Farida Herna Astuti
Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH KONSELING GESTALT TERHADAP TANGGUNG JAWAB KELUARGA PADA SISWA KELAS VIII MTs HAQQUL YAQIN NW SAYANG-SAYANG Nuzulia Rohmawati; Farida Herna Astuti; M Najamuddin
Lentera Pendidikan Indonesia: Jurnal Media, Model, dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 3 No. 4 (2022): November
Publisher : Yayasan Lingkar Pena Mandiri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/lpi.v3i4.117

Abstract

Siswa SMP memasuki usia remaja yang belum sepenuhnya mampu untuk diajak berpikir lebih lanjut menggunakan logika dalam penyelesaian masalah. Layanan konseling kelompok dengan pendekatan konseling Gestalt terdapat stimulus yang membentuk tanggung jawab keluarga pada siswa yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling Gestalt terhadap tanggung jawab keluarga pada siswa kelas VIII MTs Haqqul Yaqin NW Sayang-Sayang Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data seperti metode angket, dokumentasi, observasi sebagai metode pokok, dan wawancara sebagai metode pelengkap. Sedangkan analisis data menggunakan rumus t-test. Hasil penelitian diperoleh perhitungan dengan rumus t-tes yaitu sebesar 0,0619. Kemudian nilai tersebut dikonsultasikan dengan nilai t-tabel pada taraf signifikansi 5% dengan db= 15 sehingga diperoleh nilai ttabelsebesar 2145. Dan disimpulkan bahwa thitung= 0,0619 > t-tabel= 2145 Sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan hasil penelitian yaitu ada pengaruh konseling Gestalt terhadap tanggung jawab keluarga pada siswa kelas VIII MTs Haqqul Yaqin NW Sayang-Sayang.
PENGARUH VIDEO EDUKASI TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Syaifudin Syaifudin; Farida Herna Astuti; Aluh Hartati
Lentera Pendidikan Indonesia: Jurnal Media, Model, dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): February
Publisher : Yayasan Lingkar Pena Mandiri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/lpi.v4i1.122

Abstract

Permasalahan penelitian adalah kurangnya konsentrasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 lingsar Kabupaten Lombok Barat, dimana sebagian besar siswa terlihat belum siap dalam menerima pembelajaran. Ketika guru menyampaikan materi sebagian siswa terlihat acuh, dan kurang memperhatikan penjelasan materi guru. Video edukasi dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan membantu belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh video edukasi terhadap konsentrasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Lingsar. Metode penelitian menggunakan one group pree-test dan post-test design dimana rancangan penelitian dengan satu kelompok subyek kelompok eksperimen dilakukan perlakuan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket sebagai data primer sedangkan observasi dan studi dokumentasi sebagai data sekunder. Teknik analisis data menggunakan rumus t-test. Hasil analisis data t-hitung sebesar 5,479 dengan nilai t-tabel pada taraf signifikansi 5% dengan db (N-1) = 7 sebesar 2,365. Analisis hasil nilai t-hitung lebih besar dari pada nilai t-tabel (5,479>2,365) sehingga hasil analisis penelitian dinyatakan signifikan. Simpulan hasil penelitian ini bahwa, ada pengaruh video edukasi terhadap konsentrasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Lingsar.
MANAJEMEN “TRIPUSAT PENDIDIKAN” DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SD IT ASH-SHIDDIQIN Suharyani Suharyani; Farida Herna Astuti; Jessica Festi Maharani
EDUTECH Vol 10, No 1 (2024): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v10i1.19258

