Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Bank Dalam Penyelamatan Jaminan Kredit ‎Dalam ‎Kepailitan bambang santoso
SOSEK : Jurnal Sosial dan Ekonomi Vol 3, No 3 (2022): November (2022) - Febuary (2023)
Publisher : SOSEK : Jurnal Sosial dan Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55357/sosek.v3i3.314

Abstract

ABSTRAKPeletakan benda berharga sebagai jaminan diikat di dalam perjanjian. Benda ‎jaminan ‎‎(colleteral) ‎ditaksir dan dinilai terlebih dahulu, penilaian tersebut dijadikan ‎perdoman ‎kreditor untuk ‎mengabulkan permohonan kredit. Benda jaminan akan ‎digunakan sebagai ‎pelunasan utang jika ‎debitor wanprestasi, akan dilakukan ‎penjualan melalui pelelangan ‎umum atau dengan cara di ‎bawah tangan atas ‎persetujuan kreditor dan debitor. Dalam ‎melakukan penaksiran inilah yang ‎harus ‎detial, tidak hanya sekedar harga jual benda ‎jaminan tetapi juga melingkupi ‎penilaian secara ‎hukum. Jika terjadi problematikan hukum ‎di belakang hari maka ‎akan menimbulkan biaya dan ‎energi yang cukup besar, sehingga ‎nilai jaminan tidak ‎sebanding dengan nilai piutang.‎ Untuk ‎kepentingan harta pailit, semua ‎perbuatan hukum debitor yang ‎dilakukan sebelum pernyataan ‎pailit ditetapkan, yang ‎merugikan dapat dimintakan ‎pembatalannya. Pembatalan tersebut hanya ‎dapat dilakukan, ‎apabila dapat ‎dibuktikan bahwa debitor dan dengan siapa perbuatan hukum ‎itu ‎dilakukan ‎mengetahui bahwa perbuatan tersebut merugikan kreditor. ‎Dikecualikan ‎adalah ‎perbuatan debitor yang wajib dilakukan berdasarkan perjanjian dan ‎atau ‎karena ‎undang-undang
Legal Justice in Returning Losses to Victims of Illegal Investment Criminal Acts Bambang Santoso; Muhammad Arifin; Ramlan Ramlan
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 2 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i2.6150

Abstract

Regarding Legal Justice in Restitution of Victims of Criminal Acts, further provisions regarding the procedure for carrying out conditional sentences (voorwaardelijke veroordeling) are regulated in Article 276 of the Criminal Procedure Code which states: "In the event that the court imposes a conditional sentence, its implementation shall be carried out with serious supervision and observation and in accordance with the provisions of the Law." According to Muladi, conditional sentences (voorwaardelijke veroordeling) are a form of humane criminal law, namely by prioritizing prevention, not only oriented towards actions but also towards people who commit crimes, which are tat-tatterstrafrecht, placing social welfare as the ultimate goal, oriented towards the future. The mechanism for applying compensation is also regulated in Article 275 of the Criminal Code which states: "If more than one person is convicted in one case, then the court costs and/or compensation as referred to in Article 274 shall be borne by them jointly in equal proportions". The explanation is explained as follows “Because the defendants in the case referred to in this article are jointly sentenced because they are accused of committing a crime in one case, it is reasonable if the court costs and/or compensation are borne jointly in equal proportions