Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar di MI NW Tanak Beak Ahmad Zainul Irfan; Ni Ketut Alit Suarti; M. Samsul Hadi
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 2: Oktober 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i2.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar di MI NW Tanak Beak, mendeskripsikan hambatan pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar, mendeskripsikan usaha-usaha yang dilakukan sekolah untuk mengatasi hambatan perpustakaan sebagai sumber belajar di SD MI NW Tanak Beak Batukliang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek Kepala Sekolah, Pengelola Perpustakaan, Guru dan Siswa. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data digunakan uji kredibilitas dengan tringulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar di MI NW Tanak Beak terlaksana dengan cukup baik, hal tersebut didukung adanya sarana dan prasarana perpustakaan yang cukup memadai, pelayanan perpustakaan sekolah, dan sumber daya manusia. Pelaksanaan pengelolaan perpustakaan sekolah telah menjadi sumber belajar yang dilakukan oleh guru dan siswa dengan adanya program kunjungan wajib kelas. Hambatan dalam pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar di MI NW Tanak Beak ada hambatan internal dan hambatan eksternal. Usaha-usaha untuk mengatasi hambatan pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar MI NW Tanak Beak dapat diatasi dengan cara: pertama, sekolah melakukan kunjungan kelas pada jam istirahat untuk berkunjung ke perpustakaan untuk membaca. Kedua, bekerja sama dengan orang tua siswa yang berada diluar untuk ke perpustakaan. Ketiga, memaksimalkan tenaga untuk mengelola perpustakaan oleh guru. Keempat, mengajak siswa untuk gemar membaca. Kemudian siswa yang malas ke perpustakaan diusahakan pemberian motivasi dan adanya reward. Kelima, penambahan koleksi bahan pustaka yaitu buku penunjang.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LECTORA INSPIRE TERHADAP MINAT BELAJAR MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA SISWA KELAS XI DI MA AL-ISTIQOMAH TELAGAWARU Amirul Haj; Ni Ketut Alit Suarti; Indriaturrahmi Indriaturrahmi
Lentera Pendidikan Indonesia: Jurnal Media, Model, dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Yayasan Lingkar Pena Mandiri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/lpi.v3i1.76

Abstract

Permasalahan yang terjadi yaitu strategi pembelajaran untuk mencapai tujuan dari pembelajaran yang diterapkan oleh tenaga pendidik masih konvensional seperti dalam pelaksanaan proses pembelajarannya yang selalu monoton, guru hanya menerangkan dan menulis di papan, guru yang lebih banyak aktif dari pada muridnya. Tidak diberikan kebebasan untuk mengeksplorasikan kreatifitasnya, sehingga menyebabkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Indonesia kurang atau masih di bawah KKM. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Adanya Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Lectora Inspire Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Kelas XI Di MA Al-Istiqomah Telagawaru. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan one pre-test post-test design. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket sebagai metode pokok dan dokumentasi sebagai metode pelengkap. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik dengan rumus t-test. Sesuai dengan hasil yang diperoleh nilai thitung sebesar 5,763 dan nilai t tabel pada taraf signifikansi 5% dengan db (N-1) = 19 ternyata t hitung lebih besar dari pada nilai t-tabel (5,763 > 2,086) dengan demikian H0 ditolak sedangkan Ha diterima yang berbunyi: Media Pembelajaran Berbasis Lectora Inspire Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Kelas XI Di MA Al-Istiqomah Telagawaru, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini adalah “Signifikan”.
PENGARUH KONSELING GESTALT TERHADAP KESADARAN PENGGUNA GAGDET PADA SISWA KELAS VIII DI MTs NEGERI 2 MATARAM Baiq Desi Arisandi; Ani Endriani; Ni Ketut Alit Suarti
Lentera Pendidikan Indonesia: Jurnal Media, Model, dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): February
Publisher : Yayasan Lingkar Pena Mandiri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/lpi.v4i1.121

