Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Buku Cerita Makanan "Colenak" sebagai Sumber Belajar Kearifan Lokal di Sekolah Dasar Revina Oktaviani; Aan Kusdiana; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.535 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.26349

Abstract

Pembelajaran bahasa indonesia salah satu mata pembelajaran yang ada disekolah dasar .penelitian dlatar belakangi belum tersedianya buku cerita makanan tradisional colenak sebagai bahan ajar membaca disekolah dasar.Tujuan penelitian ini yaitu 1) mendekpsikan ketersedian buku cerita anak makanan tradisional colenak ;2)mendeskpisikan rancangan pembuatan buku cerita anak berbasis kearifan lokal ;3) mendeskpisikan kelayakan cerita anak berbasis kearifan lokal makanan tradisional colenak ;4) merumuskan produk akhir buku cerita makanan tradisonal colenak untuk sekolah dasar.Siswa tidak mengetahui tentang makanan tradisional di daerah masing-masing. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan solusi memecahkan masalah yang ditemui oleh peneliti di lapangan.Oleh sebab itu,tujuan dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan bentuk ,proses dan efektivitas buku cerita menggunakan metode penelitian ini yaitu Designed-Based Research ( DBR) dengan prosedur penelitan menurut Hasil yang didapat dalam penelitian ini yaitu 1) menghasilkan data tentang ketersediaan buku cerita anak berbasis kearifan lokal Makanan Colenak belum ada;2) produk buku cerita anak berbasis kearifan lokal berjudul “ Colenak” yang memiliki keunggulan pada isi cerita yang memuat konten didaktis ( ilmu pengetahuan) tentang Pembuatan Colenak adanya.cara pembuatan yang sangat unik dan ciri khas makanan dari bandung yang dibuat dari peyeum ( tape ) bentuk cerita yang menarik dan merujuk pada karateristik cerita anak ,serta memuat unsur cerita.
Pengembangan Buku Cerita Tempat Bersejarah ‘Kampung Adat Dukuh’ sebagai Bahan Ajar Membaca di Sekolah Dasar Ai Herliyaniwati; Aan Kusdiana; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.241 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28704

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar lebih berorientasi pada pembelajaran berbasis teks. Sehingga hal tersebut menitik beratkan kepada aspek membaca sebagai keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa. Berkenaan dengan hal itu, guru harus dapat mengembangkan sebuah bahan ajar berbasis teks pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, namun berdasarkan wawancara kepada guru di SDN 2 Ciroyom Kabupaten Garut, guru merasa kesulitan dalam membuat bahan ajar berbentuk teks, apalagi teks tentang cerita narasi sejarah. Guru mengeluhkan bahwa bahan ajar membaca cerita mengenai tempat bersejarah dalam buku tematik yang berasal dari Garut hanya sebatas pada cerita Situ Bagendit dan Candi Cangkuang saja. Selain itu, relevansi bahan ajarpun dirasa kurang sesuai dengan kondisi siswa dan kurang kontekstual karena jauh dari lingkungan siswa. Berdasarkan fakta tersebut peneliti menawarkan solusi berupa pengembangan bahan ajar membaca anak mengenai tempat bersejarah di daerah Garut bernama “Kampung Adat Dukuh”. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research (DBR) dengan menggunakan prosedur yang merujuk kepada teori Reeves. Dari hasil uji coba, mengacu kepada evaluasi dari bahan ajar yang dikembangkan didapat 38% siswa mendapat nilai tuntas, dan 62% belum tuntas.
Buku Cerita Tempat Bersejarah “Plangon” sebagai Sumber Belajar Kearifan Lokal untuk Anak Sekolah Dasar Anggi Norantica; Aan Kusdiana; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.304 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.25883

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya bahan ajar membaca yang bermuatan kearifan lokal yang berguna bagi siswa sebagai sumber belajar. Hal tersebut dikaitkan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar dalam kurikulum 2013 yang menganut pembelajaran terpadu, sehingga pembelajarannya (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) harus diintergrasikan dalam suatu tema, bersama dengan mata pelajaran lainnya. Dalam hal ini, peneliti membuat produk buku cerita tempat bersejarah “Plangon” sebagai sumber belajar kearifan lokal pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diintergrasikan dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas IV sekolah dasar yang terdapat pada Tema 1 “Indahnya Kebersamaan”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil dan bentuk buku cerita tempat bersejarah “Plangon” sebagai sumber belajar kearifan lokal untuk anak sekolah dasar. Dalam pembuatan buku cerita tempat bersejarah “Plangon” ini selain diharapkan dapat menarik siswa untuk minat membaca, siswa juga dapat lebih mengenal tempat bersejarah “Plangon” yang merupakan salah satu kearifan lokal dari Cirebon. Bahan ajar yang bermuatan kearifan lokal sangat penting bagi pengetahuan luas serta penanaman karakter yang kuat bagi siswa. Maka dari itu, peneliti membuat cerita tempat bersejarah “Plangon” dengan bahasa yang lugas, komunikatif yang dibantu dengan ilustrasi gambar yang menarik tetapi tanpa menghilangkan makna dari pembuatan buku dan esensi cerita.  Pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Design Based Research (DBR). Berdasarkan hasil penelitian, Buku Cerita Tempat Bersejarah “Plangon” mendapatkan kelayakan dan memenuhi kriteria yang diinginkan untuk dijadikan sebagai sumber belajar kearifan lokal bagi siswa sekolah dasar.