Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengendalian Kualitas Untuk Meminimalkan Kecacatan Produk Ikan Sarden Kaleng Menggunakan Metode Seven Tools Dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Ilham Ramadani; Herdiana Dyah Susanti; Asfarina Hidayah
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 7 No 2 (2024): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v7i2.9225

Abstract

PT. Sumber Yala Samudera merupakan perusahaan bergerak pada bidang industri pengolahan hasil perikanan khususnya di bidang pengalengan ikan sarden, dengan berbagai macam jenis yakni Bantan dan Yamato serta ukuran yang bervariasi yakni 155 gr dan 425 gr. Produk-produk tersebut dipasarkan ke sebagian wilayah indonesia dan sampai ke luar negeri. Dalam memenuhi permintaan pasar PT. Sumber Yala Samudera selalu berusaha menjaga kualitas produksi ikan sarden kaleng. Namun pada kenyataan nya masih ditemukan beberapa penyimpangan/kecacatan pada hasil produksi ikan sarden kaleng khususnya pada produk ikan sarden kaleng ukuran 155 gram. Produk cacat yang dimaksud seperti kaleng mengalami pesok, kembung dan bocor. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kualitas produksi ikan sarden kaleng di PT. Sumber Yala Samudera. Penelitian ini menggunakan metode Seven Tools dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menganalisis proses produksi ikan sarden kaleng ukuran 155 gram. Dalam penelitian ini, 12000 sampel diperiksa selama 20 hari pengamatan, mengungkapkan tiga jenis kecacatan utama: cacat pesok, kembung, dan bocor. Cacat pesok menjadi jenis cacat yang paling sering terjadi dengan 70 kaleng, diikuti oleh cacat bocor 28 kaleng dan cacat kembung 21 kaleng. Kecacatan ini dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan. Analisis menggunakan control chart (P chart) menunjukkan bahwa tidak ada sampel yang keluar dari batas atas kendali (UCL) dan batas bawah kendali (LCL), menunjukkan bahwa proses produksi masih dalam kendali yang baik. Analisis FMEA menemukan bahwa faktor manusia memiliki nilai Risiko Prioritas Angka (RPN) tertinggi (315), diikuti oleh faktor mesin (147), faktor metode (75), faktor lingkungan (18), dan faktor material (18). Temuan ini memberikan wawasan yang berharga untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses produksi ikan sarden kaleng.
Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Baglog Jamur Tiram Sebagai Media Tanam Organik Berbasis Ramah Lingkungan Mellyndha Nurlita Azizah; Asfarina Hidayah; Muhammad Yusuf; Rofiqotul Habibah; Septy Kumala Sari; Erinda Salsa Billa; Tito Tauro Dwi Dewanto; Claudiya Umay Shofi; Hoerol Anam; Endang Suprihatin
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v1i2.537

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mendaur ulang limbah baglog jamur tiram menjadi media tanam ramah lingkungan. Limbah baglog yang tidak dikelola dengan baik menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan yang serius di wilayah Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Selain itu, limbah ini juga menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan solusi inovatif melalui pengolahan limbah baglog menjadi produk yang bernilai ekonomis dan bermanfaat.Pelaksanaan pengabdian dimulai dari tahap persiapan yang melibatkan survei lokasi dan koordinasi dengan mitra. Selanjutnya, tahap pelaksanaan meliputi kegiatan sosialisasi, pelatihan teknis pengolahan limbah, pendampingan, dan evaluasi terhadap produk yang dihasilkan. Kegiatan ini melibatkan kelompok masyarakat setempat yang memiliki usaha budidaya jamur tiram. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah baglog. Selain itu, masyarakat berhasil mengolah limbah menjadi media tanam dengan kualitas yang baik dan potensi pemasaran yang menjanjikan. Disarankan untuk melanjutkan pengabdian dengan studi lebih lanjut terkait efektivitas media tanam dari limbah baglog pada berbagai jenis tanaman serta pengembangan jejaring pemasaran produk. melalui monitoring berkala dan pembentukan kelompok peduli kebersihan kandang.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK KOPI DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DI UMKM KOPI XYZ BANYUWANGI Asfarina Hidayah; Dyah Fitri Ayu Kusniah
Journal of Industrial Engineering & Technology Innovation Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Industrial Engineering & Technology Innovation (JIETI)
Publisher : LENVARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jieti.v4i1.436

Abstract

XYZ Coffee MSME in Banyuwangi is a coffee processing business that still faces product quality problems in the form of defects during the production and packaging processes. This study aims to analyze coffee product quality control using the Seven Tools method in order to identify the dominant types of defects and the factors causing defective products. The methods used in this study include check sheets, histograms, scatter diagrams, control charts, Pareto diagrams, and fishbone diagrams. The results showed that there were two types of product defects, namely broken coffee beans with 232 defects and peeling stickers with 311 defects during the period of September 2025 to January 2026. Based on the Pareto diagram results, the dominant defect was peeling stickers with a percentage of 57.3%, while broken coffee beans accounted for 42.7%. The p-chart calculation results indicated that the production process was still within statistical control limits with a Central Line (CL) value of 0.088. The main factors causing defects originated from human, method, material, and machine aspects, especially in the sticker installation process which was still carried out manually, resulting in less optimal adhesive strength. Therefore, the company needs to improve the sticker installation method, enhance the quality of adhesive materials, improve roasting machine settings, and increase worker accuracy in order to minimize the number of defective products.