Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

STUDI PERHITUNGAN EFEKTIVITAS DERATE THRUST ENGINE ROLLS-ROYCE TRENT 700 PADA PESAWAT AIRBUS A330-300 Susilo, Tri; K, Aprilia Sakti; Budiman, Miftha Hudin
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 2, No 2 (2017): JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.849 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v2i2.12

Abstract

Mesin turbin gas sebagai penghasil tenaga dorong bagi pesawat udara harus dioperasikan se-optimal dan se-efisien mungkin, mengingat biaya perawatan engine yang mahal. Pemakaian tenaga dorong (thrust) paling besar adalah pada saat pesawat lepas landas (takeoff) dan terbang menanjak (climb). Pada kedua fase ini biasanya pesawat menghasilkan thrust dengan maksimal, tetapi hal ini berakibat meningkatnya tingkat kelelahan (fatique) dari engine sendiri. Maka kemudian dikembangkan suatu metode yang bisa membatasi kinerja engine agar tidak perlu menghasilkan thrust maksimal (100%), metode ini disebut sebagai Derate Thrust. Dengan demikaian penelitian ini dibuat dengan maksudkan untuk mempelajari, menghitung serta menganalisis seberapa efektif pengguaan derate thurst tersebut, dan yang dijadikan objek penelitian ini adalah metode engine Turbofan Rolls-Royce Trent 700 yang digunakan pada pesawat Airbus A330-300. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perhitungan menggunakan rumus-rumus derate thrust yang di keluarkan langsung oleh pihak manufaktur engine yakni Rolls-Royce, yang selanjutnya akan dilakukan perbandingan dengan data aktual pabrik untuk dianalisa. Hasil dari perhitungan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa hasil penggunaan derate paling efektif pada persentase 14,67. Bisa disimpulkan semakin besar nilai efektivitas yang dihasilkan maka akan semakin kecil kesempatan engine untuk mengalami kerusakan.Kata kunci : derate thrust Rolls-Royce Trent 700, takeoff derate, climb derate, dan effective derate
STUDI PERHITUNGAN EFEKTIVITAS DERATE THRUST ENGINE CFM56-5B PADA PESAWAT AIRBUS A320-200 Susilo, Tri; K, Aprilia Sakti; Anggoro, Pandu Yugo
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 2, No 2 (2017): JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.665 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v2i2.14

Abstract

Penggunaan gaya dorong secara maksimal secara terus menerus dapat mempersingkat usia mesin pesawat dan juga tentunya akan menambah biaya perawatan pesawat tersebut. Sebuah metode untuk meng-optimalkan pemakaian mesin dengan membatasi kinerja mesin agar mesin tidak bekerja dengan tenaga maksimal dinamakan Derate Thrust. Penelitian ini membahas mengenai perhitungan efektivitas Derate Thrust pada saat  takeoff pada pesawat A320-200 dengan menggunakan engine CFM56-5B pada bulan Januari sampai Maret 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perhitungan yang menggunakan rumus-rumus Derate Thrust yang dikeluarkan oleh pihak manufaktur engine yaitu CFM. Selanjutnya akan dilakukan perbandingan antara data aktual dengan perhitungan manual. Hasil dari perhitungan manual efektivitas Derate Thrust untuk PK-A1, PK-A2, dan PK-A3 selama bulan Januari sampai Maret 2016 tertinggi yaitu pada bulan Februari sebesar 25.559% dengan EGT 699 0C pada pesawat PK-A1. Berdasarkan hasil tersebut maka temperature berbanding terbalik dengan effektivitas Derate Thrust dan temperature merupakan faktor penting dalam pengoperasian Derate Thrust
ANALISIS KONSEP CIRCULAR AIRPORT UNTUK WILAYAH KEPULAUAN INDONESIA Franciscus, Freddy; Kusumalestari, Aprilia Sakti
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.093 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v5i1.419