Abstract

Permasalahan penelitian yaitu kurangnya kesadaran siswa dalam menggunakan gadget sehingga menimbulkan berbagai implikasi buruk bagi individu siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Mataram. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konseling gestalt terhadap kesadaran pengguna gadget pada siswa kelas VIII MTs Negeri 2 mataram. Populasi penelitian sebanyak 205 siswa. Metode penentuan sampel penelitian adalah purposive random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan antara lain; 1) kuisioner; 2) observasi; 3) studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rumus uji t. Hasil analisis data dari sampel yang diuji menggunakan rumus uji t diperoleh data t-hitung sebesar 5,481, dengan nilai t-tabel dengan taraf signifikan 5% dimana db (N-1) = 21 sebesar 2,080. Hasil analisis data menunjukkan nilai t-hitung lebih besar dari nilai-t tabel (5,481>2,080), sehingga hasil penelitian ini dinyatakan signifikan. Maka simpulan hipotesis penelitian dimana H0 ditolak dan Ha diterima bahwa, ada pengaruh konseling gestalt terhadap kesadaran pengguna gadget siswa kelas VIII MTs Negeri 2 mataram.
HUBUNGAN PEMAHAMAN DIRI DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 11 MATARAM Yeni Apriani; Sarilah Sarilah; Ni Ketut Alit Suarti
Lentera Pendidikan Indonesia: Jurnal Media, Model, dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Yayasan Lingkar Pena Mandiri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/lpi.v4i2.126

Abstract

Permasalahan yaitu kurangnya pemahaman diri dan kemandirian belajar sehingga dalam proses pembelajaran siswa sering tidak percaya diri terhadap potensi diri. Kemandirian belajar dapat ditingkatkan melalui kepercayaan diri maupun kemampuan diri siswa sehingga tercipta kondisi belajar yang kondusif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pemahaman diri dengan kemandirian belajar pada siswa kelas VIII SMP negeri 11 mataram. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 168 siswa. Teknik penentuan sampel yaitu propotional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sebagai data primer. Sedangkan, observasi dan studi dokumentasi sebagai data sekunder. Teknik analisis data menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil analisis data rxy hitung sebesar 0,484 dengan nilai r tabel pada taraf signifikansi 5% dengan (N=68) dibulatkan menjadi 70 sebesar 0,235 dengan demikian nilai rxy hitung lebih besar dari nilai r tabel (0,484>0,235) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara pemahaman diri dengan kemandirian belaljar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Mataram, serta dinyatakan signifikan.
Pengaruh Konseling Realita Terhadap Sikap Kecanduan Gadget Pada Siswa Kelas VIII di MTs Nurul Islam Sekarbela Muliani Muliani; Ni Ketut Alit Suarti; I Made Sonny Gunawan
Jurnal Eduforia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): JUNI
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA) Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/cn529232

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah kecanduan gadget siswa yang tinggi, dan hal ini dapat berdampak  burukpada siswa, dimana siswa akan sulit bergaul dan berinteraksi dengan teman sebayanya dikarenakan terlalu fokus bermain hp/gadget. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konseling realita terhadap kecanduan gadget siswa. Desain penelitian ini yaitu one group pre-test-post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas VIII di MTs Nurul Islam Sekarbela Tahun Pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 30 siswa, dan  sampel dalam penelitian ini sebanyak 9 orang yang terindikasi memiliki tingkat kecanduan gadget yang tinggi berdasarkan hasil pre-test. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket sebagai metode pokok dan metode observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai metode pelengkap. Analisis data menggunakan rumus t-test. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai thitung sebesar 13,587 sedangkan untuk nilai ttabel padataraf signifikansi 5% sebesar 2,306. Karena thitung lebih besar dari nilai ttabel13,587>2,306 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi hasil penelitian ini menunjukan ada Pengaruh Konseling Realita Terhadap Sikap Kecanduan Gadget Pada Siswa Kelas VIII Di MTs Nurul Islam Sekarbela Tahun Pelajaran 2020/2021, artinya hasil penelitian ini adalah Signifikan.
Pengaruh Layanan Informasi Media Padlet Terhadap Pemahaman Covid-19 Pada Siswa Kelas X SMAN 1 Batu Layar Maris Ramdhani Saputro; Ni Ketut Alit Suarti; Jessica Festy Maharani
Jurnal Eduforia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): JUNI
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA) Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/n9bng471

