Intansakti Pius X
Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Manfaat Media Internet Sebagai Sarana Katekese Edelfrida Taek; Intansakti Pius X
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN AGAMA Vol. 4 No. 2 (2023): November : SEMNASPA
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPKat) Santo Fransiskus Assisi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/semnaspa.v4i2.1276

Abstract

The development of internet-based social media is very influential in today's life and has really attracted the world so that today many people use internet media as a means of communication. Social communication will be more successful and focused if Catechesis is used as a communication of faith. Therefore, it is necessary to follow the development of Internet media as the media of choice for preaching faith in Jesus Christ. Proclaiming good news in today's modern world must utilize the sophistication of internet media as a means of communicating faith that is not hindered by distance and time. With the existence of internet media such as Facebook, YouTube, WhatsApp, Instagram and TikTok, this is very helpful in preaching faith so that everyone's faith will develop and grow in their daily lives. The purpose of writing this article is to explain how everyone can proclaim the good news about Jesus Christ through internet media. The research was carried out by reviewing the literature regarding forms of online catechesis, namely Online Faith Development (webinar), Online Recollection, and Deepening of the Faith/Holy Scriptures through short videos. And it is hoped that with catechesis via internet media, they can maintain and develop their faith in the Digital Era so that they can have relationships and encounters with others on the internet network.
Pentingnya Pembinaan Iman Bagi Calon Keluarga Muda Katolik Philipus Willy Adi Nugroho; Intansakti Pius X
Jurnal Magistra Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Magistra
Publisher : STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62200/magistra.v1i4.48

Abstract

Originating from the word "Katekese," this term is derived from the Greek language, namely "Katecho." When translated into Indonesian, it consists of "Kat," meaning downward/square/wide, and "Echo," which signifies proclaiming/teaching. Consequently, "katekese" in Indonesian means religious teaching or education, particularly for baptismal candidates, explaining catechism lessons to children, and the general public. In this context, katekese will be discussed in more detail, specifically focusing on "Family Catechesis," which forms the foundation of human faith.
Toleransi dalam bingkai moderasi beragama: Sebuah studi kasus pada kampung moderasi di Malang Selatan Teresia Noiman Derung; Hironimus Resi; Intansakti Pius X
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.723

Abstract

The established tolerance in the religiously moderate village of Sidodadi and Gajahrejo in South Malang is a result of the previous conflicts between different community groups regarding the interpretation of sacrificial animal blood and the challenges faced by minority groups of the Protestant faith in constructing places of worship. This article aims to describe the efforts made by the religiously moderate community in preserving and promoting religious tolerance within society. The descriptive qualitative method was employed, utilizing interview, observation, and documentation techniques. The study's findings indicate that tolerance in the religiously moderate village has been established and sustained due to the community's acceptance of religious pluralism, the cultivation of tolerance through formal and informal education, and the preservation of the Bari'an tradition to foster interfaith tolerance. In conclusion, tolerance has become an integral part of the community in the religiously moderate village, as the community works collectively to ensure that tolerance is effectively implemented, thus embodying the values of Pancasila and creating a harmonious and balanced society. AbstrakToleransi yang terjalin sangat baik di kampung moderasi beragama Desa Sidodadi dan Gajahrejo Malang Selatan memiliki latar belakang percekcokan antarkelompok masyarakat terkait perbedaan pemaknaan darah hewan qurban dan kesulitan membangun rumah ibadat bagi kelompok minoritas yang beragama Protestan. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh masyarakat kampung mode-rasi beragama dalam menjaga dan melestarikan toleransi beragama dalam masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Kajian memperlihatkan bahwa toleransi di kampung moderasi beragama dapat terbangun dan tetap lestari sampai saat ini, karena masyarakat menerima pluralisme agama, menanamkan toleransi dalam pendidikan formal dan informal, dan melestarikan tradisi Bari’an sebagai wadah untuk menjalin toleransi antaragama. Dari Kamian dapat disimpulkan bahwa toleransi telah menjadi bagian integral dalam masyarakat di kampung moderasi beragama, karena masyarakat bahu membahu mengusahakan berbagai cara agar toleransi dapat diimplementasikan dengan baik, untuk  mengejawantahkan nilai Pancasila sehingga tercipta masyarakat yang hidup dalam harmoni dan berimbang.
Partisipasi Orang Muda Katolik dalam Tugas Liturgi di Stasi Pimping Siprianus Labo; Chechilia A Banjarnahor; Intansakti Pius X
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.554 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i1.1219

