Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membentuk Resiliensi Khalayak Pengguna Media Sosial di Kota Makassar melalui Pendidikan dan Literasi Digital Sri Riski Wulandari; Irmawati Thahir
Jurnal Kependidikan Media Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEPENDIDIKAN MEDIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jkm.v11i3.10585

Abstract

Resiliensi merupakan kemampuan yang wajib dimiliki oleh pengguna media sosial. Resiliensi membantu masyarakat untuk dapat menghadapi berbagai tantangan dan efek dari media sosial. Kemampuan resiliensi yang memadai dapat membantu masyarakat untuk meminimalisir efek negatif dari penggunaan media sosial dan mendapatkan pengalaman yang cenderung positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kemampuan resiliensi khalayak pengguna media sosial (Instagram dan Facebook) di kota Makassar dan pentingnya pendidikan serta literasi digital untuk membentuk resiliensi masyarakat. Penelitian ini bertempat di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mix methods, yaitu metode kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian 236 orang (119 responden Instagram dan 117 responden Facebook) dan kualitatif dengan wawancara terhadap 3 (tiga) orang pakar/pegiat pendidikan dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi responden khalayak Instagram dan Facebook cenderung tinggi, yakni sebesar 66,4% pada responden Instagram dan 75,2% pada responden Facebook, sebanyak 33,6% responden Instagram dan 24,8% responden Facebook masih memiliki tingkat resiliensi yang rendah, serta pendidikan dan literasi digital menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk membentuk resiliensi masyarakat.
Commodification of Disability in Digital CSR Campaigns: Semiotic and Reseption Analysis VCD Students Nurul Fadhillah S; Sri Riski Wulandari
Jurnal Riset Komunikasi Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jrk.v17i1.39661

Abstract

This study aims to analyze the commodification of disability in digital Corporate Social Responsibility (CSR) campaigns and map the reception patterns among Visual Communication Design (VCD) students. Adopting a descriptive qualitative approach, the study employs a multistage analysis integrating Roland Barthes’ semiotics on five CSR campaign videos; Pertamina, Tokopedia, Indodax, BRI Insurance, and Alfamidi, alongside Stuart Hall’s reception theory through reflective discussions with 24 VCD students at Universitas Negeri Makassar. The findings reveal that CSR videos systematically naturalize disability as an emotional commodity, portraying subjects as "empowered" yet confined within frameworks of inspiration and productivity. Meanwhile, VCD students predominantly occupy negotiated and oppositional positions, identifying practices of "inspiration porn" and affective commodification behind ostensibly humanistic narratives. The originality of this research lies in its integration of semiotics and the political economy of media to uncover how audiences with high visual literacy deconstruct hegemonic messages within digital communication structures. Practically, the results suggest the necessity of integrating the ethics of representation into design curricula to cultivate reflective practitioners who avoid exploiting marginal groups. However, this study is limited by its specific participant scope within a single study program; thus, the findings reflect the reception trends of a specific group rather than broad population generalizations.