Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Identifikasi Gulma Pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guieensis Jacq) Di Afdeling I Kebun Pabatu PTP. Nusantara IV Djaingsastro, Aulia Juanda
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10713

Abstract

Sifat gulma yang berbeda-beda menentukan besarnya persaingan antar gulma dan tingkat kerapatan yang tinggi melibihi ambang kerusakan tanaman, menyebabkan hasil tanaman menurun. Penelitian ini bertujuan untuk jenis-jenis gulma pada tanaman menghasilkan dan yang dominan, penelitian dilaksanakan di afdeling I Kebun Pabatu PTP Nusantara IV dari bulan April – Juni 2022. Penelitian ini menggunakan metode analisis vegetasi tumbuhan bawah menggunakan teknik purposive sampling. Parameter yang diamati yaitu pada Tahun 2013,2016,2018 dengan menggunakan plot besar 60 m dan 20 m sedangkan satu petak plot kecil berukuran 1x1 m yang terdapat 6 plot didalamnya. Data yang akan diukur untuk menduga gulma dominan yang berada pada plot adalah kerapatan, frekuensi, dan dominansi gulma. Pada ketiga tahun tanam terdapat 21 jenis gulma yang terdapat pada 36 petak (plot). Data yang di peroleh Spesies gulma yang mendominasi tumbuh pada areal tanaman kelapa sawit tahun tanam 2013 Cyperus kyllingia dengan INP 33% gulma yang tidak dominan Caladium bicolour dengan INP 2%, pada tahun tanam 2016 gulma yang tumbuh mendominasi Ageratum conyzoides dengan INP 33% gulma yang tidak dominan Phyllanthus urinaria dengan INP 2%, pada tahun 2018 gulma yang tumbuh mendominasi Asystasia intrusa dengan INP 26% gulma yang tidak dominan Brachiaria mutica dengan INP 2%
Assessing Environmental Drivers of the Distribution of the Rare Species Johannesteijsmannia altifrons: a literature review Siregar, Etti Sartina; Djaingsastro, Aulia Juanda
International Journal of Ecophysiology Vol. 7 No. 1 (2025): International Journal of Ecophysiology
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijoep.v7i1.19062

Abstract

Johannesteijsmannia altifrons, a palm species exhibits unique dispersal mechanisms and distribution patterns that are critical to understanding its ecological dynamics. Dispersal has a significant impact on this species' spatial distribution and population dynamics. The distribution is significantly influenced by altitude, which affects its growth and habitat suitability. Publications and references in this analysis came from scientific articles published in bibliographic databases such as Scopus and Google Scholar. The keyword search used was “Johannesteijsmannia altifrons”. The authors examined the literature related to the subject of the systematic review, assessed methodological rigor, analyzed the results being reported in the selected studies. Condensed and organized the data before incorporating the findings into a comprehensive systematic review in narrative form. The distribution of J. altifrons in Indonesia is mainly in the Sumatra region, especially in the Northern and Central parts of the island. Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Bukit Bungkuk Nature Reserve Forest and the surrounding lowland forests are good habitats. This species has habitat suitability at range elevations 20-500 meters (asl), very steep slopes (≥ 45%). Optimal growth occurs under tree canopies, which provide the necessary shade for the plant to thrive. This suggests a specific habitat preference that influences its distribution
Kepadatan Mikroalga Mixculture Pada Media POME Skala Laboratorium Djaingsastro, Aulia Juanda; Manurung, Saroha; Maisarah; Dian, Rahmad; Machrizal, Rusdi
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 4 (2025): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i4.18891

