Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur proses pengolahan kitosan, proses pembuatan edible coating kitosan, dan pengaruh dari penggunaan edible coating kitosan cangkang udang yang diaplikasikan pada fillet ikan nila dan disimpan pada suhu rendah (4◦C) serta untuk mengetahui konsentrasi terbaik edible coating kitosan yang digunakan pada daya simpan fillet ikan nila. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Faktorial dengan 4 variasi konsentrasi kitosan K1 (0%), K2 (1%), K3 (1,5%), dan K4 (2%) yang di simpan pada 0, 5, 10, dan 15 hari. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu pada alur proses pembuatan kitosan cangkang udang yaitu persiapan bahan baku, tahap demineralisasi, tahap deproteinasi, dan tahap deasetilasi. Mutu dan karakteristik kitosan cangkang udang berwarna putih kekuningan, bentuk bubuk, kadar air 9,14 ± 1,74, kadar abu 5,13 ± 0,08, nitrogen total 1,82 ± 0,02, kelarutan 98,2 ± 0,02, derajat deasetilasi 79,65 ± 2,63, dan rendemen demineralisasi 64,11 ± 0,03, deproteinasi 59,65 ± 0,81, dan deasetilasi 70,93 ± 0,39. Alur proses pembuatan edible coating dilakukan dengan memanaskan aquades 100 ml pada suhu 80 ◦C selama 3 menit diatas hotplate, menambahkan karagenan 2%, gliserol 2%, dan kitosan 0%, 1%, 1,5%, dan 2%. Nilai sensori dapat diterima konsumen hingga hari ke-10, dengan konsentrasi terbaik pada kenampakan K3 (1,5%) dan K4 (2%) yaitu 7,72 ± 0,268a, bau K3 (1,5%) yaitu 7,86 ± 0,485a, dan K4 (2%) yaitu 7,86 ± 0,585a, tekstur K4 (2%) yaitu 7,69 ± 0,224a, TVB pada konsentrasi K3 (1,5%) yaitu 18,68 mgN/100g, kadar pH 7, ALT > 5x105.