Abstrak Masa nifas merupakan masa yang rawan untuk ibu karena pada masa ini 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan dan hampir 50% dari kematian pada masa nifas terjadi pada 24 jam pertama setelah melahirkan, diantaranya disebabkan adanya komplikasi pada masa nifas. Pada masa ini pemantauan oleh tenaga kesehatan pada ibu sangat penting. Pemberian pelayanan kebidanan seharusnya dilakukan secara berkesinambungan (continuity of care), hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan kebutuhan adaptasi ibu selama periode kehamilan, persalinan, dan nifas baik dari aspek fisik, psikologi dan social.. Monitoring ibu nifas terbukti berhubungan dengan kejadian morbiditas nifas karena dapat memonitor keluhan atau kejadian morbiditas ibu. Ibu yang diberikan kunjungan rumah, juga memiliki kemampuan regulasi diri yang lebih baik dibandingkan ibu yang mengunjungi fasilitas kesehatan. Mahasiswa berperan melakukan deteksi dini dan memantau perkembangan ibu nifas serta memberikan asuhan sesuai dengan kebijakan nasional sehingga dapat mencegah komplikasi dan mencegah kematian ibu di masa nifas. Program pendampingan ibu nifas oleh mahasiswa bertujuan untuk menerapkan konsep kebidanan dalam memberikan asuhan kebidanan secara professional dan efektif bagi klien, kegiatan ini dimulai sejak ibu setelah melahirkan sampai 42 hari masa nifas. Berdasarkan hal tersebut diatas maka penulis tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat tentang pendampingan pada ibu nifas. metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan one mother one midwifery (O-MOMS) dengan memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada ibu nifas beserta keluarganya secara door to door dalam hal perawatan selama masa nifas pada ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat pendampingan ibu nifas melalui program O-MOMS di Desa Ngumpakdalem Kec. Dander dan Desa Tikusan Kec. Kapas Kabupaten Bojonegoro dapat dilaksanakan dengan baik dengan hasil seluruh ibu nifas dapat mengatasi permasalahan.
Copyrights © 2023