Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

History Learning Based on Local Wisdom Sanghyang Sikskandang Karesian  Yeni Wijayanti; Warto; Wasino Wasino; Djono; Mohd Sohaimi Esa
Paramita: Historical Studies Journal Vol. 35 No. 1 (2025): History of Education
Publisher : istory Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (Indonesian Historical Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v35i1.9033

Abstract

Abstract: This research aims to identify the local wisdom values ​​of Sanghyang Siksakandang Karesian relevant to history learning. To achieve the stated objective, the investigation included using qualitative methods with a single case study, and data were collected using observation, interviews, and document reviews. Furthermore, the obtained data was analyzed using an interactive model consisting of phases: data condensation, data presentation, and conclusion. The results showed that (1) the local wisdom values ​​of Sanghyang Siksakandang Karesian included dasakerta, Dasaperbakti, people's behavior (hulun), and complementary actions. Dasakerta is a guideline for human sensory behavior in daily life. Dasaperbakti describes the social hierarchy that requires legitimacy. While Panimbuh ning twah shows complementary rules in society, (2) History learning based on local wisdom values of Sanghyang Siksakandang Karesian is carried out through contextual learning by introducing and providing an understanding of Kagaluhan values to students to be applied in everyday life. This research can improve the understanding of local history and the character of students who are more rooted and culturally responsive, and strengthen the character of students. However, limited curriculum, learning resources, and teacher understanding are challenges. This study contributes to the literature gap by offering a local wisdom-based history learning model. The implication of this study emphasizes the importance of policy support to accommodate local history in the high school education curriculum for character building. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nila kearifan lokal Sanghyang Siksakandang Karesian dan nilai-nilai yang relevan untuk pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus tunggal. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif yang melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai-nilai kearifan lokal Sanghyang Siksakandang Karesian meliputi dasakerta; Dasaperbakti; perilaku rakyat (hulun); dan pelengkap perbuatan (Panimbuh ning twah). Dasakerta merupakan pedoman perilaku indra manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dasaperbakti menggambarkan hirarki sosial dalam masyarakat yang membutuhkan legitimasi. Sedangkan Panimbuh ning twah  menunjukkan aturan pelengkap dalam masyarakat (2) Pembelajaran Sejarah yang berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sanghyang Siksakandang Karesian dilakukan melalui pembelajaran kontekstual dengan mengenalkan dan memberikan pemahaman nilai-nilai Kagaluhan pada peserta didik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman sejarah lokal dan karakter peserta didik yang lebih mengakar dan tanggap budaya, serta memperkuat karakter peserta didik. Namun, keterbatasan kurikulum, sumber belajar, dan pemahaman guru menjadi tantangan. Studi ini memberikan kontribusi terhadap kesenjangan literatur dengan menawarkan model pembelajaran sejarah berbasis kearifan local. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan kebijakan untuk mengakomodasi sejarah lokal dalam kurikulum Pendidikan sekolah menengah atas untuk pembentukan karakter.
Pengembangan Buku Digital Sejarah Berbasis Kearifan Lokal pada Prasasti Kawali Melalui Discovery Learning untuk Meningkatkan Kesadaran Sejarah Lokal Siswa Ratih Rahayu; Warto; Akhmad Arif Musadad
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku sejarah digital berbasis kearifan lokal pada Prasasti Kawali melalui metode Discovery Learning untuk meningkatkan kesadaran sejarah siswa MAN di Kabupaten Ciamis. Pendidikan sejarah di Indonesia, khususnya di daerah, seringkali kurang menarik dan relevan bagi siswa, yang berdampak pada rendahnya minat dan kesadaran sejarah mereka. Pengembangan buku digital ini diharapkan dapat mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal, menjadikan pembelajaran lebih interaktif dan kontekstual. Metode Discovery Learning mendorong siswa untuk aktif mengeksplorasi informasi, yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran sejarah saat ini, seperti kurangnya materi yang relevan dan terbatasnya penggunaan teknologi. Dengan mengembangkan buku digital yang menarik dan interaktif, penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap inovasi dalam pendidikan sejarah dan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi siswa terhadap warisan budaya lokal.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Ritual Mangokal Holi Untuk Meningkatkan Kesadaran Sejarah pada Siswa Sekolah Menengah Atas Roger Frans Sinaga; Warto; Hieronymus Purwanta
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar berbasis teknologi dengan mengintegrasikan kearifan lokal ritual mangokal holi dalam pembelajaran sejarah kelas X dan terintegrasi dengan kurikulum merdeka fase E kelas X. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE (analysis, design, development, implementation, dan evaluation). Penelitian dilakukan dengan studi pendahuluan yang berfokus pada proses pembelajaran sejarah dan kesenjangan yang terjadi dalam pembelajaran sejarah di SMA N 1 Bandar Pasir Mandoge. Hasil studi pendahuluan yaitu siswa sangat membutuhkan bahan ajar yang terintegrasi dengan teknologi dengan persentase kebutuhan sebesar 89,2%. Analisis kebutuhan digunakan untuk melihat ketertarikan siswa pada bahan ajar yang dikembangkan. Perencanaan dan rancangan pembelajaran sejarah pada bahan ajar yang dikembangkan membutuhkan validasi ahli dan uji coba pengguna untuk melihat kelayakan bahan ajar ritual mangokal holi. Hasil validasi ahli media sebesar 96%, dan validasi ahli materi sebesar 98% dengan kategori sangat layak untuk digunakan. Hasil uji coba pengguna skala terbatas memperoleh skor rata-rata sebesar 4,4 dengan kategori baik, dan skala luas memperoleh skor rata-rata 4,6 dengan kategori sangat baik. Instrumen angket yang digunakan untuk melihat kesadaran sejarah siswa dianalisis melalui indikator kesadaran sejarah dengan hasil reliabilitas butir instrumen sebesar 0,800 > 0,7 menggunakan cronbach alpha. Selanjutnya dilakukan pre test, implementasi, dan post test dan dilanjutkan dengan uji efektivitas bahan ajar ritual mangokal holi dengan uji t independent sample t test memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,00 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kelayakan dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran sejarah.