Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN GAYA BELAJAR MAHASISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH WIRASWASTA (STUDI KUASI-EKSPERIMEN PADA MAHASISWA TINGKAT II AKADEMI REFRAKSI OPTISI KARTIKA INDERA PERSADA TAHUN AKADEMIK 2025/2026) Sahel Sahel; Ebtaria Hartiwi Putri; Suci Haryanti; Atti Kartikawati; Fitri Yati; Shinta Amelia Astuti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of Problem Based Learning (PBL) on student academic achievement in the Entrepreneurship course at Akademi Refraksi Optisi Kartika Indera Persada for Academic Year 2025/2026, considering learning style as a moderating variable. A quantitative quasi-experimental nonequivalent control group design was employed, involving the Regular Class (Semester IV) as the experimental group (n=27) implementing PBL and the GW Class (Semester III) as the control group (n=23) receiving conventional instruction. Learning outcomes were measured using a weighted final score comprising Attendance (15%), Project (10%), Quiz (5%), Assignment (10%), Midterm Exam/UTS (20%), and Final Exam/UAS (40%). Data were analyzed through descriptive statistics, Shapiro-Wilk normality test, Levene's homogeneity test, and Mann-Whitney U test. Descriptive results showed mean final scores of 80.15 (SD=2.66) for the experimental class and 80.43 (SD=1.53) for the control class. Component-level analysis revealed significant differences in most individual components, with the experimental class outperforming in Project, Quiz, Assignment, UTS, and UAS, while the control class had higher attendance. Shapiro-Wilk confirmed non-normal distribution in both classes (p<0.05), and Levene's Test indicated heterogeneous variances (F=4.146, p=0.047). The Mann-Whitney U test yielded U=316.00 with p=0.911 (p>0.05), confirming H0: no statistically significant difference in aggregated final scores. Pedagogical implications and recommendations for future research are discussed.
Skrining Kesehatan Mata Siswa Sekolah Dasar: Studi Kasus SDN Cempaka Baru 11 Jakarta Suci Haryanti; Sahel; Atti Kartikawati; Shinta Amelia Astuti; Fitri Yati
TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Trimas: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan penglihatan pada anak usia sekolah merupakan permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil skrining kesehatan mata pada siswa SDN Cempaka Baru 11 Jakarta sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema "Mata Sehat Anak Cerdas". Kegiatan dilaksanakan pada 4 Februari 2026 dengan metode pemeriksaan tajam penglihatan, refraksi, dan edukasi kesehatan mata. Sebanyak 195 responden yang terdiri dari siswa kelas 3–6 serta guru dan staf berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil skrining menunjukkan bahwa 88 orang (45,1%) memerlukan koreksi penglihatan dan diberikan kacamata secara gratis. Persentase tertinggi penerima kacamata adalah kelompok guru dan staf (85%), diikuti kelas 3 (54%), kelas 6 (48%), kelas 4 (46%), dan kelas 5 (40%). Temuan ini mengindikasikan prevalensi gangguan refraksi yang signifikan pada populasi usia sekolah dasar di kawasan perkotaan Jakarta, yang jika tidak ditangani dapat menghambat proses belajar dan menurunkan prestasi akademik. Faktor risiko yang teridentifikasi meliputi penggunaan perangkat digital berlebihan, kurangnya aktivitas luar ruang, dan dampak residual pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi COVID-19. Program skrining berkala, pemberian kacamata gratis, dan edukasi kesehatan mata berbasis sekolah direkomendasikan sebagai intervensi preventif yang efektif dan berkelanjutan.
Efektivitas Program Pengabdian Masyarakat dalam Deteksi Dini Gangguan Refraksi: Studi di SDN Cempaka Baru 12 Jakarta Sahel; Suci Haryanti; Atti Kartikawati; Fitri Yati; Shinta Amelia Astuti
TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Trimas: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) di bidang kesehatan mata memiliki potensi besar sebagai strategi deteksi dini gangguan refraksi pada anak usia sekolah. Gangguan refraksi yang tidak terkoreksi merupakan penyebab utama disabilitas penglihatan pada anak yang dapat dicegah, dan prevalensinya terus meningkat secara global, terutama di kawasan Asia-Pasifik. Studi ini mengevaluasi efektivitas program PKM bertema "Mata Sehat Anak Cerdas" yang dilaksanakan di SDN Cempaka Baru 12 Jakarta pada tanggal 4 Februari 2026, menggunakan pendekatan deskriptif-evaluatif. Sebanyak 407 responden mengikuti pemeriksaan, menjadikan ini salah satu program skrining komunitas terbesar yang pernah dilaksanakan oleh ARO Kartika Indera Persada. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 153 orang (37,6%) memerlukan koreksi penglihatan. Persentase penerima kacamata per kelompok adalah: guru dan staf 62,5%, kelas 3 sebesar 41,8%, kelas 4 sebesar 37,6%, kelas 6 sebesar 28,2%, dan kelas 5 sebesar 27,4%. Intervensi berupa pemberian kacamata gratis dan edukasi kesehatan mata diberikan kepada seluruh peserta yang memenuhi kriteria klinis. Tingginya prevalensi pada kelompok kelas 3 dan 4 (usia 9–11 tahun) konsisten dengan pola insidensi miopia pada rentang usia kritis tersebut. Program ini dinilai efektif berdasarkan empat dimensi: cakupan, deteksi, intervensi, dan respons komunitas; dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala dengan dukungan lintas sektor serta sistem pemantauan tindak lanjut yang terstruktur.