Pemahaman tata ruang hunian yang berbasis nilai-nilai Islam sangat penting dalam mendukung kekhusyukan ibadah harian (seperti shalat lima waktu) dan membentuk etos kerja, namun masih banyak santri yang belum menyadari keterkaitan antara desain ruang dan rutinitas sehari-hari tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu serta membuka wawasan mitra pengabdian, yaitu para santri di Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo, agar memahami arsitektur Islam sebagai bekal krusial dalam menghadapi kehidupan dunia kerja dan rumah tangga. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengabdian ini dilaksanakan menggunakan metode ceramah partisipatif, diskusi kontekstual, dan latihan sederhana dalam menyusun tata ruang berbasis nilai Islami. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman santri terhadap aspek dasar tata ruang—seperti orientasi, pengelolaan privasi, efisiensi, dan penerapan nilai etis—yang pada maknanya membuktikan bahwa hunian dan arsitektur bukan sekadar bentuk fisik, melainkan sarana aktif yang dapat mendisiplinkan ibadah dan meningkatkan kualitas spiritual. Hasil pengabdian ini sangat penting karena menegaskan bahwa perancangan rumah Islami merupakan bagian fundamental dari pembentukan karakter sosial yang lebih beretika sejak dini, sekaligus menawarkan metode pendekatan arsitektur religius yang sangat potensial untuk direplikasi di pesantren-pesantren lain.
Copyrights © 2026