Aidil Azhar
1School Of Vocational Studies, IPB University, Jl. Kumbang No. 14, Central Bogor, Bogor City, West Java

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Measuring Instant Light-Response Curve of Chlorophyll Fluorescence in Sago Palm (Metroxylon sagu Rottb.) Leaves: Different Time Measurements on Dark and Light-Adapted Leaf Aidil Azhar; Koki Asano; Hiroshi Ehara
PLANTA TROPIKA Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agrotechnology, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pt.v11i1.14815

Abstract

This study aimed to determine the appropriate time for the chlorophyll fluorescence light curve measurement in sago palms and to avoid high values variations. The photosynthetic status of three-year-old sago palm seedlings was evaluated through the chlorophyll fluorescence measurement. The chlorophyll fluorescence light curve of measurement was evaluated under different daytime measurements. Observations on DFm/Fm’ and ETR vs. irradiances were conducted on sago palm leaves in the morning, midday, and afternoon with light and dark adaptation. The highest ETRmax value was found under a light-adapted leaf; however, the Eopt value could not be obtained. Morning time measurement on the dark-adapted leaf is the most appropriate method and time to get an Eopt value with high ETRmax.
Effects of NPK Fertilizer and Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) on the Growth of Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Seedlings Sahru Ananda Ramadhan; Listyawati Indra Putri; Praditya Rizqi Novanto; Fatimah Nur Istiqomah; Aidil Azhar
PLANTA TROPIKA Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Agrotechnology, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pt.v13i2.26091

Abstract

Nutrients in the nursery stage significantly impact the cultivation of oil palm seedlings. The study aimed   to investigate the effects of NPK fertilizer and Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) on the growth of oil palm seedlings. A Randomized Complete Block Design with a single factor was employed, consisting of six treatment levels and four replications. The treatments included a control, NPK fertilizer, AMF biofertilizer, and combinations of AMF biofertilizer with varying doses of NPK fertilizer. Growth parameters were plant height, trunk diameter, frond count, dry matter weight, AMF root infection, and soil spore count. The results showed that the standard dose NPK + 30 g AMF biofertilizer exhibited the best morphological traits, which significantly affected the dry matter weight of seedlings. However, the half standard dose of NPK + 30 g AMF biofertilizer optimized growth while reducing dependence on chemical fertilizers. AMF root infections were observed in the treatments with biofertilizer. These findings indicate that the combined use of NPK fertilizer and AMF can optimize oil palm seedling growth, providing a strong foundation for improved field establishment and future productivity.
Pendampingan Petani dalam Optimalisasi Produktivitas Cabai (Capsicum annuum L.) Berkelanjutan Di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor Iis Purnamawati; Merry Gloria Meliala; Wanda Russianzi; Aidil Azhar; Lili Dahliani; Yuli Maryanti; Tifaningrum Winda Syaharani
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v3i1.36

Abstract

Budi daya cabai oleh Kelompok Taruna Tani Muara Jaya Tani Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor masih secara konvensional. Budi daya cabai didasarkan pada kebiasaaan dan belum menerapkan good agricultural practices (GAP). Hal lain yang dihadapi yaitu masih tingginya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berdampak pada rendahnya produktivitas cabai yang dihasilkan. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan praktik budi daya yang efektif dan berkelanjutan. Kegiatan pendampingan dilaksanakan melalui pelatihan secara teoritis dan praktik mengenai GAP cabai, pelatihan identifikasi OPT utama cabai, serta pelatihan penerapan prinsip 5T (tepat sasaran, tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara) dalam penggunaan pestisida dan pembuatan biopestisida berbahan sumber daya lokal. Kegiatan juga dilengkapi dengan pretest dan posttest dengan total responden 12 orang sebagai salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan program yang dilakukan. Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya minat dan kemampuan petani dalam menerapkan praktik budi daya cabai yang lebih tepat dan ramah lingkungan yaitu melalui partisipasi aktif dalam kegiatan budi daya cabai mulai dari penyiapan lahan hingga penanaman dan perawatan, keikutsertaan dan antusiasme dalam pembuatan pestisida nabati juga aplikasinya, serta adanya peningkatan nilai pada post-test dengan rata-rata 24 dari 100. Indikator tersebut diharapkan menjadi bukti nyata adanya peningkatan kapasitas petani dalam melakukan budi daya cabai secara efektif dengan produktivitas maksimal dan berkelanjutan.