunnel WT-400, dilakukan pengujian terhadap kepala pesawat Boeing 777-200 terhadap perubahan sudut serang dan kecepatan aliran. Sebagai perbandingan dilakukan pula pengujian terhadap dua benda yang berbeda. Kata kunci: Distribusi tekanan udara, gaya hambat.
STUDI PERHITUNGAN EFEKTIVITAS DERATE THRUST ENGINE ROLLS-ROYCE TRENT 700 PADA PESAWAT AIRBUS A330-300 Susilo, Tri; K, Aprilia Sakti; Budiman, Miftha Hudin
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 2, No 2 (2017): JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.849 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v2i2.12

Abstract

Mesin turbin gas sebagai penghasil tenaga dorong bagi pesawat udara harus dioperasikan se-optimal dan se-efisien mungkin, mengingat biaya perawatan engine yang mahal. Pemakaian tenaga dorong (thrust) paling besar adalah pada saat pesawat lepas landas (takeoff) dan terbang menanjak (climb). Pada kedua fase ini biasanya pesawat menghasilkan thrust dengan maksimal, tetapi hal ini berakibat meningkatnya tingkat kelelahan (fatique) dari engine sendiri. Maka kemudian dikembangkan suatu metode yang bisa membatasi kinerja engine agar tidak perlu menghasilkan thrust maksimal (100%), metode ini disebut sebagai Derate Thrust. Dengan demikaian penelitian ini dibuat dengan maksudkan untuk mempelajari, menghitung serta menganalisis seberapa efektif pengguaan derate thurst tersebut, dan yang dijadikan objek penelitian ini adalah metode engine Turbofan Rolls-Royce Trent 700 yang digunakan pada pesawat Airbus A330-300. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perhitungan menggunakan rumus-rumus derate thrust yang di keluarkan langsung oleh pihak manufaktur engine yakni Rolls-Royce, yang selanjutnya akan dilakukan perbandingan dengan data aktual pabrik untuk dianalisa. Hasil dari perhitungan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa hasil penggunaan derate paling efektif pada persentase 14,67. Bisa disimpulkan semakin besar nilai efektivitas yang dihasilkan maka akan semakin kecil kesempatan engine untuk mengalami kerusakan.Kata kunci : derate thrust Rolls-Royce Trent 700, takeoff derate, climb derate, dan effective derate
ANALISIS NUMERIK DISTRIBUSI TEKANAN & KECEPATAN ALIRAN UDARA PADA FUSELAGE B737-9 MAX Susilo, Tri; Rabeta, Bismil; Falah, Fikry
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 4, No 2 (2019): JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.078 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v4i2.313

Abstract

Aerodynamic characteristics can be known by using computational Fluid Dynamics (CFD) methods. This study analyzes the pressure distribution and velocity of air flow on Fuselage B737-9 MAX using the Computational Fluid Dynamics (CFD) method with variations in attack angles of 0o, 15o, 30o and 45o. The results obtained are at 0o attack angle, 15o the difference in speed and pressure is not too significant or normal, while at the attack angle 30o and 45o the difference in speed and pressure is very significant or abnormal because the air flow at that angle experiences turbulence around the fuselage.
STUDI PERHITUNGAN EFEKTIVITAS DERATE THRUST ENGINE CFM56-5B PADA PESAWAT AIRBUS A320-200 Susilo, Tri; K, Aprilia Sakti; Anggoro, Pandu Yugo
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 2, No 2 (2017): JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.665 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v2i2.14

Abstract

Penggunaan gaya dorong secara maksimal secara terus menerus dapat mempersingkat usia mesin pesawat dan juga tentunya akan menambah biaya perawatan pesawat tersebut. Sebuah metode untuk meng-optimalkan pemakaian mesin dengan membatasi kinerja mesin agar mesin tidak bekerja dengan tenaga maksimal dinamakan Derate Thrust. Penelitian ini membahas mengenai perhitungan efektivitas Derate Thrust pada saat  takeoff pada pesawat A320-200 dengan menggunakan engine CFM56-5B pada bulan Januari sampai Maret 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perhitungan yang menggunakan rumus-rumus Derate Thrust yang dikeluarkan oleh pihak manufaktur engine yaitu CFM. Selanjutnya akan dilakukan perbandingan antara data aktual dengan perhitungan manual. Hasil dari perhitungan manual efektivitas Derate Thrust untuk PK-A1, PK-A2, dan PK-A3 selama bulan Januari sampai Maret 2016 tertinggi yaitu pada bulan Februari sebesar 25.559% dengan EGT 699 0C pada pesawat PK-A1. Berdasarkan hasil tersebut maka temperature berbanding terbalik dengan effektivitas Derate Thrust dan temperature merupakan faktor penting dalam pengoperasian Derate Thrust
ANALISIS LINTASAN TERBANG ROKET MODEL SATU TINGKAT DENGAN BERBANTUAN PERANGKAT LUNAK Susilo, Tri; Widodo, Aris
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.285 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v5i1.417

