Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analsisis Kausalitas Efek Samping Obat (ESO) pada pasien Rawat Inap Bangsal Penyakit Dalam RS Akademik UGM Yogyakarta Marseli, Cindy; Ikawati, Apt., Zullies; Yasin, Nanang Munif
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.96130

Abstract

Efek Samping Obat (ESO) merupakan salah satu bagian dari Drug Related Problems (DRPs) yang menjadi masalah penting dikesehatan masyarakat. ESO menjadi salah satu penyebab utama rawat inap dan penyebab morbiditas kelima di negara-negara maju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kejadian ESO dan tingkat keparahan ESO pada pasien rawat inap di Bangsal Penyakit Dalam. Penelitian ini menggunakan studi observational dengan metode cross sectional. Pengambilan data secara prospektif selama periode Desember 2023 hingga Januari 2024. ESO dinilai kausalitasnya menggunakan algoritma Naranjo. Penelitian ini melibatkan 108 pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Angka kejadian ESO pada penelitian ini sebesar 41 pasien (38,0%) dengan 46 kejadian. Manifestasi ESO paling sering terjadi yaitu respons hipersensitivitas (23,91%), diikuti oleh kejadian hipoglikemia (13,04%) dan hipotensi (13,04%). Kulit dan jaringan subkutan merupakan organ yang paling sering terkena dampak ESO (30,43%), sementara antibiotik sistemik merupakan jenis obat yang paling sering menyebabkan ESO (17,39%). Penilaian kausalitas menggunakan algoritma Naranjo menunjukkan bahwa 78,26% kasus probable dan 21,74% kasus possible dengan tingkat keparahan mild (47,83%) dan moderate (52,17%). Pemantauan kejadian ESO sebagai informasi bagi praktisi kesehatan untuk mewaspadai potensi ESO, meningkatkan pelaporan ESO, dan memantau terapi pasien secara lebih komprehensif.
Analisis Perbandingan Efektivitas Pengelolaan Manajemen Apotek Menggunakan SIMA dan GPOS di Apotek Harka Farma Viva Starlista; Rafisya Deta Paralika Putri; Alinda Tania; Cindy Marseli
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53402

Abstract

Digitalisasi manajemen apotek dan manajemen farmasi menjadi kebutuhan strategis bagi apotek skala kecil yang masih bergantung pada pencatatan manual, yang berdampak pada efisiensi kerja, akurasi data, dan kelancaran pelaporan. Sistem digital seperti SIMA dan GPOS hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan farmasi dan layanan pasien. Tujuan penelitian ini menganalisis dan membandingkan efektivitas SIMA berbasis mobile dan GPOS dalam mendukung pengelolaan manajemen apotek dan manajemen farmasi di Apotek Harka Farma. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner HOT-Fit untuk menilai aspek Human, Organization, dan Technology. Hasil kedua sistem efektif, namun SIMA lebih unggul dalam integrasi real-time, efisiensi transaksi, dan akurasi data. SIMA menunjukkan kinerja lebih baik pada aspek Organization dan Technology, sedangkan GPOS lebih unggul pada aspek Human. Kesimpulan SIMA direkomendasikan sebagai sistem utama untuk apotek skala kecil karena lebih mampu mendukung efisiensi operasional, akurasi pengelolaan, serta kualitas manajemen farmasi dibandingkan GPOS.
Aktivitas Antioksidan dan Antiinflamasi Sungkai (Peronema canescens Jack) dalam Perspektif Gastroproteksi: Kajian Pustaka Tiara Ramadaini; Cindy Marseli; Rafifah Azzahra; Nurfitriyana; Muhammad Andry
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i1.180

Abstract

Ulkus peptikum masih menjadi masalah kesehatan saluran cerna karena berkaitan dengan kerusakan mukosa lambung yang dipengaruhi oleh asam lambung, infeksi Helicobacter pylori, obat antiinflamasi nonsteroid, stres oksidatif, dan inflamasi. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap bahan alam sebagai pendukung gastroproteksi kembali meningkat karena terapi konvensional tetap memiliki keterbatasan, terutama pada penggunaan jangka panjang. Salah satu tanaman yang menarik untuk dikaji adalah sungkai (Peronema canescens Jack), yang secara tradisional telah digunakan masyarakat untuk berbagai keluhan kesehatan dan diketahui mengandung beragam metabolit sekunder. Artikel ini bertujuan menelaah aktivitas antioksidan dan antiinflamasi sungkai serta kaitannya dengan potensi gastroproteksi. Kajian disusun melalui penelusuran literatur dari artikel ilmiah dan dokumen resmi terbitan 2016–2026 yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan sumber terbuka lain yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sungkai memiliki kandungan flavonoid, fenolik, alkaloid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid yang berhubungan dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Kedua aktivitas ini secara biologis mendukung dugaan peran sungkai dalam melindungi mukosa lambung. Namun, bukti gastroprotektif langsung masih terbatas dan data toksisitas belum sepenuhnya konsisten. Dengan demikian, sungkai berpotensi dikembangkan sebagai kandidat bahan alam pendukung gastroproteksi, tetapi masih memerlukan pembuktian praklinik yang lebih kuat dan terstandar.
Manajemen Obat dalam Penyimpanan dan Pemusnahan Untuk Mencegah Keracunan Obat pada Masyarakat di Desa Pulau Semambu Ogan Ilir Viva Starlista; Alinda Tania; Indah Indah; Cindy Marseli; Adinda Putri Maharani; Nabilah Fildzah Shabrina; Rafisya Deta Paralika Putri; Novalista Salsabila; Tiara Rafifa Salsabila
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/p05s1m77

