Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI PENERAPAN RENCANA PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN MAHAKAM WILAYAH HULU TERHADAP PESUT MAHAKAM (Orcaella brevirostris) DI DESA PELA, KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA Dharmawan, Vito; Ningwuri, Astrid Aditika; Hasudungan, Kaisar Parti; Riswanto, Achmad; Pranata, Alfin; Irawan, Dedy; Saputra, Andrian; Alkadrie, Syarif Iwan Taruna
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.4.207-213

Abstract

Pesut mahakam (Orcaella brevirostris) merupakan mamalia akuatik endemik yang hidup di Kawasan Konservasi Perairan Mahakam Wilayah Hulu. Statusnya sudah dikategorikan critically endangered oleh IUCN dan tergolong pada Appendiks I CITES. Penurunan populasinya yang terjadi setiap tahun menjadikan upaya konservasi penting untuk segera dilakukan. Upaya konservasi yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menetapkan Kawasan Konservasi di Perairan Mahakam Wilayah Hulu Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 49 Tahun 2022. Penetapan kawasan konservasi ini didukung dengan Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Nomor 61 Tahun 2023 tentang Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Mahakam Wilayah Hulu Kabupaten Kutai Kartanegara 2023-2042. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi terhadap rencana pengelolaan kawasan konservasi yang telah dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data primer yang diambil terdiri atas data pemahaman masyarakat, data kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta data pemantauan penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman masyarakat terhadap kawasan konservasi setelah dilakukan sosialisasi. Namun, terdapat beberapa tantangan dan pelanggaran, seperti penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan dan tingkat pendidikan masyarakat. Beberapa rekomendasi yang dapat diberikan terhadap rencana pengelolaan kawasan konservasi adalah: (1) peningkatan keterlibatan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat, pendidikan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, dan pengembangan ekonomi alternatif yang berkelanjutan; (2) peningkatan pendidikan konservasi secara formal maupun informal; (3) pengenalan inovasi alat tangkap ikan dengan pemasangan perangkat akustik yang dapat mengusir pesut; dan (4) penguatan penegakan hukum dengan pelibatan champion atau warga desa yang tergabung dalam pokmaswas.
Kepadatan dan Pola Distribusi Kima (Tridacnidae) di Perairan Pulau Lemukutan Kalimantan Barat Ikhsan, Arman Nur; Panggabean, Grin Tommy; Alkadrie, Syarif Iwan Taruna; Saputra, Andrian; Hidayat, Enjang Hernandi; Firdaus, Moh Rezha Sabda; Djuniadi, Sj.; Saniswan, Yuda; Putra, Eko Rahmanza
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v9i1.99890

Abstract

Lemukutan Island is a marine conservation area in Bengkayang Regency, West Kalimantan, with high marine resource potential. Besides supporting tourism activities such as diving and snorkeling, its waters host ecologically important giant clams (Tridacnidae), which function as natural biofilters in reef ecosystems. However, information regarding the biodiversity and population status of giant clams in this area remains limited. This study aimed to assess the density and distribution patterns of giant clams in the waters of Lemukutan Island. Field data were collected in July 2025 at four observation stations representing the eastern and western parts of the island using the belt transect method (50m x 5 m). Data analysis included calculations of density, relative abundance, and distribution patterns using the Morisita Index. A total of 329 individuals belonging to three species were recorded: Tridacna crocea, T. maxima, and T. squamosa. T. crocea was the most dominant species at all stations, with the highest average density (0.231 ind/m²) and relative abundance (14.732%). In contrast, T. squamosa showed the lowest average density (0.067 ind/m²). Station 2 exhibited the highest overall density (0.254 ind/m²) and relative abundance (16.241%) compared to other stations. The distribution pattern of giant clams was predominantly clumped. However, a more uniform distribution of T. crocea and T. maxima was observed at Stations 3 and 4. Variations in density and distribution were closely associated with coral reef availability and water quality conditions. These findings provide baseline data to support sustainable conservation and management of giant clams in Lemukutan Island waters.