Abstract

This study aims to determine the effect of information services delivered via the Padlet platform on students' understanding of COVID-19. The study was motivated by students' limited understanding of health information and the suboptimal use of digital media in guidance and counseling services. A quantitative approach was employed using a pre-experimental, one-group pre-test/post-test design. The sample consisted of 31 Grade X students from SMAN 1 Batu Layar, selected using a total sampling technique. Data were collected via a COVID-19 understanding questionnaire and analyzed using a t-test. The results revealed a calculated t-value of 9.405, which exceeded the t-table value of 2.042 at a significance level of 0.05. This indicates that Padlet-based information services significantly improved students' understanding of COVID-19. Thus, digital media offers an innovative alternative for enhancing the effectiveness of school guidance and counseling services.
Hubungan Antara Penggunaan Game online Dengan Perilaku Agresif Verbal Pada Siswa Kelas VIII Di SMPN 22 Mataram Abdurrahman; Ni Ketut Alit Suarti; Seftian Arief Budiman
Jurnal Sistem Informasi Teknologi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Desember, Jurnal Sistem Informasi Teknologi Pendidikan
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku agresif verbal merupakan bentuk ekspresi negatif yang dapat berdampak pada iklim sosial dan emosional di lingkungan sekolah. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku ini adalah intensitas penggunaan game online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan game online dengan perilaku agresif verbal pada siswa kelas VIII di SMPN 22 Mataram Tahun Pelajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui dua jenis angket, yaitu angket penggunaan game online dan angket perilaku agresif verbal. Teknik analisis yang digunakan adalah uji statistik Pearson Product Moment. Bedasarkan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara penggunaan game online dengan perilaku agresif verbal pada siswa kelas VIII di SMPN 22 Mataram tahun pelajaran 2024/2025 dengan hasil analisis menunjukkan nilai rhitung sebesar 0,603 lebih besar dari rtabel sebesar 0,276 dengan nilai signifikansi (sig.) 0,000. Karena nilai sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 sehingga terdapat Hubungan Antara Penggunaan Game online dengan Perilaku Agresif Verbal pada Siswa Kelas VIII di SMPN 22 Mataram Tahun Pelajaran 2024/2025 dengan tingkat hubungan yang kuat, dengan arah hubungan positif yang artinya ketika siswa memiliki intensitas penggunaan game online yang tinggi, maka siswa tersebut memiliki perilaku agresif verbal yang tinggi pula.
PENGARUH KONSELING CBT SYSTEMATIC DESENSITIZATION TERHADAP KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN KELAS PADA SISWA SMA Athaya Faeruz Aisy Rizki; Ni Ketut Alit Suarti; Ahmad Zainul Irfan
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.10345