Abstract

Penggunaan obat secara mandiri merupakan kegiatan yang umum terjadi di masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan. Masyarakat melakukan pengobatan secara mandiri dengan membeli obat melalui apotek, warung tanpa konsultasi dengan dokter, atau dengan meminum jamu (Sari, Maulana, & Arnida, 2022). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Pulau Semambu, Kabupaten Ogan Ilir, mengenai manajemen obat dalam penyimpanan dan pemusnahan sebagai upaya pencegahan keracunan obat di rumah tangga. Permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah kurangnya pemahaman terhadap cara penyimpanan obat yang tepat serta pemusnahan obat kedaluwarsa yang aman. Kegiatan dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Farmasi Universitas Sriwijaya melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung yang diikuti oleh 28 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 59,84% meningkat menjadi 92,50% pada posttest. Masyarakat mampu menerapkan cara penyimpanan dan pemusnahan obat sesuai prinsip DAGUSIBU, serta menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan obat yang aman dan bertanggung jawab.
Analisis Efektivitas Tamoxifen Berdasarkan Faktor Klinis, Genetik, dan Kepatuhan Pasien : Literature Review Rizka Maulidiah; Cindy Marseli
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 2 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i2.1151

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara dengan reseptor hormon positif (HR+) merupakan subtipe yang paling banyak ditemukan, dengan terapi endokrin seperti tamoxifen dan aromatase inhibitors (AI) sebagai standar utama pengobatan. Meskipun efektif menurunkan risiko kekambuhan, keberhasilan terapi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk strategi pemberian obat, variasi genetik pasien, resistensi tumor, dan kepatuhan pasien. Polimorfisme gen CYP2D6, hilangnya ekspresi reseptor estrogen, serta ketidakpatuhan akibat efek samping menjadi tantangan utama dalam optimalisasi terapi. Selain itu, pemanfaatan biomarker klinis dan pendekatan pemantauan gejala secara aktif berpotensi mendukung terapi yang lebih efektif dan terpersonalisasi. Ulasan ini bertujuan mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan terapi endokrin pada kanker payudara HR+ sebagai dasar pengembangan strategi penatalaksanaan yang lebih optimal dan terpersonalisasi. Tujuan: Kajian literatur ini bertujuan mengevaluasi secara komprehensif seluruh determinan penentu keberhasilan terapi endokrin guna menyajikan landasan penatalaksanaan kanker payudara yang lebih mutakhir dan terpersonalisasi. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode checklist PRISMA menggunakan database PubMed. Hasil: Kajian menunjukkan bahwa efektivitas tamoxifen dipengaruhi oleh strategi terapi, faktor genetik, status reseptor hormon, biomarker klinis, dan kepatuhan pasien. Strategi kombinasi, pengaturan waktu konsumsi, serta pemantauan gejala aktif dapat meningkatkan keberhasilan terapi, sedangkan resistensi tumor dan ketidakpatuhan pasien menjadi hambatan utama. Kesimpulan: amoxifen efektif sebagai terapi kanker payudara HR-positif, terutama dalam menurunkan risiko kekambuhan. Efektivitasnya dipengaruhi oleh strategi terapi, faktor genetik, dan profil biologis pasien. Strategi peralihan ke AI serta konsumsi pada malam hari dapat meningkatkan keberhasilan terapi, sedangkan polimorfisme CYP2D6 dan hilangnya reseptor estrogen dapat memicu resistensi. Selain itu, rendahnya kepatuhan pasien akibat efek samping menjadi hambatan utama keberhasilan terapi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terapi yang terpersonalisasi melalui pemilihan strategi pengobatan yang tepat, pengujian genetik, dan pemantauan gejala secara aktif untuk meningkatkan kepatuhan pasien.