Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Long Range RFID Based Automatic Doorstops in Housing Habibi Ramdani Safitri; Muhammad Habib Maulana
Journal of Computer Science, Information Technology and Telecommunication Engineering Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jcositte.v4i1.14199

Abstract

Currently Internet of Things (IoT)-based technology is one of the new trends in the world which will most likely become a trend in the future. Simply put, IoT connects devices continuously connected to the Internet and can be controlled remotely through a user's device. The Internet of Things (IoT) is a structure where objects and people are given exclusive identities and the ability to relocate data over a network without requiring two-way touch between humans for example source to destination or human-to-computer interaction.
WALI NIKAH DALAM PANDANGAN IMAM HANAFI DAN KHI (KOMPLIKASI HUKUM ISLAM) Muslim; Afifah Rahmah; Murni Aisah; Muhammad Habib Maulana
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v4i2.3633

Abstract

Tulisan ini membahas wali nikah dalam tinjaun imam Hanafi dan kmplikasi hukum islam.Sebagaimana di yang kita ketahuai bahwasahnya wali nikah merupakan persoalan pernikahan yang tak dapat di pisahkan karna merupakan syarat dilegalkan nya pernikahan menurut agama islam.wanita yamg menikah harus menggunakan wali?mayoritas ulama mewajibkannya.tetapi Bagaimana menurut pandangan Imam Hanafi dan KHI?imam Hanafi mempunyai pandangan tersindir terhadap wali nikah,bagi imam Abyu Hanafiah menganggap status wali nikah dalam suatu pernikahan merupakan sunnah,bukanlah fardlu dan tidak membatalkan pernikahan,namun wali wali mempunyai kedudukan untuk menyetujui pernikahan tersebut atau tidaknya.Dan Perempuan dalam pernikahan bisa menjadi wali daalam suatu akadnikah,selain itu Wanita yang dewasa dewasa al-ahliyyah bisa menikahkan dirinya sendiri tanpa hnaruss adanya wali.Dan bagaimana komplikasi hukum islam memandang wali nikah sebagai syarat dari pernikahan.Tulisan ini termasuk kedalam jenis penelitian kepustakaan(library research),yang bersifat deskriptif analisi.teknik pengumpulan datanya dengn mencari dan mengumpulkan kitab-kitab dan buku-buku serta jurnal atau blog.hasil penyusunan sebagai berikut,wali nikah menurut pandangan Imam Abu Hanafi.wali nikah bukanlah suatu fardlu dalam pernikahan,menurut hanafiah wali dalam perkawinan hukumnya sunnah.
Peran Bahasa Indonesia Dalam Mendorong Kesadaran Mental Health Melalui Olahraga Ringan di Media Sosial Saputra, Indra; Moh. Zabyar Firdaus; Muhammad Habib Maulana; Bagja Putra Demaris; Kafka Hanuyya Aulia; Muhammad Zaki Khoiri; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 3 (2026): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i3.5186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa Indonesia dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu mental health melalui konten olahraga ringan di media sosial. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional memiliki kekuatan komunikatif yang dapat memengaruhi cara berpikir dan bertindak masyarakat, terutama dalam konteks promosi kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis konten unggahan pada beberapa platform media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook dan YouTube yang membahas keterkaitan antara olahraga ringan dan kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang sederhana, inklusif, dan empatik mampu meningkatkan pemahaman serta keterlibatan masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental melalui aktivitas fisik ringan. Selain itu, gaya bahasa yang persuasif dan positif terbukti efektif dalam membentuk citra bahwa olahraga bukan hanya untuk kesehatan fisik, tetapi juga sebagai sarana pemulihan mental. Kesimpulannya, bahasa Indonesia berperan penting sebagai alat komunikasi publik yang strategis dalam meningkatkan kesadaran mental health di era digital melalui olahraga ringan .