Mohd Sohaimi Esa
Universiti Malaysia Sabah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Ummatic Elements in Malaysia-Turkey Economic Cooperation: A Study on Investment Aspects Mohamad Shaukhi Mohd Radzi; Mohd Sohaimi Esa; Zaini Othman
BASKARA : Journal of Business and Entrepreneurship Vol 5, No 2 (2023): BASKARA: Journal of Business and Entrepreneurship
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54268/baskara.5.2.123-135

Abstract

The investment aspect is one of the most important aspects in strengthening the economy of a country. As countries that practice an open economic policy, Malaysia and Turkey emphasize the investment aspect of whether Foreign direct investment (FDI) and Direct Investment Abroad (DIA). Malaysia and Turkey are also major players in the Organization of Islamic Cooperation (OIC) and the Economic Cooperation Organization of Eight Developing Countries (D-8). It turns out that these two Islamic organizations have succeeded in becoming catalysts in improving the economy of both countries. These two organizations also clearly make the ummatic agenda the main agenda of the establishment as well as fighting for the welfare of Muslims. This is proven that the amount of investment for these two countries is increasing over time. The diversity of investment sectors is also seen to be increasing based on the needs of Malaysia and Turkey. This study uses a qualitative method that leads to the study of the discipline of history by emphasizing the analysis of primary sources, secondary sources and interviews to produce an authoritative study.
History Learning Based on Local Wisdom Sanghyang Sikskandang Karesian  Yeni Wijayanti; Warto; Wasino Wasino; Djono; Mohd Sohaimi Esa
Paramita: Historical Studies Journal Vol. 35 No. 1 (2025): History of Education
Publisher : istory Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (Indonesian Historical Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v35i1.9033

Abstract

Abstract: This research aims to identify the local wisdom values ​​of Sanghyang Siksakandang Karesian relevant to history learning. To achieve the stated objective, the investigation included using qualitative methods with a single case study, and data were collected using observation, interviews, and document reviews. Furthermore, the obtained data was analyzed using an interactive model consisting of phases: data condensation, data presentation, and conclusion. The results showed that (1) the local wisdom values ​​of Sanghyang Siksakandang Karesian included dasakerta, Dasaperbakti, people's behavior (hulun), and complementary actions. Dasakerta is a guideline for human sensory behavior in daily life. Dasaperbakti describes the social hierarchy that requires legitimacy. While Panimbuh ning twah shows complementary rules in society, (2) History learning based on local wisdom values of Sanghyang Siksakandang Karesian is carried out through contextual learning by introducing and providing an understanding of Kagaluhan values to students to be applied in everyday life. This research can improve the understanding of local history and the character of students who are more rooted and culturally responsive, and strengthen the character of students. However, limited curriculum, learning resources, and teacher understanding are challenges. This study contributes to the literature gap by offering a local wisdom-based history learning model. The implication of this study emphasizes the importance of policy support to accommodate local history in the high school education curriculum for character building. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nila kearifan lokal Sanghyang Siksakandang Karesian dan nilai-nilai yang relevan untuk pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus tunggal. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif yang melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai-nilai kearifan lokal Sanghyang Siksakandang Karesian meliputi dasakerta; Dasaperbakti; perilaku rakyat (hulun); dan pelengkap perbuatan (Panimbuh ning twah). Dasakerta merupakan pedoman perilaku indra manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dasaperbakti menggambarkan hirarki sosial dalam masyarakat yang membutuhkan legitimasi. Sedangkan Panimbuh ning twah  menunjukkan aturan pelengkap dalam masyarakat (2) Pembelajaran Sejarah yang berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sanghyang Siksakandang Karesian dilakukan melalui pembelajaran kontekstual dengan mengenalkan dan memberikan pemahaman nilai-nilai Kagaluhan pada peserta didik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman sejarah lokal dan karakter peserta didik yang lebih mengakar dan tanggap budaya, serta memperkuat karakter peserta didik. Namun, keterbatasan kurikulum, sumber belajar, dan pemahaman guru menjadi tantangan. Studi ini memberikan kontribusi terhadap kesenjangan literatur dengan menawarkan model pembelajaran sejarah berbasis kearifan local. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan kebijakan untuk mengakomodasi sejarah lokal dalam kurikulum Pendidikan sekolah menengah atas untuk pembentukan karakter.
Correspondence Between the Johor Palace and Arab Merchants: A Historical Documentation Study in the 19th Century Mohd Sohaimi Esa; Abang Mohd Razif Abang Muis; Wasino; Jalani Hamdan; Mohamad Shaukhi Mohd Radzi
Paramita: Historical Studies Journal Vol. 35 No. 2 (2025): Military History
Publisher : istory Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (Indonesian Historical Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v35i2.26097

Abstract

Abstract: Before the arrival of British colonial influence, Johor had developed close economic relations with Arab merchants who were active in sectors such as mining and agriculture. This article examines a series of royal correspondences (warkah) exchanged between the Johor royal court and Arab merchants, which serve as primary evidence of institutional trust and support in economic collaboration. Using the historical documentation method, the study explores both the textual content and the broader historical significance of these letters in the context of Johor’s economic expansion during the 19th century. Primary sources from archival records are analysed alongside secondary literature comprising scholarly works and previous studies. The findings highlight Johor’s open-door economic policy and the diplomatic role of the royal institution in fostering foreign investment, particularly from Arab entrepreneurs. By foregrounding royal correspondence as economic evidence, this study demonstrates how documentary heritage can revise prevailing colonial-era narratives that privilege a single entrepreneurial community, thus advancing Southeast Asian historiography on plural economic agency. It also underscores the policy relevance of archival preservation and digitisation, showing how improved access to warkah enables cross-disciplinary analysis of state-merchant relations and supports sustainable heritage governance.   Abstrak: Sebelum datangnya pengaruh kolonial Inggris, Johor telah mengembangkan hubungan ekonomi yang erat dengan para pedagang Arab yang aktif di sektor-sektor seperti pertambangan dan pertanian. Artikel ini menelaah serangkaian korespondensi kerajaan (warkah) yang dipertukarkan antara istana kerajaan Johor dan pedagang Arab, yang menjadi bukti utama adanya kepercayaan institusional dan dukungan dalam kerja sama ekonomi. Dengan menggunakan metode dokumentasi sejarah, penelitian ini mengeksplorasi baik isi teks maupun signifikansi historis yang lebih luas dari surat-surat tersebut dalam konteks ekspansi ekonomi Johor pada abad ke-19. Sumber primer dari catatan arsip dianalisis bersama dengan literatur sekunder yang mencakup karya ilmiah dan penelitian sebelumnya. Temuan menunjukkan kebijakan ekonomi pintu terbuka Johor serta peran diplomatik lembaga kerajaan dalam mendorong investasi asing, khususnya dari pengusaha Arab. Dengan menempatkan korespondensi kerajaan sebagai bukti ekonomi, penelitian ini menunjukkan bagaimana warisan dokumenter dapat merevisi narasi era kolonial yang cenderung memusatkan perhatian pada satu komunitas wirausahawan saja, sehingga memperkaya historiografi Asia Tenggara tentang agensi ekonomi yang bersifat plural. Selain itu, penelitian ini juga menekankan relevansi kebijakan dalam pelestarian dan digitalisasi arsip, dengan menunjukkan bagaimana peningkatan akses terhadap warkah memungkinkan analisis lintas disiplin tentang hubungan negara-pedagang serta mendukung tata kelola warisan yang berkelanjutan.