Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PKM PENGENALAN PENTINGNYA PERAN DIGITAL DALAM MENGENALKAN WISATA BUDAYA DAN WISATA RELIGI KASUNYATAN BANTEN Munawaroh Munawaroh; Alamsyah Suhendi; Putri Putri; Bela Safitri; Alfin Nadiyah; Sandi Mulyadi
JIPAM : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): JIPAM : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.695 KB) | DOI: 10.55883/jipam.v2i1.36

Abstract

Digital transformation forces us to grow differently, all sectors of human life are influenced by it ranging from business, education, even in the tourism sector, it cannot be separated from digitalization. This concept is increasingly being discussed due to the Covid-19 condition, which encourages the acceleration of the digital transformation process. Introducing Indonesia through the tourism sector to attract tourists both nationally and internationally will have an impact on the community's economy. The diversity of tourist destinations in Indonesia as a heritage such as culture, nature and also artificial tourism. Indonesia has a cultural diversity spread across 37 provinces. Each tribe and region has a different cultural diversity, influenced by different geographical conditions, regions of origin and historical and religious backgrounds. This is the uniqueness and attraction of cultural and religious tourism in Indonesia. This is the uniqueness and attraction of cultural and religious tourism in Indonesia. Banten is one of the regions on the island of Java has many uniqueness and attractions to be developed into cultural and religious tourist destinations. Banten as the first area visited by Dutch colonists when they first came to Indonesia made this area cultured with culture and various Dutch heritage buildings. This adds to the distinctive cultural diversity owned by the people of Banten. Kaibon Palace, Panembahan Pangeran Ariya Mandalika, Sulthon Abul Mafakhir Mahmud Abdul Qodir (Walnut), Panembahan Abul Ma'ali, Great Mosque of Kasunyatan, Great Mosque of walnut Sultanate are cultural and religious tourism into an acculturation of local culture and Hindu-Buddhist. The history of the entry and development of Islam in Banten, then Banten has the potential to be developed into cultural and religious tourism. This devotion uses a descriptive qualitative method with a multi-disciplinary approach on the grounds that tourism is part of a very complex culture. The purpose of devotion is to get an overview of tourist and religious destinations in Banten
PENINGKATAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PROGRAM POHON LITERASI KKM UNIBA 07 NYAPAH Sabrina Puspita Sari; Bela Safitri; Mirna Amelia; Hasna Zhafira; Rizqi Fitrianti
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/vgxg2306

Abstract

Minat baca merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kemampuan literasi siswa sekolah dasar, sehingga diperlukan kegiatan yang dapat membangun kebiasaan membaca secara menarik dan interaktif. Kegiatan ini berfokus pada penerapan Program Pohon Literasi sebagai upaya meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar di SDN Nyapah 3, Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UNIBA 07 Nyapah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan minat baca siswa sekaligus membantu siswa mengenal dan menambah kosakata baru melalui kegiatan literasi sederhana. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penerapan media Pohon Literasi berbentuk pohon pada dinding kelas, dengan kegiatan menempelkan satu kata baru pada pagi hari sebelum pembelajaran dan satu kata setelah pembelajaran selesai. Data kegiatan diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap partisipasi, antusiasme, keterlibatan, serta kebiasaan siswa dalam mengenal dan membaca kata-kata baru selama program berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Program Pohon Literasi mendorong siswa untuk lebih aktif mengenal dan membaca kata-kata baru serta menciptakan kebiasaan mencari, mengenali, dan mengingat kosakata baru. Kesimpulannya, Program Pohon Literasi dapat menjadi media pembelajaran sederhana dan interaktif yang mendukung peningkatan minat baca dan pengembangan kosakata siswa sekolah dasar.