Abstract

Konsep Circular Airport, yang dikemukakan oleh Hessellink pada tahun 2014, menimbulkan perdebatan dan perbedaan pendapat para ahli bandara. Sampai sekarang proyek ini masih berjalan. Tulisan ini membuat analisa awal tentang penerapan konsep circular airport di daerah Kepulauan Indonesia. Membangun bandara di area terbatas merupakan tantangan besar. Pengembangan beberapa rute perintis yang menghubungkan daerah-daerah terpencil dengan pesawat kecil terus dilakukan. Tantangan lain dalam membangun bandara adalah kelestarian lingkungan. Konsep circular airport diharapkan bisa menjadi solusi yang tepat untuk daerah Kepulauan Indonesia. Pembahasan mencakup analisa teknis dan safety terkait desain bandara, karakteristik pesawat terbang, Air Traffic Management [ATM} dan juga analisa tentang lingkungan dan populasi daerah yang akan dikembangkan.
On Developing the Noise Reduction Model for Indonesian Aviation Aprilia Sakti Kusumalestari; Santoso Sukirno; Muhammad Suryanegara; Harry Sudibyo
AVIA Vol 1, No 1: (Dec, 2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47355/avia.v1i1.9

Abstract

Aircraft noise exposure is still one of many abandoned pollution problems in Indonesia. The effects on human life have been studied more thoroughly in Europe and other regions. We review how some efforts have been implemented and how others must be further developed to support an integrated solution. Following several studies on noise exposure effects in Indonesia, future research must take part in reducing these effects. Indonesian research on noise reduction should follow the track of international research to develop sustainability and protect human capital. This paper reports the developing work aims for building a noise reduction model in the field of Indonesian aviation
Prediksi Kebisingan Airframe Pesawat Terbang Dengan Aplikasi Ffowcs Williams And Hawkings Equation Aprilia Sakti Kusumalestari; Harry Sudibyo; Santoso Soekirno
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.69 KB)

Abstract

Untuk mereduksi kebisingan dari airframe pesawat terbang, dilakukan pemodelan dengan prediksi pendekatan. Aplikasi Ffowcs Williams and Hawkings Equation (FWH) adalah salah satu pendekatan teoritis yang dapat dilakukan. Jika sudah ada suatu simulasi aerodinamika dari suatu bentuk dan kondisi airframe suatu peaswat, aplikasi persamaan tersebut akan mengintervensi model simulasi aerodinamika yang sudah ada. Parameter simulasi aerodinamika airframe pesawat terbang terdiri dari kerapatan fluida, kecepatan aliran, distribusi tekanan, dan turbulensi. Tulisan ini menganalisis kesesuaian data simulasi aerodinamika suatu airframe pasawat terbang, dengan persamaan FWH. Hasil analisis akan menjadi referensi dalam penggunaan persamaan FWH untuk diaplikasikan pada simulasi aerodinamika airframe pesawat terbang untuk memprediksi kebisingan. Parameter yang digunakan pada pemodelan dengan aplikasi persamaan FWH mencakup semua parameter aerodinamika, r, v, p, dan komponen turbulensi, dengan merepresentasikan radiasi kebisingan oleh sumber getaran yang menjalar dalam bentuk monopole, dipole, dan quadrupole. Dan dengan menganalogikan aplikasi persamaan serupa untuk simulasi jet noise, maka disimpulkan metode ini dapat dilakukan untuk simulasi aerodinamika airframe pesawat terbang.
PEMODELAN MATEMATIKA UNTUK OPTIMASI PEMELIHARAAN/PRODUKSI KOMPONEN INDUSTRI (SEBUAH KAJIAN) Aprilia Sakti K.
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 1 (2012): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v1i0.688

Abstract

Komponen kritis dalam industri jika tidak diatur secara cermat akan menimbulkan pembengkakan biaya dan kekacauan keadaan. Duffuaa dan Raouf (1989) memberikan pemodelan matematika yang pada tulisan ini dijadikan dasar kajian. Pertama-tama akan dipaparkan definisi dan rumus yang digunakan untuk meminimalkan biaya pemeliharaan/produksi E(tc)|j=n.  Kedua akan dipaparkan definisi dan rumus untuk meminimalkan peluang kegagalan  . Ketiga akan dipaparkan langkah-langkah (dalam algoritma) untuk mengoptimalkan minimasi keduanya dengan batas-batas yang dikehendaki (a dan b ), sehingga pemodelan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. 
ANALISIS KEANDALAN SKIN AIR OUTLET VALVE 22HQ PADA PESAWAT AIRBUS 320 DI MASKAPAI BBB Harun Alrasid; Mufti Arifin; Aprilia Sakti
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v8i2.85

