Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : MODELING: Jurnal Program Studi PGMI

Peranan Filsafat dalam Perencanaan Program Pendidikan Syahid, Nur
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i3.2215

Abstract

Untuk memahami pendidikan dengan baik diperlukan banyak ilmu bantu yang harus dikuasai. Ilmu-ilmu bantu tersebut adalah ilmu-ilmu tentang manusia, tidak hanya terbatas pada ilmu psikologi. Ilmu-ilmu bantu tersebut mencakup pula cabang-cabang ilmu seperti biologi manusia, fisiologi manusia, sosiologi, antropologi, dan sebagainya. Sehubungan dengan hal ini, Brubacher menyarankan bahwa setiap orang yang bekerja secara profesional dalam bidang pendidikan harus menguasai aspek-aspek sosiologis, psikologis, historis, dan filosofis dari profesi pendidikan. Sedangkan Horne menyarankan lebih luas lagi, yaitu aspek tubuh dan jiwa dari manusia yang dididik, yang mencakup fisiologi, psikologi, logika, estetika, etika, dan sosiologi. Filsafat termasuk juga filsafat pendidikan, juga mempunyai fungsi untuk memberikan petunjuk dan arah dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan atau paedagogik. Suatu praktek kependidikan yang didasarkan dan diarahkan oleh suatu filsafat pendidikan tertentu, akan menghasilkan dan menimbulkan bentuk-bentuk dan gejala-gejala kependidikan yang tertentu pula. Hal ini adalah data-data kependidikan yang ada dalam suatu masyarakat tertentu. Analisa filsafat berusaha untuk menganalisa dan memberikan arti terhadap data-data kependidikan tersebut, dan untuk selanjutnya menyimpulkan serta dapat disusun teori-teori pendidikan yang realistis dan selanjutnya akan berkembanglah ilmu pendidikan (paedagogik). Filsafat, juga berfungsi memberikan arah agar teori pendidikan yang telah dikembangkan oleh para ahlinya, yang berdasarkan dan menurut pandangan dan aliran filsafat tertentu, mempunyai relevansi dengan kehidupan nyata.
Konsep Pendidikan Holistik dalam Filsafat Pendidikan Islam: Studi atas Pengembangan Konsep Pendidikan yang Berbasis pada Akal, Hati, dan Fisik Syahid, Nur
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2535

Abstract

Pendidikan holistik dalam filsafat pendidikan Islam merupakan sebuah pendekatan yang menekankan pada pengembangan seluruh potensi manusia secara seimbang. Konsep ini mencakup pengembangan akal, hati, dan fisik yang dianggap sebagai tiga komponen utama dalam menciptakan individu yang seimbang secara intelektual, spiritual, dan jasmani. Studi ini bertujuan untuk menggali konsep pendidikan holistik dalam filsafat pendidikan Islam, serta menganalisis penerapannya dalam konteks modern. Melalui metode studi kepustakaan, artikel ini menemukan bahwa pendidikan Islam mengintegrasikan seluruh aspek kehidupan untuk mencapai kesempurnaan manusia. Dalam era modern, pendekatan holistik ini menjadi relevan untuk menjawab tantangan sistem pendidikan yang sering kali hanya fokus pada aspek kognitif semata. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan holistik yang mencakup akal, hati, dan fisik sangat penting dalam membentuk individu yang seimbang, produktif, dan bermoral.
Peranan Filsafat dalam Perencanaan Program Pendidikan Syahid, Nur
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i3.2215

