Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Metode Bara’ Ḍâjâ(H) Masyarakat Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Hakim, Alfian Nurul; Sari, Asri Arum; Aryani, Puput Dwi
Azimuth: Journal of Islamic Astronomy Vol. 2 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Falak UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/azimuth.v2i2.2212

Abstract

Bara’ ḍâjâ(h) merupakan istilah dalam bahasa Madura yang digunakan oleh masyarakat Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember untuk menentukan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah shalat. Metode ini merujuk pada arah tengah antara barat dan utara (barat laut) sebagai acuan arah kiblat. Namun, dalam praktiknya, terdapat perbedaan pandangan di kalangan masyarakat mengenai akurasi dan pemahaman terhadap metode tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap keakuratan metode bara’ ḍâjâ(h) dan sejauh mana arah kiblat yang ditentukan sesuai dengan arah azimuth yang tepat, yaitu 292∘2′24″. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada beberapa warga Desa Wonojati yang dianggap representatif, kemudian dianalisis menggunakan aplikasi Google Earth untuk memverifikasi arah kiblat. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan persepsi di antara masyarakat terkait arah kiblat yang ditentukan dengan metode bara’ ḍâjâ(h), dan ditemukan pula bahwa arah yang digunakan sebagian masyarakat masih mengalami penyimpangan dari arah azimuth yang sebenarnya. Kata Kunci:         Bara’ ḍâjâ(h), arah kiblat, persepsi masyarakat, metode tradisional, Google Earth, azimuth.   Abstract:              Bara’ ḍâjâ(h) is a term in the Madurese language used by the community of Wonojati Village, Jenggawah Subdistrict, Jember Regency, to determine the Qibla direction for performing prayers. This method refers to a midpoint between west and north (northwest) as the reference for Qibla direction. However, in practice, there are differing views among the local people regarding the accuracy and interpretation of this method. This study aims to explore the community’s perception of the accuracy of the bara’ ḍâjâ(h) method and the extent to which the determined Qibla direction aligns with the correct azimuth, which is 292∘2′24″. The research employs a field research method by conducting interviews with several representative residents of Wonojati Village. The data collected were then analyzed using the Google Earth application to verify the Qibla direction. The findings reveal varying perceptions among community members regarding the Qibla direction determined by the bara’ ḍâjâ(h) method. It was also found that the direction used by some members of the community deviates from the accurate azimuth. Keywords:           Bara’ ḍâjâ(h), Qibla direction, community perception, traditional method, Google Earth, azimuth.
Korelasi Pengetahuan, Kebiasaan Sarapan, Asupan Protein, Zat Besi, Dan Status Gizi Dengan Status Anemia Pada Remaja Putri Di Sman 1 Weru Sukoharjo Muwakhidah, Muwakhidah; Sari, Asri Arum; Fauziyah, Intan Nur; Volum, Nais
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja putri menjadi tonggak awal untuk melahirkan generasi yang sehat dan cerdas. Permasalahan gizi yang sering terjadi pada remaja putri adalah anemia gizi. Hal ini disebabkan faktor pola makan yang salah dan adanya penyakit infeksi. Disamping itu penyebab lain anemia gizi meliputi pengetahuan asupan protein zat besi, asam folat, vitamin C dll. Berdasarkan hasil survei Dinas Kesehatan Sukoharjo tahun 2014 diketahui prevalensi anemia gizi pada remaja di Kecamatan Weru sebesar 48 %. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui korelasi pengetahuan tentang anemia, asupan protein dan zat besi, kebiasaan sarapan dan status gizi dengan status anemia pada remaja putri di SMAN 1 Weru Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan crossectional studi dengan menggunakan sampel 65 remaja putri di SMAN 1 Weru Sukoharjo. Variabel dalam penelitian ini meliputi pengetahuan, asupan protein dan zat besi, status gizi dan status anemia. Pengetahuan tentang anemia diukur menggunakan kuesioner, asupan protein dan zat besi diukur menggunakan metode recall 24 jam selama 3 hari, dan status gizi menggunakan IMT/U. Kadar Hemoglobin diukur dengan metode cyanmethemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Remaja putri yang mengalami anemia sebesar 38,5 %. Remaja putri yang berstatus gizi kurus sebesar 13,8 % dan gemuk sebesar 7,7 %, Tidak mempunyai kebiasaan sarapan pagi sebesar 38,5 %, mempunyai pengetahuan tentang anemia kurang sebesar 63, 1 % dan yang mempunyai asupan protein dan zat besi kurang sebsar 93,8 % dan 98,5 %. Hasil uji statistik diketahui tidak ada hubungan antara asupan protein, zat besi, dan status gizi dengan status anemia remaja putri, Ada hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, pengetahuan tentang anemia dengan status anemia pada remaja putri. Bagi remaja putri diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan guna memperbaiki pola makan sehari-hari.