Abdul Ghoffar
Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Santri Putri Melalui Sosialisasi Desain Tata Ruang Arsitektur Islam Edukatif Untuk Kesiapan Hidup Berkeluarga Dan Bersosialisasi Abdul Ghoffar; Ronalmanto; Meivi Kartikasari; Ema Hidayati; Muhammad Mutammam Musthofa; Indrika Dwi Febianti
Ahmad Dahlan Mengabdi Vol 5 No 1 (2026): ABADI : Jurnal Ahmad Dahlan Mengabdi Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58906/abadi.v5i1.400

Abstract

Pemahaman tata ruang hunian yang berbasis nilai-nilai Islam sangat penting dalam mendukung kekhusyukan ibadah harian (seperti shalat lima waktu) dan membentuk etos kerja, namun masih banyak santri yang belum menyadari keterkaitan antara desain ruang dan rutinitas sehari-hari tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu serta membuka wawasan mitra pengabdian, yaitu para santri di Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo, agar memahami arsitektur Islam sebagai bekal krusial dalam menghadapi kehidupan dunia kerja dan rumah tangga. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengabdian ini dilaksanakan menggunakan metode ceramah partisipatif, diskusi kontekstual, dan latihan sederhana dalam menyusun tata ruang berbasis nilai Islami. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman santri terhadap aspek dasar tata ruang—seperti orientasi, pengelolaan privasi, efisiensi, dan penerapan nilai etis—yang pada maknanya membuktikan bahwa hunian dan arsitektur bukan sekadar bentuk fisik, melainkan sarana aktif yang dapat mendisiplinkan ibadah dan meningkatkan kualitas spiritual. Hasil pengabdian ini sangat penting karena menegaskan bahwa perancangan rumah Islami merupakan bagian fundamental dari pembentukan karakter sosial yang lebih beretika sejak dini, sekaligus menawarkan metode pendekatan arsitektur religius yang sangat potensial untuk direplikasi di pesantren-pesantren lain.