Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Pendekatan Realistik Mathematic Education (RME) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Perkalian pada Siswa di Sekolah Dasar Agung Fauzy; Dindin Abdul Muiz Lidinillah; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.64 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28702

Abstract

Dilatarbelakangi dengan keberadaan RME (Realistic Mathematics Education) saat ini yang menjadi pendekatan menjanjikan dalam pembelajaran matematika yang dianggap menyeramkan oleh sebagian pembelajar khususnya ditingkat sekolah dasar sehingga menjadi salah satu sebab capaian belajar matematika siswa selalu buruk. Perkalian sebagai salah satu materi dalam pelajaran matematika yang identik dengan hafalan bukan dengan pemahaman terhadap konsep perkalian, sehingga siswa kurang mampu menerapkannya untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi masalah umum yang dihadapi guru yaitu rendahnya pemahaman siswa pada materi konsep perkalian. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan pemahaman siswa kelas II SDN 1 Ratawangi pada materi konsep perkalian. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas yang dilakukan tiga siklus pembelajaran. Teknik pengumpulan datanya yaitu studi dokumentasi, tes, dan observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan perencanaan pembelajaran siklus I mencapai 81%, pelaksanaan pembelajaran 56 %, dan pemahaman siswa 36 %. Pada siklus II Perencanaan pembelajaran mengalami peningkatan mencapai 90%, pelaksanaan pembelajaran 71 %, dan pemahaman siswa 86%. Pada siklus III menunjukan peningkatan yang signifikan, perencanaan pembelajaran 95%, pelaksanaan pembelajaran 94%, dan pemahaman siswa 95%. Secara keseluruhan, pembelajaran matematika menerapkan pendekatan matematika realistik pada materi konsep perkalian di kelas II SDN 1 Ratawangi mengalami peningkatan yang sangat baik, baik dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, maupun dalam peningkatan pemahaman siswa.
Buku Cerita Tempat Bersejarah “Plangon” sebagai Sumber Belajar Kearifan Lokal untuk Anak Sekolah Dasar Anggi Norantica; Aan Kusdiana; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.304 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.25883

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya bahan ajar membaca yang bermuatan kearifan lokal yang berguna bagi siswa sebagai sumber belajar. Hal tersebut dikaitkan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar dalam kurikulum 2013 yang menganut pembelajaran terpadu, sehingga pembelajarannya (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) harus diintergrasikan dalam suatu tema, bersama dengan mata pelajaran lainnya. Dalam hal ini, peneliti membuat produk buku cerita tempat bersejarah “Plangon” sebagai sumber belajar kearifan lokal pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diintergrasikan dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas IV sekolah dasar yang terdapat pada Tema 1 “Indahnya Kebersamaan”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil dan bentuk buku cerita tempat bersejarah “Plangon” sebagai sumber belajar kearifan lokal untuk anak sekolah dasar. Dalam pembuatan buku cerita tempat bersejarah “Plangon” ini selain diharapkan dapat menarik siswa untuk minat membaca, siswa juga dapat lebih mengenal tempat bersejarah “Plangon” yang merupakan salah satu kearifan lokal dari Cirebon. Bahan ajar yang bermuatan kearifan lokal sangat penting bagi pengetahuan luas serta penanaman karakter yang kuat bagi siswa. Maka dari itu, peneliti membuat cerita tempat bersejarah “Plangon” dengan bahasa yang lugas, komunikatif yang dibantu dengan ilustrasi gambar yang menarik tetapi tanpa menghilangkan makna dari pembuatan buku dan esensi cerita.  Pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Design Based Research (DBR). Berdasarkan hasil penelitian, Buku Cerita Tempat Bersejarah “Plangon” mendapatkan kelayakan dan memenuhi kriteria yang diinginkan untuk dijadikan sebagai sumber belajar kearifan lokal bagi siswa sekolah dasar.
SPADE: Geometry Learning Model within Elementary School Epon Nur'aeni; Oyon Haki Pranata; Muhammad Rijal Wahid Muharram; Ika Fitri Apriani
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 2 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: December 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i2.29433

Abstract

This research was initiated by a problem in learning geometry in primary schools, namely the use of learning models that tend to be monotonous and less attractive to students. In addition, the research is based on efforts to preserve existing cultures in Indonesia, especially those from Kampung Naga, Tasikmalaya, West Java Province. Kampung Naga is an area that still maintains traditional life and cultural wealth. Based on these conditions, research was carried out to solve problems through the development of the SPADE as a geometry learning model in elementary schools. SPADE stands for five activities, namely singing, playing, analyzing, discussing, and evaluating.Research development model by Plomp was used on this project. The research was conducted for three years and involved lecturers, students, teachers, and primary school students in Tasikmalaya City, West Java Province. The research instruments used were observation sheets, interview guidelines, learning assessment sheets, learning implementation videos, questionnaires, and field notes. The data were analyzed interactively with the following activities: 1) data reduction; 2) data presentations; 3) data verification. The research finds that SPADE is relevant as a learning model and got a positive response to be implemented in primary school. The SPADE learning model is expected to be implemented in a broader scope.
SPADE: Geometry Learning Model within Elementary School Epon Nur'aeni; Oyon Haki Pranata; Muhammad Rijal Wahid Muharram; Ika Fitri Apriani
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 2 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: December 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i2.29433

Abstract

This research was initiated by a problem in learning geometry in primary schools, namely the use of learning models that tend to be monotonous and less attractive to students. In addition, the research is based on efforts to preserve existing cultures in Indonesia, especially those from Kampung Naga, Tasikmalaya, West Java Province. Kampung Naga is an area that still maintains traditional life and cultural wealth. Based on these conditions, research was carried out to solve problems through the development of the SPADE as a geometry learning model in elementary schools. SPADE stands for five activities, namely singing, playing, analyzing, discussing, and evaluating.Research development model by Plomp was used on this project. The research was conducted for three years and involved lecturers, students, teachers, and primary school students in Tasikmalaya City, West Java Province. The research instruments used were observation sheets, interview guidelines, learning assessment sheets, learning implementation videos, questionnaires, and field notes. The data were analyzed interactively with the following activities: 1) data reduction; 2) data presentations; 3) data verification. The research finds that SPADE is relevant as a learning model and got a positive response to be implemented in primary school. The SPADE learning model is expected to be implemented in a broader scope.