Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan dengan Media Audiovisual dan Media Leaflet secara Bersamaan Meningkatkan Pengetahauan, Sikap, dan Tindakan Caregiver Lansia dalam Pencegahan Infeksi Covid-19 Irwadi Irwadi; Yenni Elfira; Aric frendi Andriyan; Iswenti Novera; Tosi Rahmaddian
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 4 (2022): Jurnal Keperawatan: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.143 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14i4.210

Abstract

Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19) meningkatan resiko infeksi pada lansia, terutama lansia yang memiliki penyakit comorbid jika terinfeksi akan memperburuk keadaan lansia. Selain itu penurunan fungsi organ-organ pada seluruh sistem tubuh termasuk imun akibat proses penuaan. Faktor lain yang dapat meningkatkan resiko infeksi pada lansia yaitu kurangnya pengetahuan, sikap dan tindakan caregiver lansia tentang pencegahan COVID-19. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan caregiver lansia tentang pencegahan COVID-19. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan caregiver lansia dengan comorbid dalam pencegahan infeksi COVID-19. Desain penelitian Quasi Eksperimen Pre Posttest With Non ­Equivalent Control Group. Jumlah sampel 76 orang terdiri dari 38 kelompok intervensi dan 38 kelompok kontrol. Metode pengambilan sampel probability sampling dengan menggunakan teknik Sampel Random Sampling imana penentuan sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Hasil uji paired Simples T-test menunjukkan ada perbedaan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan pre test dan post test perlakuan kelompok intervensi dan kontrol (p < α = 0.05). dapat disimpulkan pemberian pendidikan kesehatan melalui media audiovisual dan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan caregiver lansia dengan comorbid dalam pencegahan infeksi COVID-19.
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam penanganan choking pada anak melalui pelatihan pertolongan pertama tersedak Nirmala Sari; Hendri Devita; Aric Frendi Andriyan; Putri Engla Pasalina; Afrah Diba Faisal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38220

Abstract

Abstrak Choking (tersedak) merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi pada bayi dan anak akibat masuknya makanan atau benda asing ke saluran napas. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga kematian apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Berdasarkan analisis situasi mitra, sebagian besar orang tua belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengenali tanda-tanda tersedak serta melakukan pertolongan pertama. Kondisi tersebut meningkatkan risiko keterlambatan penanganan saat terjadi kasus choking pada anak di lingkungan keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan orang tua dalam menangani kasus tersedak (choking) pada anak melalui penyuluhan dan pelatihan pertolongan pertama. Orang tua diharapkan mampu mengenali tanda choking serta melakukan tindakan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman untuk mencegah komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 4 Oktober 2025 di Kelurahan Aie Pacah, Kota Padang, Sumatera Barat, dengan melibatkan 20 orang tua (ibu) sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi edukasi, demonstrasi, simulasi, dan diskusi interaktif mengenai pertolongan pertama pada anak yang mengalami choking. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengisian kuesioner sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pelatihan untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Tahapan kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi, demonstrasi dan simulasi penanganan choking, sesi tanya jawab, serta post-test. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan orang tua setelah mengikuti kegiatan edukasi dan simulasi penanganan choking. Rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 4,00 pada saat pre-test menjadi 7,95 pada saat post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan simulasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pertolongan pertama pada anak yang mengalami tersedak. Kegiatan ini berpotensi meningkatkan kesiapsiagaan orang tua dalam menghadapi kejadian tersedak pada anak. Oleh karena itu, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas kepada guru PAUD/TK serta pengasuh anak sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan pada anak. Kata kunci: pengetahuan; pertolongan pertama; tersedak; anak. Abstract Choking is a common emergency in infants and children caused by food or foreign objects entering the respiratory tract. This condition can cause respiratory distress and even death if not treated promptly and appropriately. Based on a partner situation analysis, most parents lack the knowledge and skills to recognize the signs of choking and administer first aid. This situation increases the risk of delayed treatment when choking occurs in children within the family environment. The purpose of this community service activity is to improve parents' knowledge, skills, and preparedness in handling choking in children through first aid counseling and training. Parents are expected to be able to recognize the signs of choking and administer first aid quickly, accurately, and safely to prevent complications. The community service activity was held on October 4, 2025, in Aie Pacah Village, Padang City, West Sumatra, involving 20 parents (mothers) as participants. The methods used included education, demonstrations, simulations, and interactive discussions regarding first aid for children experiencing choking. The activity evaluation was conducted through questionnaires before (pre-test) and after (post-test) the training to measure changes in participants' knowledge levels. The activity stages included a pre-test, material delivery, demonstration and simulation of choking management, a question and answer session, and a post-test. Based on the evaluation results, there was an increase in parents' knowledge levels after participating in the education and simulation activities for choking management. The average knowledge score of participants increased from 4.00 in the pre-test to 7.95 in the post-test. This increase indicates that the education and simulation activities provided were effective in improving parents' understanding of first aid for children who experience choking. This activity has the potential to increase parents' preparedness in dealing with choking incidents in children. Therefore, similar programs need to be implemented continuously and expanded to early childhood education (PAUD/TK) teachers and childcare providers as an effort to strengthen community capacity in handling emergencies in children. Keywords: knowledge; first aid; choking; child.
Tekanan Darah Sebagai Indikator Klinis Kecepatan Pemulihan Kesadaran Setelah Anestesi Umum Aric Frendi Andriyan; Ikshan Amran; Leo Agustigno; Dewi Frendi Siska; Donna Handayani
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkm.v6i1.3704

Abstract

Background: Delayed emergence from anesthesia is an undesirable event in anesthetic practice. One of the contributing factors is the patient’s blood pressure. Abnormal blood pressure can interfere with the elimination of anesthetic agents, potentially prolonging the time to regain consciousness. This study aims to determine the relationship between postoperative blood pressure and emergence time in patients undergoing general anesthesia at RSI Siti Rahmah Padang. Methods: This study was an analytical observational research with a cross-sectional design. Data were collected at RSI Siti Rahmah Padang from November 1, 2023 to January 11, 2024 using the Aldrete Score observation sheet. A total of 66 respondents were selected using purposive sampling, Results: The results showed that 27.3% of patients were aged 36–45 years, 59.1% were female, and 56.1% had ASA I status. Additionally, 47% of patients had normal blood pressure, and 59.1% did not experience prolonged emergence time. A significant relationship was found between postoperative blood pressure and emergence time in patients undergoing general anesthesia (p = 0.000). Conclusion: There is a significant relationship between postoperative blood pressure and emergence time among patients receiving general anesthesia at RSI Siti Rahmah Padang.