Abstract

Setiap komponen elektronik yang terpasang pada pesawat menghasilkan panas yang harus dikontrol agar setiap komponen elektronik dapat berkerja dengan baik dan menghindari terjadinya panas yang berlebih. Panas yang dihasilkan oleh komponen elektronik pada pesawat Airbus 320 didinginkan oleh sistem Avionic Equipment Ventilation (AEV). Salah satu komponen AEV ialah Skin Air Outlet Valve yang merupakan katup pembuangan udara panas, katup ini harus tertutup ketika terbang dan terbuka ketika pesawat di darat (suhu skin lebih dari 12 derajat celcius). Jika terjadinya kegagalan pada katup utama dan terbuka ketika pesawat terbang, maka sistem pressurization akan terganggu dan menyebabkan operational interruption seperti Rejected Take-Off (RTO), In-Flight Turn Back (IFTB), Return To Apron (RTA) dan bahkan Aircraft On Ground (AOG).  Perlunya analisis keandalan serta menentukan langkah-langkah yang tepat agar operational interruption dapat diminimalisir. Dengan menggunakan metode perhitungan Alert Level, MTBUR, serta metode Root Cause Analysis (RCA), didapatkan hasil grafik CURR yang melebihi batas AL pada bulan Mei 2022 dan nilai tertinggi MTBUR adalah 9935,63 FH dan nilai terendahnya adalah 5672,26 FH. Terlihat MTBUR dari SAOV maskapai BBB berada dibawah dari MTBUR worldwide dan guarantine MTBUR. Hasil dari perbandingan ini memperlihatkan keandalan dari komponen SAOV yang buruk. Faktor utama penyebab gagalnya Skin Air Outlet Valve (SAOV) menutup saat penerbangan berlangsung diketahui adanya beberapa kesalahan yang disebabkan oleh faktor kelalaian dan prosedur yang kurang detail. Adapun tindakan korektif yang dilakukan seperti penambahan prosedur pemeriksaan dan catatan pada dokumen MEL, merekomendasikan overhaul setiap 7000 FH dan rekomendasi untuk setiap engineer yang melakukan perawatan supaya mengikuti langkah-langkah pada AMM. 
Analisis Strategi Fuel Tankering Pada Rutejakarta-Makassar-Jayapura Untuk Pesawat Boeing 737-800 Dengan Variasi Jumlah Penumpang Mirino, Nathaniel Ericsson; Susilo, Tri; Sakti K, Aprilia
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v2i2.29

Abstract

Biaya konsumsi bahan bakar merupakan salah satu pengeluaran yang cukup besar dalam operasional pesawat udara. Strategi yang bisa digunakan untuk menghemat biaya pengeluaran bahan bakar adalah Fuel Tankering. Strategi ini diterapkan guna memperkecil biayaoperasional dan didasarkan pada perbedaan harga bahan bakar di setiap Bandara keberangkatan dan Bandara tujuan. Penelitian ini akan mempelajari serta menganalisis penerapan strategi fuel tankering dan juga perhitungan terhadap biaya refueling dengan menggunakan beberapa variasi jumlah penumpang. Objek penelitian dikhusukan pada pesawat Boeing 737-800 untuk rute penerbangan CGK-UPG-CGK dan CGK-DJJ-CGK. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa refueling dengan menggunakan strategi fuel tankering dapat dilakukan selama jumlah FLoad tidak menyebabkan pesawat over weight. Diperoleh juga bahwa strategi fuel tankering pada rute terbang CGK-UPG-CGK bisa diterapkan maksimal pada kondisi muatan maximum untuk penerbangan CGK-UPG dan 25% Pax untuk penerbangan kembali UPG-CGK. Dengan kondisi muatan seperti ini, penerapan strategi fuel tankering lebih efektif daripada refueling secara normal dengan nilai rata-rata saving cost sebesar Rp. 18.287.443,89 (9,18%). Sedangkan strategi fuel tankering pada rute terbang CGK-DJJ-CGK bisa diterapkan maksimal pada kondisi muatan 50% Pax untuk penerbangan CGK-DJJ dan maximum payload untuk penerbangan kembali DJJ-CGK. Dengan kondisi muatan seperti ini, penerapan strategi fuel tankering lebih efektif daripada refueling secara normal dengan nilai rata-rata saving cost sebesar Rp. 4.103.411,16 (0,93%).
Studi Exciter APU 131-9B Problem pada Pesawat Boeing 737-NG dengan Menggunakan Metode Fault Tree Analysis M. Alvin Yulizar; Tri Susilo; Aprilia Sakti K
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v2i1.200