Abstract

This study aims to analyse the density of microalgae mixculture cultivated in POME media with varying concentrations and to evaluate the effect of POME concentration on microalgae growth. Microalgae mixculture was cultivated in POME media with three concentration variations, namely 10%, 20%, and 30%. Cultivation was carried out for 15 days with cell density observations every three days using a haemocytometer. The results showed that microalgae density increased over time in all treatments. A POME concentration of 30% produced the highest microalgae density at each observation time, with a maximum density of 12,564 cells/ml on the 15th day, followed by concentrations of 20% and 10% at 11,980 cells/ml and 10,080 cells/ml, respectively. These results indicate that an increase in POME concentration has a positive effect on the growth of microalgae mixculture within the concentration range used. Microalgae density increased with cultivation time in all treatments. A 30% POME concentration resulted in the highest microalgae density, indicating that the higher nutrient availability in POME supports microalgae growth. Thus, POME has the potential to be utilised as an alternative medium for microalgae cultivation as well as an effort to manage palm oil industry wastewater.
Evaluasi Kontribusi Vegetasi Penutup Tanah Terhadap Mitigasi Emisi Karbon Di Perkebunan Kelapa SawitT Sakira Regina Putri; Djaingsastro, Aulia Juanda
Mathematical and Data Analytics Vol. 2 No. 2 (2025): Article Research Desember 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Alkhwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/mda.v2i2.7796

Abstract

Vegetasi penutup tanah (VPT) berperan penting dalam mendukung perkebunan kelapa sawit berkelanjutan melalui kemampuannya dalam meningkatkan simpanan karbon tanah dan menekan emisi karbon. Penelitian ini bertujuan mengkaji kontribusi vegetasi penutup tanah terhadap mitigasi emisi karbon di perkebunan kelapa sawit menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan terhadap publikasi ilmiah yang membahas hubungan antara jenis vegetasi penutup tanah, kandungan karbon tanah, dan pengelolaan lahan kelapa sawit. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penggunaan vegetasi penutup tanah seperti Mucuna bracteata, Pueraria javanica, dan jenis leguminosa lainnya berkontribusi dalam meningkatkan karbon organik tanah, memperbaiki kualitas dan kesuburan tanah, menekan erosi, serta mengurangi kebutuhan input kimia. Secara keseluruhan, vegetasi penutup tanah berpotensi menjadi salah satu strategi mitigasi emisi karbon yang efektif dalam sistem perkebunan kelapa sawit.
Integrasi Pengetahuan Ekologi Tumbuhan dengan Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sawit Berkelanjutan Saragih, Sri Pauja; Djaingsastro, Aulia Juanda
Mathematical and Data Analytics Vol. 2 No. 2 (2025): Article Research Desember 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Alkhwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/mda.v2i2.7802

Abstract

Keberlanjutan pengelolaan kelapa sawit merupakan persoalan sosial-ekologis yang melibatkan interaksi kompleks antara komponen biofisik dan sosial di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi pengetahuan ekologi tumbuhan dan kearifan lokal dalam pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan melalui pendekatan systematic literature review yang disusun secara analitik. Berbeda dengan kajian terdahulu yang cenderung bersifat deskriptif dan menempatkan dimensi ekologi serta sosial secara terpisah, penelitian ini menekankan analisis hubungan antar komponen sebagai satu sistem yang saling berinteraksi. Proses penelaahan dilakukan dengan menyeleksi dan menganalisis literatur relevan untuk mengidentifikasi pola relasi yang berulang antara fungsi ekologi tumbuhan dan mekanisme pengaturan sosial berbasis kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberlanjutan pengelolaan kelapa sawit tidak dapat dipahami sebagai konsekuensi dari penerapan satu pendekatan tunggal, melainkan sebagai keluaran dari keterpaduan batas dan kapasitas ekosistem dengan norma, nilai, serta praktik lokal yang mengarahkan perilaku pengelolaan. Pengetahuan ekologi tumbuhan berperan dalam menetapkan batas biofisik sistem, sementara kearifan lokal berfungsi sebagai mekanisme internal yang memastikan praktik pengelolaan tetap berada dalam batas tersebut. Integrasi kedua komponen ini membentuk struktur sistem pengelolaan yang lebih adaptif dan stabil dibandingkan pendekatan parsial yang hanya menekankan aspek teknis atau regulatif. Penelitian ini berkontribusi dengan menyusun kerangka konseptual terstruktur yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan indikator keberlanjutan dan evaluasi pengelolaan kelapa sawit berbasis bukti, serta membuka peluang bagi pengujian empiris pada berbagai konteks lokal di masa mendatang.