Astrid Aditika Ningwuri, Astrid Aditika
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DUA BUDAYA: PERTANIAN DAN INDUSTRI Studi Kasus dalam Masyarakat Pesisir Dukuh Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang Ningwuri, Astrid Aditika
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 10, No 2: 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.263 KB) | DOI: 10.14710/sabda.10.2.%p

Abstract

This study examines two cultural forms of livelihood in coastal communities Dukuh Tapak, Kelurahan Tugurejo, Semarang. This research purpose is to identify the conditions of each individual and family livelihood, a reason to the dualism of livelihood, and the influence of industry on the social and economic life. This research use a qualitative method, collecting primary data through in-depth interviews and observation, secondary data obtained from study of literature and documents. The results showed that Dukuh Tapak's people have a livelihood as factory employees while managing the fish farm as a sideline. Most people who work in factories are women and youth as a bid to shore up their family economy. Industrialization did not significantly affect the socio-economic conditions, in which a sense of kinship and mutual help are still well preserved. While in terms of economic, a family with two types of livelihood tend to be more established than a family with only working either in the industry or the agricultural sector.
Dua Budaya, Pertanian dan Industri - Mata pencaharian dalam Masyarakat Pesisir Dukuh Tapak, Tugurejo, Tugu, Kota Semarang Ningwuri, Astrid Aditika
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 10, No 1: 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.617 KB) | DOI: 10.14710/sabda.10.1.1-11

Abstract

This study examines two cultural forms of livelihood in coastal communities Dukuh Tapak, Kelurahan Tugurejo, Semarang. This research purpose is to identify the conditions of each individual and family livelihood, a reason to the dualism of livelihood, and the influence of industry on the social and economic life. This research use a qualitative method, collecting primary data through in-depth interviews and observation, secondary data obtained from study of literature and documents. The results showed that Dukuh Tapak's people have a livelihood as factory employees while managing the fish farm as a sideline. Most people who work in factories are women and youth as a bid to shore up their family economy. Industrialization did not significantly affect the socio-economic conditions, in which a sense of kinship and mutual help are still well preserved. While in terms of economic, a family with two types of livelihood tend to be more established than a family with only working either in the industry or the agricultural sector.
EVALUASI PENERAPAN RENCANA PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN MAHAKAM WILAYAH HULU TERHADAP PESUT MAHAKAM (Orcaella brevirostris) DI DESA PELA, KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA Dharmawan, Vito; Ningwuri, Astrid Aditika; Hasudungan, Kaisar Parti; Riswanto, Achmad; Pranata, Alfin; Irawan, Dedy; Saputra, Andrian; Alkadrie, Syarif Iwan Taruna
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.4.207-213

Abstract

Pesut mahakam (Orcaella brevirostris) merupakan mamalia akuatik endemik yang hidup di Kawasan Konservasi Perairan Mahakam Wilayah Hulu. Statusnya sudah dikategorikan critically endangered oleh IUCN dan tergolong pada Appendiks I CITES. Penurunan populasinya yang terjadi setiap tahun menjadikan upaya konservasi penting untuk segera dilakukan. Upaya konservasi yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menetapkan Kawasan Konservasi di Perairan Mahakam Wilayah Hulu Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 49 Tahun 2022. Penetapan kawasan konservasi ini didukung dengan Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Nomor 61 Tahun 2023 tentang Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Mahakam Wilayah Hulu Kabupaten Kutai Kartanegara 2023-2042. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi terhadap rencana pengelolaan kawasan konservasi yang telah dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data primer yang diambil terdiri atas data pemahaman masyarakat, data kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta data pemantauan penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman masyarakat terhadap kawasan konservasi setelah dilakukan sosialisasi. Namun, terdapat beberapa tantangan dan pelanggaran, seperti penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan dan tingkat pendidikan masyarakat. Beberapa rekomendasi yang dapat diberikan terhadap rencana pengelolaan kawasan konservasi adalah: (1) peningkatan keterlibatan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat, pendidikan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, dan pengembangan ekonomi alternatif yang berkelanjutan; (2) peningkatan pendidikan konservasi secara formal maupun informal; (3) pengenalan inovasi alat tangkap ikan dengan pemasangan perangkat akustik yang dapat mengusir pesut; dan (4) penguatan penegakan hukum dengan pelibatan champion atau warga desa yang tergabung dalam pokmaswas.