Abstract

Untuk memahami pendidikan dengan baik diperlukan banyak ilmu bantu yang harus dikuasai. Ilmu-ilmu bantu tersebut adalah ilmu-ilmu tentang manusia, tidak hanya terbatas pada ilmu psikologi. Ilmu-ilmu bantu tersebut mencakup pula cabang-cabang ilmu seperti biologi manusia, fisiologi manusia, sosiologi, antropologi, dan sebagainya. Sehubungan dengan hal ini, Brubacher menyarankan bahwa setiap orang yang bekerja secara profesional dalam bidang pendidikan harus menguasai aspek-aspek sosiologis, psikologis, historis, dan filosofis dari profesi pendidikan. Sedangkan Horne menyarankan lebih luas lagi, yaitu aspek tubuh dan jiwa dari manusia yang dididik, yang mencakup fisiologi, psikologi, logika, estetika, etika, dan sosiologi. Filsafat termasuk juga filsafat pendidikan, juga mempunyai fungsi untuk memberikan petunjuk dan arah dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan atau paedagogik. Suatu praktek kependidikan yang didasarkan dan diarahkan oleh suatu filsafat pendidikan tertentu, akan menghasilkan dan menimbulkan bentuk-bentuk dan gejala-gejala kependidikan yang tertentu pula. Hal ini adalah data-data kependidikan yang ada dalam suatu masyarakat tertentu. Analisa filsafat berusaha untuk menganalisa dan memberikan arti terhadap data-data kependidikan tersebut, dan untuk selanjutnya menyimpulkan serta dapat disusun teori-teori pendidikan yang realistis dan selanjutnya akan berkembanglah ilmu pendidikan (paedagogik). Filsafat, juga berfungsi memberikan arah agar teori pendidikan yang telah dikembangkan oleh para ahlinya, yang berdasarkan dan menurut pandangan dan aliran filsafat tertentu, mempunyai relevansi dengan kehidupan nyata.
Konsep Pendidikan Holistik dalam Filsafat Pendidikan Islam: Studi atas Pengembangan Konsep Pendidikan yang Berbasis pada Akal, Hati, dan Fisik Syahid, Nur
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2535

Abstract

Pendidikan holistik dalam filsafat pendidikan Islam merupakan sebuah pendekatan yang menekankan pada pengembangan seluruh potensi manusia secara seimbang. Konsep ini mencakup pengembangan akal, hati, dan fisik yang dianggap sebagai tiga komponen utama dalam menciptakan individu yang seimbang secara intelektual, spiritual, dan jasmani. Studi ini bertujuan untuk menggali konsep pendidikan holistik dalam filsafat pendidikan Islam, serta menganalisis penerapannya dalam konteks modern. Melalui metode studi kepustakaan, artikel ini menemukan bahwa pendidikan Islam mengintegrasikan seluruh aspek kehidupan untuk mencapai kesempurnaan manusia. Dalam era modern, pendekatan holistik ini menjadi relevan untuk menjawab tantangan sistem pendidikan yang sering kali hanya fokus pada aspek kognitif semata. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan holistik yang mencakup akal, hati, dan fisik sangat penting dalam membentuk individu yang seimbang, produktif, dan bermoral.
Rekonstruksi Filsafat Pendidikan Islam dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan Modern Syahid, Nur
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i3.3109

Abstract

Islamic education currently stands at a crossroads between preserving classical traditions and responding to the currents of modernity dominated by secularism and digital disruption. This article aims to formulate a reconstruction of Islamic educational philosophy that is adaptive to contemporary challenges without neglecting its spiritual roots. The research method employed is discursive-transformative analysis through library research, where educational thoughts are deconstructed and resynthesized with contemporary realities. The findings indicate that reconstruction must occur at three primary levels: ontological (strengthening monotheistic values), epistemological (integration of knowledge or wahdatul ulum), and axiological (repositioning the role of educators as murabbi). In conclusion, the reconstruction of Islamic educational philosophy offers a holistic educational model that synergizes technological proficiency with ethico-religious maturity as a solution to the humanitarian crisis in the modern era. Abstrak Pendidikan Islam saat ini berada pada persimpangan jalan antara mempertahankan tradisi klasik dan merespons arus modernitas yang didominasi oleh sekularisme serta disrupsi digital. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan rekonstruksi filsafat pendidikan Islam yang adaptif terhadap tantangan zaman tanpa mengabaikan akar spiritualitasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis diskursif-transformatif melalui studi kepustakaan, di mana pemikiran pendidikan didekonstruksi dan disintesiskan kembali dengan realitas kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekonstruksi perlu dilakukan pada tiga level utama: ontologis (penguatan nilai tauhid), epistemologis (integrasi ilmu atau wahdatul ulum), dan aksiologis (reposisi peran pendidik sebagai murabbi). Kesimpulannya, rekonstruksi filsafat pendidikan Islam mampu menawarkan model pendidikan yang holistik, yang menyinergikan kecakapan teknologi dengan kematangan etis-religius sebagai solusi atas krisis kemanusiaan di era modern.