Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Occupational Accidents on Transport Workers Yulia Roma Ito; Gerry Silaban; Eka Lestari Mahyuni
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.195 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i1.1650

Abstract

Health and safety at work are aspects related to the welfare of someone who carries out activities within the household, service agency or project implementer. Work safety that is important to note is that work safety can also be expressed as an effort to protect workers against hazards and risks that can occur due to processes and interactions that occur in the workplace. The study was to analyze factors that affect work accidents in transportation workers The study was a qualitative with cross-sectional approach. Eighty-nine respondents were involved in this study, selected using a simple random sampling technique. Data were collected using questionnires and analyzed using chi-square and multiple logistics regression. The results show that there was a relationship between the transport load, physical condition, work and attitude with work accidents with work accidents for transportation workers. The transport load variable is the most dominant variable related to the occurrence of accidents in transportation workers. It is expected that the leaders of trade unions throughout Indonesia will provide a good work attitude by sticking posters about good lifting and transporting work attitudes. Abstrak: Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan aspek yang berkaitan dengan kesejahteraan seseorang yang melakukan kegiatan di dalam rumah tangga, instansi pelayanan atau pelaksana proyek. Keselamatan kerja yang penting untuk diperhatikan adalah keselamatan kerja juga dapat dinyatakan sebagai upaya untuk melindungi pekerja dari bahaya dan risiko yang dapat terjadi akibat proses dan interaksi yang terjadi di tempat kerja. Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja pada pekerja transportasi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Delapan puluh sembilan responden terlibat dalam penelitian ini, dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara beban angkutan, kondisi fisik, dan sikap kerja dengan kecelakaan kerja dengan kecelakaan kerja pada pekerja angkutan. Variabel beban angkutan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan terjadinya kecelakaan pada pekerja angkutan. Diharapkan para pimpinan serikat pekerja di seluruh Indonesia memberikan sikap kerja yang baik dengan menempelkan poster tentang sikap kerja angkat dan angkut yang baik.
HUBUNGAN SIKAP KERJA, DURASI KERJA DAN MASA KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA KARYAWAN UNIVERSITAS X 2024 Yusup, Muhamad; Roma Ito, Yulia; Uzma, Wishnu
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2025): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.5.2.16-26

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan pada otot, tulang, dan jaringan ikat, yang sering disebabkan oleh aktivitas berulang, postur kerja tidak ergonomis, dan durasi kerja lama. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara sikap kerja, durasi kerja, dan masa kerja dengan keluhan MSDs pada karyawan Universitas X tahun 2024. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi adalah 156 karyawan yang bekerja di depan monitor, dengan sampel 112 responden melalui teknik sampling insidental. Instrumen menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA), dianalisis dengan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara sikap kerja tidak ergonomis dan keluhan MSDs (p = 0,011). Bekerja lebih dari 8 jam per hari juga meningkatkan risiko keluhan sedang hingga berat (p = 0,014). Masa kerja lebih dari 10 tahun berkaitan dengan keluhan yang lebih sering terjadi (p = 0,021). Keywords:  Keluhan Muskuloskeletal, sikap kerja, durasi kerja, masa kerja, ergonomi, kesehatan karyawan --- Musculoskeletal Disorders (MSDs) are conditions affecting muscles, bones, and connective tissues, often caused by repetitive activities, poor work posture, and long working hours. This study aims to analyze the relationship between work posture, work duration, and years of service with MSD complaints among employees at University X in 2024. This is a quantitative analytic descriptive study using a cross-sectional design. The population consisted of 156 screen-based employees, with 112 respondents selected via incidental sampling. Data were collected using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire and Rapid Upper Limb Assessment (RULA), and analyzed using the Chi-Square test. There is a significant relationship between poor work posture and MSD complaints (p = 0.011), with non-ergonomic sitting positions increasing risk. Working more than 8 hours per day is significantly associated with moderate to severe MSD complaints (p = 0.014). Additionally, employees with over 10 years of service reported more frequent complaints (p = 0.021). Keywords: Musculoskeletal complaints, work attitude, work duration, work tenure, ergonomics, employee health
Meningkatkan Kesadaran Diri Terhadap Perilaku Keselamatan Mengendarai Sepeda Motor Ito, Yulia Roma; Opier, Neneng Mukaffa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 5 No 02 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 05 Nomer 02 Tahun 2024
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jpmim.v5i02.3488

Abstract

Safety riding adalah tindakan berkendara secara aman serta berdasarkan peraturan yang dapat memberikan perlindungan pada pengendara dari adanya kecelakaan lalu lintas. Safety riding dibuat agar bisa meningkatkan awarness (kesadaran) pengendara pada bahaya yang ada selama berkendara dan terciptanya tindakan aman untuk mengendarai sepeda motor. Kecelakaan lalu lintas pada dasarnya dipengaruhi faktor manusia, kendaraan, sarana, prasaran dan lingkungan. Faktor manusia yang paling berpengaruh terhadap kejadian kecelakaan karena menjadi unsur utama pergerakan lalu lintas. Tujuan dilakukannya pengabdian Masyarakat ini yaitu meningkatkan kesadaran pengendara akan perilaku selamat saat mengendarai sepeda motor adalah solusi agar terhindar dari bahaya kecelakaan di jalan raya. Metode Pada pengabdian ini memberikan penyuluhan. Hasil dari pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan pada hari Selasa, 23 Juli 2024 pukul 10.00 WIB sebanyak 68 responden didapatkan peserta mengerti dan memiliki peningkatan kesadaran setelah diberikan penyuluhan tentang Safety Riding, dengan hasil Pre Test diperoleh nilai rata-rata kesadaran diri terhadap safety riding atau Mean sebesar 27,28. Sedangkan untuk nilai Post Test diperoleh nilai rata-rata kesadaran diri terhadap safety riding atau Mean sebesar 27,71. Karena nilai rata-rata kesadaran diri terhadap safety riding pada Pre Test 27, 28 < Post Test 27,71, maka secara deskriptif terjadi peningkatan kesadaran diri terhadap safety riding.