Abstract

Makalah ini menjelaskan tentang perhitungan dan menganalisa lintasan terbang roket model satu tingkat dengan menggunakan komputerisasi atau perangkat lunak sebagai salah satu alat analitik. Adapun perangkat lunak yang digunakan adalah Visual Basic 6.0 untuk menganalisis lintasan terbang motor roket berbahan bakar padat dan MatCad 2000 untuk mendapatkan gambaran kedudukan dan riwayat roket terhadap ketinggian. Analisis perhitungan yang dilakukan meliputi ketinggian terbang maksimum, kecepatan terbang, kedudukan roket dan perhitungan mengenai perbandingan massa, kecepatan pancar gas, impuls total, kecepatan pancar gas efektif dan spesifik impuls pada berbagai ketinggian. Kesimpulan yang diperoleh adalah Roket mencapai titik tertinggi (culmination point) di ketinggian 31.589,66 meter dalam waktu 178,13 detik setelah roket mulai diluncurkan. Bagian roket di ketinggian 17.772,49 meter dalam waktu 11.23 detik akan mengalami titik mati dan akan meluncur dengan kecepatan Voff sampai titik puncak (culmination point).
Analisis Strategi Fuel Tankering Pada Rutejakarta-Makassar-Jayapura Untuk Pesawat Boeing 737-800 Dengan Variasi Jumlah Penumpang Mirino, Nathaniel Ericsson; Susilo, Tri; Sakti K, Aprilia
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v2i2.29

Abstract

Biaya konsumsi bahan bakar merupakan salah satu pengeluaran yang cukup besar dalam operasional pesawat udara. Strategi yang bisa digunakan untuk menghemat biaya pengeluaran bahan bakar adalah Fuel Tankering. Strategi ini diterapkan guna memperkecil biayaoperasional dan didasarkan pada perbedaan harga bahan bakar di setiap Bandara keberangkatan dan Bandara tujuan. Penelitian ini akan mempelajari serta menganalisis penerapan strategi fuel tankering dan juga perhitungan terhadap biaya refueling dengan menggunakan beberapa variasi jumlah penumpang. Objek penelitian dikhusukan pada pesawat Boeing 737-800 untuk rute penerbangan CGK-UPG-CGK dan CGK-DJJ-CGK. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa refueling dengan menggunakan strategi fuel tankering dapat dilakukan selama jumlah FLoad tidak menyebabkan pesawat over weight. Diperoleh juga bahwa strategi fuel tankering pada rute terbang CGK-UPG-CGK bisa diterapkan maksimal pada kondisi muatan maximum untuk penerbangan CGK-UPG dan 25% Pax untuk penerbangan kembali UPG-CGK. Dengan kondisi muatan seperti ini, penerapan strategi fuel tankering lebih efektif daripada refueling secara normal dengan nilai rata-rata saving cost sebesar Rp. 18.287.443,89 (9,18%). Sedangkan strategi fuel tankering pada rute terbang CGK-DJJ-CGK bisa diterapkan maksimal pada kondisi muatan 50% Pax untuk penerbangan CGK-DJJ dan maximum payload untuk penerbangan kembali DJJ-CGK. Dengan kondisi muatan seperti ini, penerapan strategi fuel tankering lebih efektif daripada refueling secara normal dengan nilai rata-rata saving cost sebesar Rp. 4.103.411,16 (0,93%).
ANALISIS EFEKTIVITAS FLIGHT OPERATION QUALITY ASSURANCE (FOQA) TERHADAP PENINGKATAN KESELAMATAN PENERBANGAN MARSA, JAYARDI MAULANA; SUNGKONO, SUNGKONO; WIDANA, IDK KERTA; SUSILO, TRI; ARDIANTO, YUNUS
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In 2008, the International Civil Aviation Organization (ICAO), an international aviation authority under the United Nations (UN), amended the aviation safety document. The substance of the amendment was to introduce Flight Operation Quality Assurance (FOQA) as a tool that is a development of the Safety Management System (SMS). The main purpose of FOQA is to collect and process technical data on a flight, measure risks, and estimate possibilities that could jeopardize the safety of a flight. In Indonesia, FOQA has begun to be applied to several flight operators, and one of them is PT XXX. The level of flight safety can be calculated using FOQA. There are a number of events that can be grouped as contributing events of an event and compared to the number of flights in a certain period. The implementation of FOQA can be said to be effective with a significant decrease in the ratio to total flight value from 2019 to 2022 by 45,56%.