Sifat gulma yang berbeda-beda menentukan besarnya persaingan antar gulma dan tingkat kerapatan yang tinggi melibihi ambang kerusakan tanaman, menyebabkan hasil tanaman menurun. Penelitian ini bertujuan untuk jenis-jenis gulma pada tanaman menghasilkan dan yang dominan, penelitian dilaksanakan di afdeling I Kebun Pabatu PTP Nusantara IV dari bulan April – Juni 2022. Penelitian ini menggunakan metode analisis vegetasi tumbuhan bawah menggunakan teknik purposive sampling. Parameter yang diamati yaitu pada Tahun 2013,2016,2018 dengan menggunakan plot besar 60 m dan 20 m sedangkan satu petak plot kecil berukuran 1x1 m yang terdapat 6 plot didalamnya. Data yang akan diukur untuk menduga gulma dominan yang berada pada plot adalah kerapatan, frekuensi, dan dominansi gulma. Pada ketiga tahun tanam terdapat 21 jenis gulma yang terdapat pada 36 petak (plot). Data yang di peroleh Spesies gulma yang mendominasi tumbuh pada areal tanaman kelapa sawit tahun tanam 2013 Cyperus kyllingia dengan INP 33% gulma yang tidak dominan Caladium bicolour dengan INP 2%, pada tahun tanam 2016 gulma yang tumbuh mendominasi Ageratum conyzoides dengan INP 33% gulma yang tidak dominan Phyllanthus urinaria dengan INP 2%, pada tahun 2018 gulma yang tumbuh mendominasi Asystasia intrusa dengan INP 26% gulma yang tidak dominan Brachiaria mutica dengan INP 2%