Abstract

ABSTRACT Speaking in front of the class is an important skill; however, not all students are able to perform optimally due to anxiety, which is characterized by nervous behavior, fear of making mistakes, and low self-confidence. This condition may negatively affect students’ academic achievement as well as social interaction. This study aims to analyze the effect of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) counseling techniques with a systematic desensitization approach on speaking anxiety among senior high school students. This research employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest-posttest design involving 7 students with high levels of speaking anxiety selected through purposive sampling. The limited sample size was used because this study was conducted as an initial intervention (pilot study) on a specific group. Data were collected using a speaking anxiety questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using a paired sample t-test as an inferential statistical test to examine differences before and after the intervention. The results showed that the implementation of CBT with systematic desensitization techniques significantly reduced speaking anxiety in front of the class, with a significance value of (p < 0.05). These findings indicate that the intervention is effective in helping students manage anxiety and improve self-confidence in academic situations. ABSTRAK Berbicara di depan kelas merupakan keterampilan penting, namun tidak semua siswa mampu tampil optimal karena mengalami kecemasan yang ditandai dengan perilaku gugup, takut melakukan kesalahan, dan rendahnya kepercayaan diri. Kondisi ini berpotensi berdampak pada pencapaian akademik maupun interaksi sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik konseling Cognitive Behavior Therapy (CBT) dengan pendekatan systematic desensitization terhadap kecemasan berbicara di depan kelas pada siswa SMA.Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest design yang melibatkan 7 siswa dengan tingkat kecemasan berbicara tinggi yang dipilih secara purposive. Jumlah sampel yang terbatas digunakan karena penelitian ini bersifat intervensi awal (pilot study) pada kelompok spesifik. Data dikumpulkan menggunakan angket kecemasan berbicara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test sebagai uji statistik inferensial untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CBT dengan teknik systematic desensitization berpengaruh signifikan dalam menurunkan kecemasan berbicara di depan kelas, dengan nilai signifikansi (p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa intervensi yang diberikan efektif dalam membantu siswa mengelola kecemasan sehingga mendukung peningkatan kepercayaan diri dalam situasi akademik.
REKONSTRUKSI MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN MAHASISWA BERBASIS AUTHENTIC ASSESSMENT DAN LEARNING ANALYTICS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS UMPAN BALIK DI PERGURUAN TINGGI Suhar Yani; Ni Ketut Alit Suarti; Jessica Festy Maharani; Ismi Nurul Magfirah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15121

Abstract

ABSTRACT Learning evaluation in higher education needs to move beyond grade-oriented practices toward a process that provides evidence of competence, feedback, and information to support instructional improvement. This study aimed to analyze learning evaluation practices, the implementation of authentic assessment, feedback provision, the use of Learning Management Systems (LMS), and the need for an evaluation model integrating authentic assessment and learning analytics. A descriptive survey was conducted with 44 respondents, consisting of 19 lecturers and 25 students from the Faculty of Education and Psychology, Universitas Pendidikan Mandalika. Data were collected through questionnaires containing multiple-choice questions, checklists, Likert-scale items, and open-ended questions. Quantitative data were analyzed using frequencies, percentages, means, and standard deviations, while qualitative responses were analyzed thematically to identify model development needs. The findings indicate that authentic assessment has been implemented through presentations, case studies, practical activities, projects, and portfolios; however, its implementation remains uneven due to time constraints and assessment workload. Students’ perceptions of learning evaluation were categorized as moderate, with a mean score of 3.30 on the Likert scale, equivalent to 65.96% of the ideal score. Feedback was predominantly provided orally, while LMS was utilized by 63.16% of lecturers but had not been optimally employed to support learning analytics. These findings indicate a gap between the availability of learning data and its utilization for feedback provision and instructional decision-making. Based on these findings, an evaluation model is needed to integrate Course Learning Outcomes (CPMK), Outcome-Based Education (OBE), authentic assessment, LMS, learning analytics, feedback, and reflection within a continuous learning evaluation cycle. This study provides a needs-analysis foundation for the subsequent development and validation of the proposed model. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran di perguruan tinggi perlu diarahkan tidak hanya pada pemberian nilai, tetapi juga pada penyediaan bukti kompetensi, umpan balik, dan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar perbaikan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik evaluasi pembelajaran, penerapan authentic assessment, pemberian umpan balik, pemanfaatan Learning Management System (LMS), serta kebutuhan pengembangan model evaluasi yang mengintegrasikan authentic assessment dan learning analytics. Penelitian menggunakan survei deskriptif terhadap 44 responden yang terdiri atas 19 dosen dan 25 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Pendidikan Mandalika. Data dikumpulkan melalui angket yang mencakup pertanyaan pilihan, checklist, skala Likert, dan pertanyaan terbuka. Data kuantitatif dianalisis menggunakan frekuensi, persentase, rerata, dan standar deviasi, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa authentic assessment telah diterapkan melalui presentasi, studi kasus, praktik, proyek, dan portofolio, tetapi penerapannya belum merata karena kendala waktu dan beban penilaian. Persepsi mahasiswa terhadap praktik evaluasi berada pada kategori cukup, dengan rerata skor 3,30 pada skala Likert, yang setara dengan 65,96% dari skor ideal. Umpan balik paling banyak diberikan secara lisan, sedangkan LMS digunakan oleh 63,16% dosen dan belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung learning analytics. Temuan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan data pembelajaran dan pemanfaatannya untuk pemberian umpan balik serta pengambilan keputusan pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan rancangan model evaluasi yang mengintegrasikan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Outcome-Based Education (OBE), authentic assessment, LMS, learning analytics, umpan balik, dan refleksi dalam suatu siklus evaluasi pembelajaran yang berkelanjutan. Penelitian ini menjadi dasar analisis kebutuhan bagi pengembangan dan pengujian model pada tahap penelitian selanjutnya.
PENGARUH TEKNIK BEHAVIOR CONTRACT TERHADAP PERILAKU OPOSISI PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMPN 2 LINGSAR Muthiani; Ni Ketut Alit Suarti; Lalu Jaswandi
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15417

