Santono Sinaga
Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELAYANAN HYBRID: SUATU PENDEKATAN MODEL PELAYANAN PASTORAL GEREJA BAGI MASALAH LGBTQ Asnita Basir Leman; Hari Sandi Gulo; Santono Sinaga; Ferry Pranoto; Melisa Tulungen; Vranken V.V Erungan
TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Vol 2, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.755 KB)

Abstract

Masalah homoseksualitas sudah setua peradaban manusia itu sendiri. Dari masa ke masa dan generasi, telah menjadi persoalan yang di bahas dan diperdebatkan dari semua sisi kehidupan manusia. Dari manuskrip Kitab Suci dan berbagai peninggalan sejarah hingga perbincangan hangat di media sosial dalam cakupan IoT (Internet of Things) era society 5.0. Tinjauan berbagai aspek religiusitas, psikologi, sosiologi, budaya, medis hingga politik selalu marak dengan tanggapan pro dan ataupun kontra. Tulisan ini tidak bermaksud untuk ikut membahas tanggapan hal pro kontra homoseksualitas yang kemudian diakhiri dengan himbauan redaksional ‘seharusnya’ begini ataupun begitu. Penelitian ini bertujuan untuk memberi usulan pendekatan model hybrid pelayanan pastoral bagi masalah LGBTQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queer) khususnya bagi gereja-gereja dan jejaring pelayanan kristen. Dasar penelitian bersumber dari Alkitab dengan wawasan dunia Kristen, analisis literatur, data laporan dan hasil kuesioner. Model penjangkauan LGBTQ berasal dari konsep konseling online serta ide pelayanan hybrid onsite-online yang menjadi opsi pelayanan gereja-gereja saat ini paska pandemi covid-19.   Kata kunci: pelayanan hybrid, masalah pastoral LGBTQ, konseling online 
Pluralisme dan Klaim Superioritas Agama: Konstruksi Teologi Agama dalam Kepemimpinan Gembala Santono Sinaga; Lidia H Parhusip
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 7, No 1 (2026): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v7i1.343

Abstract

Religious pluralism is an unavoidable sociological reality in contemporary society. The Church is called to maintain its faith identity, but on the other hand, living alongside communities of different beliefs in the public space creates pastoral problems that demand a responsible reconstruction of interfaith theology. The phenomenon of the strengthening claims of religious superiority in a pluralistic society often gives rise to defensive exclusivism or pragmatic relativism in pastoral leadership practices. This research aims to reconstruct an integrative religious theology as a foundation for diversity and a strategic basis for pastoral leadership in responding to pluralism and claims of religious superiority. In elaborating on this topic, the theological-constructive analysis approach serves as a tool to present this study. The findings from this research propose a dialogical-constructive religious theology framework that offers an integrative theological framework to address pluralism and claims of religious superiority, while simultaneously affirming a strong faith identity. This approach enables pastoral leadership to navigate the tension between orthodoxy and social coexistence thru theological reflection, pastoral strategies, and congregation education based on the ethics of love. AbstrakPluralisme agama merupakan realitas sosiologis yang tak terhindarkan dalam masyarakat kontemporer. Gereja dipanggil untuk memelihara identitas iman namun di sisi lain, hidup berdampingan dengan komunitas keyakinan yang berbeda dalam ruang publik memunculkan problem pastoral yang menuntut rekonstruksi teologi agama-agama secara bertanggung jawab. Fenomena menguatnya klaim superioritas agama di tengah masyarakat plural sering kali melahirkan eksklusivisme defensif maupun relativisme pragmatis dalam praktik kepemimpinan gembala. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi teologi agama yang integratif sebagai landasan keberagaman dan strategis bagi kepemimpinan gembala dalam merespons pluralisme dan klaim superioritas agama. Di dalam menguraikan topik ini  pendekatan analisis teologis-konstruktif menjadi alat untuk memaparkan kajian ini. hasil temuan dari kajian ini mengemukakan kontruksi teologi agama dialogis-konstruktif menawarkan kerangka teologis yang integratif untuk menghadapi pluralisme dan klaim superioritas agama, sekaligus menegaskan identitas iman yang kokoh. Pendekatan ini memungkinkan kepemimpinan gembala menavigasi ketegangan antara ortodoksi dan koeksistensi sosial melalui refleksi teologis, strategi pastoral, dan pendidikan jemaat yang berbasis etika kasih. Kata kunci: Gembala; Agama, Klaim Superioritas;  Pluralisme