Abstract

Pendidikan, sebagai proses pengembangan potensi peserta didik dengan harapan membentuk karakter yang kuat pada setiap individu, sangat membutuhkan dukungan dari lingkungan pendidikan dan faktor eksternal yang memadai. Lingkungan tempat tinggal siswa memegang peranan penting dalam menciptakan kondisi sebagai lingkungan belajar yang efektif, didukung oleh aktor, fasilitas, dan strategi yang sesuai. Oleh karena itu, penggunaan semua komponen lingkungan pendidikan (informal, formal, nonformal) dan kontennya menjadi kunci dalam mencapai tujuan pendidikan yang mulia, yang diperoleh melalui interaksi dengan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Upaya terus dilakukan untuk meningkatkan karakter peserta didik melalui program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). PPK merupakan kebijakan pendidikan yang bertujuan mengimplementasikan Nawacita Presiden Joko Widodo dalam sistem pendidikan nasional, sebagaimana tercantum dalam Perpres No 7 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Nilai-nilai yang tercakup dalam PPK melibatkan aspek religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki implementasi konsep Manajemen Tri Pusat Pendidikan dalam membentuk karakter anak usia dini di SD-IT As-Shiddiqin, Desa Sepapan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manajemen Tri Pusat Pendidikan berhasil terimplementasi dan berjalan dengan baik melalui kolaborasi harmonis di tiga lingkungan pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Lingkungan pendidikan keluarga memiliki peran utama dalam pengembangan pendidikan peserta didik, sementara lingkungan pendidikan sekolah dan masyarakat turut menentukan arah pengembangan pendidikan. Kolaborasi yang harmonis antara ketiga lingkungan pendidikan tersebut menjadi kunci dalam mendukung penanaman nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik. Model kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam pendidikan karakter dapat dilihat melalui tiga model, yaitu model satu arah (linier), model dua arah (interactional), dan model segala arah (transactional). Keseluruhan kolaborasi ini mendukung proses pembentukan karakter siswa, menjadikan Tri Pusat Pendidikan sebagai fondasi yang kokoh dalam mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.
IA.LJ.FHA Efektivitas Teknik Mind Mapping Terhadap Kemampuan Higher Order Thinking Skill Pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 8 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023 Ismul Azam; Lalu Jaswandi; Farida Herna Astuti
Jurnal Diferensiasi: Jurnal Hasil Penelitian, Pengembangan dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Masyarakat Cita Insani (YAMACITA): Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Reasearch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/52zjaw37

Abstract

Abstract: Higher Order Thinking Skill is the ability to think critically, logically and creatively which includes the ability to analyze, evaluate and create. The problem in this research is the low ability of students to think at a high level, this has a negative impact on students considering that HOTS skills are important in facing the industrial revolution in the 21st century era. The purpose of this research is to determine the effectiveness of the Mind Mapping Technique on Students' Higher Order Thinking Skills. The design of this research is a quasi experiment nonequivalent control group design. With a population of 239 students, and a sample of 10 people with low HOTS abilities based on pre-test results. The data collection technique used was purposive sampling. The data collection methods used were questionnaires as the main method, observation methods, interviews and documentation as complementary methods. Data analysis uses the T-test formula. Based on the results of data analysis, the tcount value was (6.485), while the t-table value at the 5% significance level was (2.262). Because t-hitung is greater than the ttable value (6,485 > 2.262), then Ho is rejected and Ha is accepted. So the results of this research show that the Mind Mapping Technique is effective for the Higher Order Thinking Skills of Class VIII students at SMP Negeri 8 Mataram for the 2023 academic year. "Significant" Abstrak: Higher Order Thinking Skill merupakan kemampuan berfikir kritis, logis, dan kreatif yang meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Adapun permasalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam berfikir tingkat tinggi, hal ini berdampak buruk bagi siswa mengingat kemampuan HOTS penting dalam menghadapi revolusi industri di era abad ke-21. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Teknik Mind Mapping Terhadap Kemampuan Higher Order Thinking Skill Siswa. Desain penelitian ini yaitu quasy experiment nonequivalent control group design. Dengan populasi berjumlah 239 siswa, dan sampel sebanyak 10 orang dengan kemampuan HOTS yang rendah berdasarkan hasil pre-test. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket sebagai metode pokok, observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai metode pelengkap. Analisis data menggunakan rumus T-test. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai thitung sebesar (6,485), sedangkan untuk nilai t-tabel pada taraf signifikasi 5% sebesar (2,262). Karena t-hitung lebih besar dari nilai ttabel (6.485 > 2,262), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi hasil penelitian ini menunjukan bahwa Teknik Mind Mapping efektif terhadap kemampuan Higher Order Thinking Skill siswa Kelas VIII di SMP Negeri 8 Mataram Tahun Pelajaran 2023. “Signifikan”.
Pengaruh Metode Experiental Learning Terhadap Perasaan Takut Menghadapi Ujian Semester Pada Siswa Kelas VIII SMPN 13 Mataram Farida Herna Astuti; Dian Pertiwi; Ahmad Muzanni
Jurnal Diferensiasi: Jurnal Hasil Penelitian, Pengembangan dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Masyarakat Cita Insani (YAMACITA): Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Reasearch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/kg4kte53

