Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IA.LJ.FHA Efektivitas Teknik Mind Mapping Terhadap Kemampuan Higher Order Thinking Skill Pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 8 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023 Ismul Azam; Lalu Jaswandi; Farida Herna Astuti
Jurnal Diferensiasi: Jurnal Hasil Penelitian, Pengembangan dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Masyarakat Cita Insani (YAMACITA): Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Reasearch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/52zjaw37

Abstract

Abstract: Higher Order Thinking Skill is the ability to think critically, logically and creatively which includes the ability to analyze, evaluate and create. The problem in this research is the low ability of students to think at a high level, this has a negative impact on students considering that HOTS skills are important in facing the industrial revolution in the 21st century era. The purpose of this research is to determine the effectiveness of the Mind Mapping Technique on Students' Higher Order Thinking Skills. The design of this research is a quasi experiment nonequivalent control group design. With a population of 239 students, and a sample of 10 people with low HOTS abilities based on pre-test results. The data collection technique used was purposive sampling. The data collection methods used were questionnaires as the main method, observation methods, interviews and documentation as complementary methods. Data analysis uses the T-test formula. Based on the results of data analysis, the tcount value was (6.485), while the t-table value at the 5% significance level was (2.262). Because t-hitung is greater than the ttable value (6,485 > 2.262), then Ho is rejected and Ha is accepted. So the results of this research show that the Mind Mapping Technique is effective for the Higher Order Thinking Skills of Class VIII students at SMP Negeri 8 Mataram for the 2023 academic year. "Significant" Abstrak: Higher Order Thinking Skill merupakan kemampuan berfikir kritis, logis, dan kreatif yang meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Adapun permasalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam berfikir tingkat tinggi, hal ini berdampak buruk bagi siswa mengingat kemampuan HOTS penting dalam menghadapi revolusi industri di era abad ke-21. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Teknik Mind Mapping Terhadap Kemampuan Higher Order Thinking Skill Siswa. Desain penelitian ini yaitu quasy experiment nonequivalent control group design. Dengan populasi berjumlah 239 siswa, dan sampel sebanyak 10 orang dengan kemampuan HOTS yang rendah berdasarkan hasil pre-test. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket sebagai metode pokok, observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai metode pelengkap. Analisis data menggunakan rumus T-test. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai thitung sebesar (6,485), sedangkan untuk nilai t-tabel pada taraf signifikasi 5% sebesar (2,262). Karena t-hitung lebih besar dari nilai ttabel (6.485 > 2,262), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi hasil penelitian ini menunjukan bahwa Teknik Mind Mapping efektif terhadap kemampuan Higher Order Thinking Skill siswa Kelas VIII di SMP Negeri 8 Mataram Tahun Pelajaran 2023. “Signifikan”.
Penggunaan Media Gambar Proyeksi Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SD Negeri 3 Gerung Utara Lalu Jaswandi; Nurwahidah Nurwahidah
PeDaPAUD: Jurnal Pendidikan Dasar dan PAUD Vol 1 No 1 (2022): PeDaPAUD: Jurnal Pendidikan Dasar dan PAUD
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri 3 Gerung Utara dengan menggunakan media gambar proyeksi. Rumusan masalah dalam penelitan ini adalah bagaimana penggunaan media gambar proyeksi untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri 3 Gerung Utara?. Adapun tahapan dalam pelaksanaan penelitian ini yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Dari hasil evaluasi dan refleksi diperoleh nilai rata-rata kegiatan guru dan aktivitas siswa diperoleh skor dengan kategori baik. Adapun nilai kemampuan menulis permulaan siswa pada siklus I sebesar 72.23 dan persentase ketuntasan klasikal sebesar 64.70%. sedangkan nilai kemampuan hasil kemampuan menulis kemampuan siswa pada siklus II sebesar 84.8 dan persentase ketuntasan klasikal sebesar 91.17%. Dengan demikian penelitian tindakan kelas ini telah tercapainya seluruh indikator pembelajaran melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan data di atas penggunaan media gambar proyeksi dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa pada siswa kelas I SD Negeri  3 Gerung Utara
PENGARUH TEKNIK BEHAVIOR CONTRACT TERHADAP PERILAKU OPOSISI PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMPN 2 LINGSAR Muthiani; Ni Ketut Alit Suarti; Lalu Jaswandi
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15417

Abstract

ABSTRACT Oppositional behavior is one of the behavioral problems commonly found among junior high school students, characterized by arguing, refusing instructions, violating rules, becoming easily angry, disturbing peers, and displaying defiant attitudes toward authority figures. If not appropriately addressed, such behavior may interfere with the learning process and students’ social-emotional development. This study aimed to determine the effect of the behavior contract technique on oppositional behavior among eighth-grade students at SMP Negeri 2 Lingsar in the 2026/2027 academic year. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The participants were 6 students selected through purposive sampling from a population of 108 eighth-grade students based on initial assessment results indicating high and very high levels of oppositional behavior. Data were collected using a 34-item oppositional behavior questionnaire with four response options. The behavior contract intervention was implemented through group counseling services involving behavioral agreement, periodic monitoring, and reinforcement. The data were analyzed using a Paired Sample t-Test with the assistance of SPSS. The results showed that the mean oppositional behavior score decreased from 113.83 in the pretest to 78.67 in the posttest, representing a decrease of 35.17 points. The Paired Sample t-Test yielded a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that H0 was rejected and Ha was accepted. Therefore, the behavior contract technique implemented through group counseling services had a significant effect on reducing students’ oppositional behavior. variabel utama dan konteks penelitian.  ABSTRAK Perilaku oposisi merupakan salah satu permasalahan perilaku pada peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ditandai dengan perilaku membantah, menolak instruksi, melanggar aturan, mudah marah, mengganggu teman, dan menentang figur otoritas. Perilaku tersebut apabila tidak ditangani secara tepat dapat menghambat proses pembelajaran serta perkembangan sosial-emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik behavior contract terhadap perilaku oposisi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Lingsar Tahun Pelajaran 2026/2027. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 6 peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari 108 peserta didik kelas VIII berdasarkan hasil pengukuran awal dengan kategori perilaku oposisi tinggi dan sangat tinggi. Data dikumpulkan menggunakan angket perilaku oposisi yang terdiri atas 34 item dengan empat alternatif jawaban. Intervensi teknik behavior contract dilaksanakan melalui layanan konseling kelompok dengan tahapan penyusunan kesepakatan perilaku, pemantauan, dan pemberian penguatan. Data dianalisis menggunakan Paired Sample t-Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor perilaku oposisi menurun dari 113,83 pada saat pretest menjadi 78,67 pada saat posttest, dengan penurunan sebesar 35,17 poin. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, teknik behavior contract melalui layanan konseling kelompok berpengaruh signifikan dalam menurunkan perilaku oposisi peserta didik.