Abstract

ABSTRACT Oppositional behavior is one of the behavioral problems commonly found among junior high school students, characterized by arguing, refusing instructions, violating rules, becoming easily angry, disturbing peers, and displaying defiant attitudes toward authority figures. If not appropriately addressed, such behavior may interfere with the learning process and students’ social-emotional development. This study aimed to determine the effect of the behavior contract technique on oppositional behavior among eighth-grade students at SMP Negeri 2 Lingsar in the 2026/2027 academic year. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The participants were 6 students selected through purposive sampling from a population of 108 eighth-grade students based on initial assessment results indicating high and very high levels of oppositional behavior. Data were collected using a 34-item oppositional behavior questionnaire with four response options. The behavior contract intervention was implemented through group counseling services involving behavioral agreement, periodic monitoring, and reinforcement. The data were analyzed using a Paired Sample t-Test with the assistance of SPSS. The results showed that the mean oppositional behavior score decreased from 113.83 in the pretest to 78.67 in the posttest, representing a decrease of 35.17 points. The Paired Sample t-Test yielded a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that H0 was rejected and Ha was accepted. Therefore, the behavior contract technique implemented through group counseling services had a significant effect on reducing students’ oppositional behavior. variabel utama dan konteks penelitian.  ABSTRAK Perilaku oposisi merupakan salah satu permasalahan perilaku pada peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ditandai dengan perilaku membantah, menolak instruksi, melanggar aturan, mudah marah, mengganggu teman, dan menentang figur otoritas. Perilaku tersebut apabila tidak ditangani secara tepat dapat menghambat proses pembelajaran serta perkembangan sosial-emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik behavior contract terhadap perilaku oposisi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Lingsar Tahun Pelajaran 2026/2027. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 6 peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari 108 peserta didik kelas VIII berdasarkan hasil pengukuran awal dengan kategori perilaku oposisi tinggi dan sangat tinggi. Data dikumpulkan menggunakan angket perilaku oposisi yang terdiri atas 34 item dengan empat alternatif jawaban. Intervensi teknik behavior contract dilaksanakan melalui layanan konseling kelompok dengan tahapan penyusunan kesepakatan perilaku, pemantauan, dan pemberian penguatan. Data dianalisis menggunakan Paired Sample t-Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor perilaku oposisi menurun dari 113,83 pada saat pretest menjadi 78,67 pada saat posttest, dengan penurunan sebesar 35,17 poin. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, teknik behavior contract melalui layanan konseling kelompok berpengaruh signifikan dalam menurunkan perilaku oposisi peserta didik.