Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS RESIKO BAHAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) ALAT BERAT PADA PROYEK TRAIN LOADING STATION 6 DAN 7 SUMATERA SELATAN Revita Wulandari; Septia Dwi Cahyani; Yusup Saktiawan
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 5 No. 02 (2026): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v5i02.2567

Abstract

This study aims to analyze OHS hazard risks associated with heavy equipment operations at Train Loading Station Projects 6 and 7 in South Sumatra. This study employed a descriptive design with a qualitative approach. The research subjects consisted of 10 selected participants. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and document review. Risk analysis was conducted using the HIRADC approach, which includes hazard identification, risk assessment, and risk control, based on the OHS guidelines implemented at the project site.The results indicate that multiple hazards are associated with heavy equipment operations, including being struck by equipment, caught-in/between incidents, being hit by falling materials, and equipment overturning. The identified risk levels ranged from moderate to high, influenced by unsafe acts and unsafe working conditions. Recommended risk control measures include the implementation of the hierarchy of controls, such as engineering improvements, enhanced supervision, OHS training, and consistent use of personal protective equipment (PPE).
Efektivitas Penggunaan Perasan Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius) terhadap Kematian Larva Aedes Aegypti Maria Asti Milla; Septia Dwi Cahyani; Beni Hari Susanto
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v6i1.2970

Abstract

Latar belakang: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit endemis yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Upaya pengendalian vektor yang berkelanjutan perlu dikembangkan, salah satunya melalui pemanfaatan insektisida nabati dari tanaman lokal seperti daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perasan daun pandan wangi terhadap kematian larva Aedes aegypti. Metode: Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan rancangan acak lengkap. Perlakuan terdiri dari dua konsentrasi perasan (50% dan 75%) serta kontrol negatif. Setiap perlakuan diulangi sebanyak lima kali pengulangan, menggunakan sepuluh ekor larva dalam setiap perlakuan, dan dilakukan pengamatan pada waktu kontak 1, 5, dan 9 jam. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan dengan nilai p = 0,016. Konsentrasi 75% menghasilkan tingkat kematian larva tertinggi dan berada pada subset yang berbeda dengan konsentrasi 50%, menunjukkan bahwa efektivitas meningkat seiring peningkatan konsentrasi. Efektivitas ini didukung oleh kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang bersifat toksik terhadap larva. Kesimpulan: Perasan daun pandan wangi terbukti efektif sebagai alternatif larvasida nabati terhadap larva Aedes aegypti. Kata kunci: Daun pandan wangi (Pandanus Amaryllifolius), Insektisida alami, Larva aedes aegypti
Efektivitas Penggunaan Daun Catnip (Nepeta Cataria) sebagai Alternatif Insektisida pada Kecoa Amerika (Periplaneta Americana) Rambu Tiga Aha; Irfany Rupiwardani; Septia Dwi Cahyani
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v6i1.2977

Abstract

Latar Belakang : Kecoa Amerika (Periplaneta Americana) merupakan salah satu vektor mekanis yang berperan dalam penyebaran penyakit, seperti diare dan tifus. Penggunaan insektisida sintetis untuk pengendalian populasi kecoa telah menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain resistensi hama, pencemaran lingkungan, serta risiko toksisitas terhadap manusia dan hewan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif insektisida berbasis bahan alam yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas serbuk daun catnip (Nepeta Cataria) sebagai insektisida nabati terhadap kematian kecoa Amerika. Metode : Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan true experiment. Sampel berjumlah 90 ekor kecoa yang dibagi dalam tiga kelompok perlakuan: kontrol, 10 gram, dan 20 gram serbuk daun catnip, masing-masing dengan tiga kali pengulangan. Data diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap jumlah kecoa yang mati setelah paparan selama 3, 6, dan 9 jam. Analisis data menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan, dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui dosis yang paling efektif. Hasil : Hasil menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) antara kelompok perlakuan. Dosis 20gr menghasilkan kematian terbanyak (rata-rata 8 ekor) setelah 9 jam, secara signifikan berbeda dibandingkan dosis 10gr. Kesimpulan : Kesimpulannya, serbuk daun catnip efektif sebagai insektisida nabati, dengan dosis 20gr memberikan hasil optimal (60% mortalitas). Efektivitas ini didukung oleh kandungan nepetalactone, saponin, dan minyak atsiri yang bekerja sebagai racun saraf dan repelan terhadap kecoa.
Hubungan Perilaku dan Faktor Internal Paramedis dengan Kepatuhan pada SOP Pengelolaan Limbah Medis di RSUD Waru Pamekasan Afriyani Noviyana; Tiwi Yuniastuti; Septia Dwi Cahyani
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6263

Abstract

The amount of medical waste generated by healthcare facilities is increasing, due to the increasing number of hospitals, health clinics, health laboratories, and other treatment centers. Improper medical waste management can compromise the health and safety of patients and healthcare workers, necessitating medical waste management in accordance with applicable SOPs. This study generally aims to analyze the relationship between paramedic behavior and internal factors and compliance with SOPs for medical waste management at Waru Pamekasan Regional Hospital. This study was a quantitative cross-sectional design, with a population of 49 and a sample of 44 individuals obtained through simple random sampling. Univariate and bivariate analyses were used, with statistical tests using Chi-Square. The results indicate a relationship between paramedical attitudes and compliance with medical waste management SOPs. There was no relationship between paramedical knowledge, age, length of service, and education level with compliance with medical waste management SOPs at Waru Pamekasan Regional Hospital. It can be concluded that there is a relationship between paramedical attitudes and compliance with medical waste management SOPs. There was no relationship between paramedic knowledge, age, length of service, and education level with compliance with medical waste management SOPs at Waru Pamekasan Regional Hospital. Therefore, regular training on medical waste management SOPs, internal supervision, and the implementation of rewards and punishments are needed to improve paramedic compliance with medical waste management SOPs.