Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Minuman Kesehatan Berbahan Baku Hasil Pertanian Lokal di Desa Pulau Semambu Indah Solihah; Shaum Shiyan; Laida Neti Mulyani; Viva Starlista
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7 No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.749 KB) | DOI: 10.30653/002.202274.160

Abstract

PULAU SEMAMBU VILLAGE COVID 19 PREVENTION TRAINING ON LOCAL AGRICULTURAL HEALTH DRINK. The growing epidemic of COVID-19 poses a significant problem for the government and the population. Among the several measures used to avoid infection is the consumption of nutritious meals and beverages that boost the body’s immunity. Based on the results of the site survey; ginger, turmeric, lime, and pineapple are four antioxidant-rich plants that grow in Pulau Semambu Village. Turmeric contains curcumin, ginger contains shogaol and gingerol, and limes have high in vitamin C, those compounds play a vital function as an antioxidant and immunostimulant. Bromelain is an enzyme found in pineapple that can enhance the absorption of curcumin molecules. The activity was conducted utilizing lecture and live demonstration, discussion, and a pre- and post-test to assess participant knowledge. According to the hedonic test, syrup is considered acceptable. Based on the results of the test, it was found that participant’s knowledge had increased. The public knowledge of the COVID-19 transmission process has increased to 100%, 96% of respondents understand the causes of COVID-19, 96% of respondents understand the symptoms of COVID-19, and 92% of respondents understand how to prevent COVID-19. The community’s knowledge of herbal use also increased, 100% of respondents understand the sorts of herbs that can be used to prevent COVID-19, 72% of respondents understand how to process these herbs, and 92% of respondents understand how to prepare these herbs.
Analisis Perbandingan Efektivitas Pengelolaan Manajemen Apotek Menggunakan SIMA dan GPOS di Apotek Harka Farma Viva Starlista; Rafisya Deta Paralika Putri; Alinda Tania; Cindy Marseli
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53402

Abstract

Digitalisasi manajemen apotek dan manajemen farmasi menjadi kebutuhan strategis bagi apotek skala kecil yang masih bergantung pada pencatatan manual, yang berdampak pada efisiensi kerja, akurasi data, dan kelancaran pelaporan. Sistem digital seperti SIMA dan GPOS hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan farmasi dan layanan pasien. Tujuan penelitian ini menganalisis dan membandingkan efektivitas SIMA berbasis mobile dan GPOS dalam mendukung pengelolaan manajemen apotek dan manajemen farmasi di Apotek Harka Farma. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner HOT-Fit untuk menilai aspek Human, Organization, dan Technology. Hasil kedua sistem efektif, namun SIMA lebih unggul dalam integrasi real-time, efisiensi transaksi, dan akurasi data. SIMA menunjukkan kinerja lebih baik pada aspek Organization dan Technology, sedangkan GPOS lebih unggul pada aspek Human. Kesimpulan SIMA direkomendasikan sebagai sistem utama untuk apotek skala kecil karena lebih mampu mendukung efisiensi operasional, akurasi pengelolaan, serta kualitas manajemen farmasi dibandingkan GPOS.
Medication Therapy Management pada Penyakit Kronis di Layanan Primer: Kajian Pustaka Kualitatif-Deskriptif tentang Proses dan Luaran Klinis Viva Starlista
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 4 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i4.5514

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kualitatif deskriptif proses dan luaran klinis Medication Therapy Management pada penyakit kronis di layanan primer berdasarkan hasil studi pustaka. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka terhadap literatur akademik yang relevan dan mutakhir. Data dikumpulkan melalui penelusuran dan analisis dokumen ilmiah yang membahas implementasi MTM, peran farmasis dalam tim interdisipliner, serta dampaknya terhadap pengelolaan penyakit kronis. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan identifikasi tema, reduksi data, kategorisasi konsep, dan sintesis temuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa MTM di layanan primer secara konsisten melibatkan proses inti berupa telaah obat komprehensif, perencanaan terapi individual, edukasi pasien, tindak lanjut terstruktur, dan deprescribing, yang berkontribusi pada perbaikan kontrol klinis, peningkatan kepatuhan, pengurangan masalah terkait obat, serta potensi efisiensi sistem pelayanan kesehatan. Temuan ini menegaskan bahwa MTM berperan penting dalam menjawab tantangan polifarmasi dan multimorbiditas pada penyakit kronis melalui pendekatan kolaboratif dan berpusat pada pasien. Secara keseluruhan, kajian ini berkontribusi dalam memperkuat landasan konseptual dan praktis MTM sebagai strategi penting dalam pengembangan pelayanan kesehatan primer dan dapat menjadi rujukan bagi praktik klinis, kebijakan, serta penelitian lanjutan di bidang manajemen terapi obat.