Abstract

Abstract: Fear is a complex emotional symptom and can cause individuals to become anxious, panicked, and not well controlled. The problem that many students experience is experiencing fear when facing semester exams which is described by being nervous, hands getting cold, and shaking. In addition, the impact of this fear will encourage students to be dishonest in the exam process and commit fraud such as cheating and this is not allowed because it is cheating in terms of academics. Based on these problems, the alternative solution that can be used is to apply t*he Experiential Learning method. The formulation of the problem in this study is whether there is an Effect of the Experiential Learning Method on Fear of Facing Semester Exams at VIII  grade Students of SMPN 13 Mataram .The goal to be achieved in this research is to determine the Effect of the Experiential Learning Method on Fear of Facing Semester Exams at VIII  grade Students of SMPN 13 Mataram. The technique of collecting data is the questionnaire method as the main method and the method of documentation, observation, and interviews/interviews as a complementary method and the data analysis technique in this study uses the t-test formula. The results of the calculation using the t-test show the t-count value of 10.103 and the t-table value at a significance level of 5% with db (N-1) = 11 of 2.201. Thus, the t-count value is greater than the t-value in the table (10.103>2.201). So it can be concluded that there is Effect of the Experiential Learning Method on Fear of Facing Semester Exams at VIII  grade Students of SMPN 13 Mataram, the results of this study are significant. Abstrak: Rasa takut merupakan gejala emosional yang kompleks dan dapat menyebabkan individu menjadi cemas, panik, dan tidak terkontrol dengan baik. Permasalahan yang banyak di alami oleh siswa adalah mengalami ketakutan saat akan menghadapi ujian semester yang digambarkan melaui sikap grogi, tangan menjadi dingin, dan gemeteran. Selain itu, dampak dari rasa takut tersebut akan mendorong siswa menjadi tidak jujur dalam proses ujian dan melakukan kecurangan seperti mencontek dan hal tersebut tidak diperbolehkan karena merupakan kecurangan dalam hal akademik. Berdasarkan permasalahan tersebut maka alternatif solusi yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan metode pembelajaran Experiental Learning. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada Pengaruh Metode Experiental Learning Terhadap Perasaan Takut Menghadapi Ujian Semester Siswa Kelas VIII SMPN 13 Mataram Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Metode Experiental Learning Terhadap Perasaan Takut Menghadapi Ujian Semester Siswa Kelas VIII SMPN 13 Mataram. Teknik pengumpulan data dengan metode angket sebagai metode pokok dan metode dokumentasi, observasi, serta wawancara/interview sebagai metode pelengkap dan Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan rumus t-test. Hasil perhitungan mengggunakan t-test menunjukan nilai t-hitung sebesar 10,103 dan nilai t-tabel pada taraf signifikansi 5% dengan db (N-1) = 11 sebesar 2,201. Dengan demikian nilai t-hitung lebih besar dari pada nilai t pada table (10,103>2,201) Sehingga dapat disimpulkan ada Pengaruh Metode Experiental Learning Terhadap Perasaan Takut Menghadapi Ujian Semester Siswa SMPN 13 Mataram maka hasil penelitian ini dinyatakan Signifikan.