Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN ROBOT PENDETEKSI AWAL KESEHATAN MANUSIA GUNA MENCEGAH PENULARAN PENYAKIT YANG DITULARKAN LEWAT UDARA Yoghanata Quarta Raffi; Yulian Wardi; Lucas Dewantoro; Abdul Aziz
Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Vol. 15 No. 2 (2022): SAINTEK JURNAL AAL
Publisher : AKADEMI ANGKATAN LAUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1194.058 KB) | DOI: 10.59447/saintek.v15i2.95

Abstract

Penggunaan alat pemeriksaan kesehatan seperti stetoskop, dan termometer memang sudahumum digunakan oleh tenaga medis. Akan tetapi, alat-alat pemeriksaan tersebut masih standalone dalam penggunaannya. Dalam kondisi perkembangan peralatan elektronika saat ini, alatalat pemeriksaan tersebut dapat di integrasikan dalam penggunaanya yaitu dengan membentuksebuah rancangan robot kesehatan. Robot kesehatan ini secara fungsi dapat menggantikantenaga medis dalam menangani pasien pada tahap awal. Sehingga dapat meminimalisir kontaklangsung antara pasien dengan tenaga medis serta menghindari penyebaran penyakit olehpasien, terlebih lagi penyakit bawaan yang bisa ditularkan lewat udara. Robot ini dibekali denganbeberapa sensor kesehatan diantaranya adalah sensor suhu, danse sensor pengukur detakjantung yang sudah terintegrasi dengan mikrokontroler arduino. Robot ini dapat bergerak secaraotomatis yaitu dengan menggunakan sensor ultrasonik. Sensor ini akan medeteksi pasien padajarak tertentu, kemudian robot akan bergerak maju mendekati pasien. Robot akan mengeluarkanhimbauan dan memberikan instruksi prosedur pengecekan kesehatan. Pasien dapat melakukanproses pengecekan kesehatandengan menekan tombol start pada robot. Jika pasien tidakberkenan melakukan pengecekan kesehatan, dapat menekan tombol selesai sehingga programrobot dapat terselesaikan dan robot bergerak ke posisi awal.
Dari Rekrutmen hingga Profesionalisme: Model Manajemen Pendidikan Terpadu untuk Mencetak Prajurit Laut yang Unggul dan Tangguh Lucas Dewantoro; Muhamat Saikhu; Kustianing Sekar Dijastuti
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16179

Abstract

Pendidikan militer matra laut Indonesia menghadapi tantangan peningkatan ancaman maritim global, baik tradisional maupun nontradisional. Institusi pendidikan dituntut mencetak prajurit yang unggul secara teknis, berkarakter, berkepemimpinan adaptif, dan bermental tangguh. Sistem pembinaan prajurit saat ini masih fragmentaris, terlihat dari kesenjangan antara fase rekrutmen, pendidikan dasar, dan penugasan operasional. Penelitian ini merumuskan Model Manajemen Pendidikan Terpadu yang menyinergikan siklus pembinaan prajurit laut, dari rekrutmen hingga pengembangan profesionalisme lanjutan. Melalui pendekatan kualitatif dan studi komparatif model pendidikan angkatan laut di lima negara (Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang, dan Singapura), penelitian ini membedah rekrutmen, kurikulum, pendidikan karakter, dan manajemen karier di TNI Angkatan Laut. Efektivitas model terpadu ini bergantung pada integrasi empat pilar utama: (1) Rekrutmen Berbasis Kompetensi yang menyeimbangkan kapasitas intelektual dan ketahanan psikologis; (2) Kurikulum Adaptif yang menyatukan penguasaan teknologi maritim modern dengan tradisi kebaharian; (3) Pendidikan Karakter Terintegrasi yang mengoptimalkan metode pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan; serta (4) Manajemen Karier Berkelanjutan yang bersendikan sistem meritokrasi. Model ini berpijak pada teori profesionalisme militer Huntington (1957) dan Janowitz (1960), teori modal manusia Becker (1964), serta kerangka evaluasi Kirkpatrick dan Phillips. Implementasi model ini dapat menjadi rujukan institusi pendidikan militer dalam mencetak prajurit laut berintegritas untuk menjaga kedaulatan maritim nasional.