Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Usia Terhadap Presbiopi Pada Pengabdian Masyarakat di tengah Pandemi Covid-19 JABODETABEK Agoes Soedrajat; Eriko Ruslan; Sahel Sahel
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Ma Chung 2021
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.416 KB) | DOI: 10.33479/senampengmas.2021.1.1.15-22

Abstract

Bertambahnya usia tidak dapat dipungkiri,  akan berkurangnya kemampuan menggunakan beragam teknologi dikarenakan mulai terbatasnya jarak penglihatan dengan jelas, hal ini diakibatkan dengan Semakin bertambah usia seseorang maka kemampuan Akomodasinya akan semakin berkurang. Makna kemampuan akomodasi disini adalah kemampuan elastisitas mata untuk mencembung berkurang yang berakibat kepada kemampuan mata untuk melihat dekat berkurang. sesuai dengan hasil dari Program Pengabdian Masyarakat yang diadakan pada bulan Januari-Februari 2021, ditengah pandemic Covid-19 dalam wilayah JABODETABEK sesuai dengan domisili mahasiswa dengan kategori pemeriksaan siswa dan Guru. Untuk penelitian ini data yang digunakan adalah data guru berupa data usia dan  hasil pemeriksaan Presbiopia. Untuk diketahui apakah ada hubungan antara Usia dengan Presbiopia, dan setelah dibuktikan dengan SPSS 26 uji korelasi non parametik dinyatakan bahwa adanya hubungan antara Usia dengan Presbiopia hal itu dikarenakan nilai sig 0.000 < 0,05 dan mempunya hubungan yang sangat kuat antara Usia dan Presbiopia dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi 0,867.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN GAYA BELAJAR MAHASISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH WIRASWASTA (STUDI KUASI-EKSPERIMEN PADA MAHASISWA TINGKAT II AKADEMI REFRAKSI OPTISI KARTIKA INDERA PERSADA TAHUN AKADEMIK 2025/2026) Sahel Sahel; Ebtaria Hartiwi Putri; Suci Haryanti; Atti Kartikawati; Fitri Yati; Shinta Amelia Astuti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of Problem Based Learning (PBL) on student academic achievement in the Entrepreneurship course at Akademi Refraksi Optisi Kartika Indera Persada for Academic Year 2025/2026, considering learning style as a moderating variable. A quantitative quasi-experimental nonequivalent control group design was employed, involving the Regular Class (Semester IV) as the experimental group (n=27) implementing PBL and the GW Class (Semester III) as the control group (n=23) receiving conventional instruction. Learning outcomes were measured using a weighted final score comprising Attendance (15%), Project (10%), Quiz (5%), Assignment (10%), Midterm Exam/UTS (20%), and Final Exam/UAS (40%). Data were analyzed through descriptive statistics, Shapiro-Wilk normality test, Levene's homogeneity test, and Mann-Whitney U test. Descriptive results showed mean final scores of 80.15 (SD=2.66) for the experimental class and 80.43 (SD=1.53) for the control class. Component-level analysis revealed significant differences in most individual components, with the experimental class outperforming in Project, Quiz, Assignment, UTS, and UAS, while the control class had higher attendance. Shapiro-Wilk confirmed non-normal distribution in both classes (p<0.05), and Levene's Test indicated heterogeneous variances (F=4.146, p=0.047). The Mann-Whitney U test yielded U=316.00 with p=0.911 (p>0.05), confirming H0: no statistically significant difference in aggregated final scores. Pedagogical implications and recommendations for future research are discussed.
TAHAPAN KOREKSI PADA ANAK YANG MENGALAMI MIOPIA ASTIGMAT DISERTAI DENGAN AMBLIOPIA Sutaryo Sutaryo; Atti Kartikawati; Sahel Sahel
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ambliopia didefinisikan sebagai penurunan ketajaman penglihatan pada satu atau kedua mata yang tidak dapat langsung dikembalikan ke kondisi normal (misalnya 6/6 atau 20/20) hanya dengan pemberian kacamata, tanpa adanya kerusakan struktural pada mata itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan secara teori mengenai Miopia Astigmat, menganalisis bagaimana Ambliopia terjadi, menguraikan langkah-langkah pemeriksaan mata pada anak, dan merumuskan pedoman penentuan ukuran kacamata yang paling tepat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian dengan pendekatan kualitatif pada studi kasus tunggal atau satu orang dengan penyakit Retinitis Pigmentosa (RP) penyebab low vision. Hasil penelitian ini menunjukkan pemeriksaan ketajaman penglihatan tanpa koreksi menunjukkan visus 3/60 pada mata kanan dan visus 20/200 pada mata kiri, yang mengindikasikan penurunan tajam penglihatan yang signifikan. Setelah diberikan koreksi berdasarkan hasil refraksi objektif dari rumah sakit dan refraksi subjektif ulang oleh optometris, visus terbaik yang dapat dicapai hanya 20/60 pada kedua mata. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan tajam penglihatan tidak semata-mata disebabkan oleh kelainan refraksi, tetapi juga akibat gangguan perkembangan sistem penglihatan, yaitu ambliopia. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya astigmat miopia compositus bilateral, dengan derajat lebih tinggi pada mata kanan. Dengan koreksi yang tepat dan sesuai standar optometri, kualitas penglihatan dan kualitas hidup pasien dapat meningkat secara signifikan. Untuk kontrol ulang sesuai dengan anjuran dokter untuk manajemen miopia astigmat dan terapi ambliopia.