Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN PASAL 27 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN Ali Yusran Gea; Ismaidar Ismaidar
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 1 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i1.2023.%p

Abstract

Penelitian ini megkaji dua permasalahan, yakni: (1) Penerapan Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, dan (2) Pandangan Islam terhadap warga yang belum melengkapi tanda pengenal anak di Desa Manau Sembilan II Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur. Metode penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini diketahui bahwa : 1) Penerapan terkait administrasi kependudukan belum terealisasi dengan baik 2) Islam tidak melarang pencatatan kelahiran karena memiliki tujuan maslahat bagi anak. Sehingga bagi masyarakat yang belum melaporkan kelahiran dan belum mengurus Akta Kelahiran untuk bisa mengurusnya dengan tetap mengikuti ketentuan hukum Negara tersebut.
EVALUASI MANAJEMEN PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PAYA TAMPAK KECAMATAN PANGKALAN SUSU KABUPATEN LANGKAT Samrin Samrin; Ismaidar Ismaidar
Jurnal AKMAMI (Akuntansi Manajemen Ekonomi) Vol. 4 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : CERED Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze and evaluate stunting management in Paya Tampak Village. The visible problem is that the phenomenon of stunting is still a separate problem in the village, so it needs serious handling. Stunting is defined as growth failure in children under the age of 5 years caused by chronic malnutrition so that children have low height for their age. This research approach is descriptive qualitative by making direct observations in Paya Tampak village. The data analysis technique uses a grounded theory design, which is to analyze research problems using qualitative techniques. The results of this study indicate that stunting has a negative impact on children in later life, such as disrupting brain development, cognitive development, growth faltering, and low immune system. Evaluation of stunting management needs to be done to improve nutritional and cognitive status is needed to reduce the negative impact of stunting on children. The village government to the regional and central governments need to identify stunting management that allows for an increase in the nutritional and cognitive status of children so that stunting problems no longer occur
Analisis Tentang Tantangan Dan Hambatan Dalam Implementasi Bantuan Hukum di Indonesia Ismaidar Ismaidar; Mhd Ilham Nasution; Gian Randa Juangsah; M. Adnan; Muhammad Haykal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.720

Abstract

Bantuan hukum merupakan hak konstitusional yang dijamin oleh UUD 1945 dan menjadi instrumen penting dalam menjamin akses terhadap keadilan bagi masyarakat miskin dan rentan. Namun, dalam praktiknya, implementasi bantuan hukum di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang bersifat struktural, kultural, serta kelembagaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat efektivitas bantuan hukum serta upaya strategis yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya lembaga bantuan hukum, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, birokrasi yang rumit, budaya hukum yang belum mendukung, serta distribusi layanan yang tidak merata. Dengan pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan, bantuan hukum diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana pemberdayaan hukum yang inklusif dan adil.
Fair Internal Mediation: A Humanist Approach To Employment Dispute Resolution At PT. Nafasindo Ismaidar Ismaidar; RR Sasmaya Hati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6118

Abstract

This research aims to discuss in depth the mediation process in resolving industrial relations disputes at PT Nafasindo, as well as examine the legal policy of PT Nafasindo in resolving industrial relations disputes. The type of research used is normative juridical with a descriptive-analytical approach, discussing existing legal symptoms and problems and testing them based on laws and regulations and legal norms. The results of this study show that the internal mediation process includes several stages, namely: receiving complaint reports from the police and directly, the summons stage, the appointment of a mediator, mediation sessions, the preparation of agreements, and the follow-up of mediation results. Mediators in mediation take an effective humanist approach in resolving workers' disputes with the company, as they produce solutions based on the best fairness for the parties. PT Nafasindo's legal policy in industrial relations disputes (non-litigation) with employees is to prioritize a consensus deliberation approach, involve internal mediators in resolving problems, apply fair rules of non-discrimination, uphold work professionalism, involve workers in decision-making, and employee welfare programs.