Abstract

Mengacu pada defect report terdapat beberapa kasus kerusakan komponen Auxiliary Power Unit (APU). Salah satu komponen APU yang rusak adalah exciter. Exciter adalah salah satu bagian dari generator yang berfungsi sebagai penguat arus listrik. Banyak faktor yang menyebabkan kerusakan exciter sehingga banyak cara yang dilakukan untuk pencegahannya. Metode yang digunakan untuk mencari kemungkinan penyebab kerusakan dan persentase dari faktor penyebab kerusakan tersebut dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA). Fault Tree Analysis adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi resiko yang berperan terhadap terjadinya kegagalan. Metode ini dilakukan dengan pendekatan yang bersifat top down, yang diawali dengan asumsi kegagalan atau kerugian dari kejadian puncak (Top Event) kemudian merinci sebab-sebab suatu Top Event sampai pada suatu kegagalan dasar (root cause). Hasilnya adalah terdapat 10 faktor penyebab kerusakan dengan metode analisa kualitatif dan mendapat angka 0,364 kemungkinan terjadinya dengan metode analisa kuantitatif.
Rancang Bangun Alat Pencuci untuk Kompresor Mesin Arriel 1S1 pada Helikopter Sikorsky S-76 Di PT. XYZ Silalahi, Sanggam Tuani; Tri Susilo; Aprilia Sakti K
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v2i1.201

Abstract

Sebagai perusahaan penyewaan helikopter, PT. XYZ diwajibkan melaksanakana positioning flight ke berbagai tempat/ bandar udara. Mayoritas konsumen PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri minyak bumi dan gas yang beroperasi di remote area. Dalam melaksanakan positioning flight ke remote area memerlukan waktu beberapa hari karena jarak yang jauh dan daya jelajah yang terbatas dari helikopter Sikorsky S-76 dan juga melewati atmosfir korosif. Pada panduan perawatan mesin Arriel 1S1, jika mesin beroperasi di kondisi atmosfir korosif diharuskan melaksanakan perawatan rinsing pada mesin setelah penerbangan terakhir pada hari tersebut. PT. XYZ harus mempersiapkan alat pencuci kompresor untuk mesin dibeberapa bandar udara tempat helikopter bermalam. Hal ini menyebabkan biaya tambahan untuk penyewaaan maupun pengiriman alat tersebut. Tujuan dirancangnya alat pencuci untuk kompresor mesin adalah: untuk mengurangi biaya tambahan penerbangan dari penyediaan alat tersebut. Hasil perhitungan: dibutuhkan tangki stainless steel 304 dengan ketebalan 1,5 mm, pipa flexible PVC dengan ketebalan 2,75 mm dan pompa torak diaphragm (memiliki kemampuan self-priming) dengan daya 60 watt (12 vdc, 5 A)   – As a air charter company, PT. XYZ required to carry out positioning flights to different places/ airports. The majority of PT. XYZ consumers are oil and gas company which operating in remote areas. Performing positioning flight to the remote areas take several days because of the distance, Sikorsky S-76 helicopter endurance and also passes the saline atmosphere. In the Arriel 1S1 engine maintenance manual, if the engine is operated in a saline atmosphere required to carry out engine rinsing  after the last flight of the day. PT. XYZ must prepare engine compressor washer in some airports where the helicopter remain overnight. This leads to additional costs for rent and delivery of the equipment. The purpose of designed engine compressor washer are: to reduce the additional costs from the provision of the equipment. The results of calculations: it needs stainless steel 304 tank with a thickness of 1.5 mm, flexible PVC pipe with a thickness of 2.75 mm and the piston diaphragm pump (has the ability to self-priming) with a power of 60 watts (12 vdc, 5 A)