Abstract

Partisipasi adalah keikutsertaan atau ambil bagian dalam pembinaan hingga pelaksanaan tugas liturgi. Sebagai orang muda Katolik maka sudah selayaknya untuk ikut ambil bagian dalam kehidupan menggereja terutama pada tugas liturgi Gereja. Partisipasi orang muda katolik sangat dibutuhkan untuk kemajuan dan masa depan Gereja. Orang Muda Katolik mempunyai potensi yang cukup besar dalam hal tugas liturgi. Sebagai tulang punggung Gereja, maka Gereja sangat mengharapkan partisipasi yang baik untuk menghidupkan kegiatan tugas liturgi, seperti; lektor, pemazmur, koor, misdinar dan kolektan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan sejauh mana partisipasi Orang Muda Katolik dalam tugas liturgi di Stasi Yohanes Pimping. Diperoleh melalui angket tertutup dan terbuka terhadap 32 Orang Muda Katolik di Stasi Santo Yohanes Pimping. Data yang diperoleh berdasarkan angket tersebut diolah menggunakan rumus skala likert dan scoring. Rata-rata dari kelima tugas liturgi diperoleh 2.16%. Disimpulkan bahwa partisipasi Orang Muda Katolik dalam tugas liturgi di Stasi Santo Yohanes Pimping dikategorikan kurang baik.
Pemahaman Mahasiswa STP-IPI Malang Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik tentang Sakramen Tobat Marlin Bitu Meja; Intansakti Pius X
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 3 (2022): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.123 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i3.1267

Abstract

Sakramen merupakan tanda lahiriah Allah yang di tetapkan Yesus Kristus dalam Gereja karena Rahmat Roh Kudus. Dengan rahmat Roh Kudus, dan sakramen tobat manusia kembali di satukan dengan Allah dan sesamanya, serta alam ciptaan lainnya. Sakramen Tobat diadakan oleh Gereja untuk membantu umat untuk membersihkan dosanya, kembali berdamai dengan Allah, juga membuat manusia kembali menjadi anak-anak Allah. Melalui bantuan sakramen tobat itu, setiap umat diharapkan untuk sadar akan kesalahan dan mau mengakui dosanya lewat perantara seorang imam. Namun karena kurangnya pemahaman mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang, Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik tentang sakramen tobat, membuat mereka enggan untuk mengaku dosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang, Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik tentang sakramen tobat. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif tentang sakramen tobat. Teknik pengumpulan data yaitu melalui pengumpulan data dengan studi pustaka. Adapun upaya yang dilakukan adalah berusaha memberikan pengertian dan pemahaman tentang sakramen tobat bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang, Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik.
Pengaruh Bina Iman Anak Katolik Terhadap Perkembangan Iman Anak di Stasi Santa Theresia Juhar Baru Rismaida Hotmaria Sipayung; Intansakti Pius X
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.159 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i8.1280

Abstract

Bina Iman Anak Katolik adalah salah satu pendampingan bina iman bagi anak-anak usia dini yang mendekatkan anak kepada Sabda Allah sendiri, melalui Bina Iman Anak Katolik jati diri anak akan bertumbuh sesuai dengan Sabda Allah. Tujuan kegiatan Bina Iman Anak Katolik adalah sebagai salah satu bentuk usaha Gereja untuk membantu keluarga dalam mengembangkan iman anak. Melalui penelitian kali ini akan mendalami beberapa Aspek yang sangat berpengaruh untuk proses pendalaman iman anak usia dini yang dilaksanakan Gereja, guna mendidik dan mengembangkan iman anak agar bertumbuh sesuai dengan Sabda Allah itu Sendiri. Dalam Pembahasan akan dijelaskan apa saja pengaruh dari Bina Iman Anak Katolik terhadap iman anak usia dini dan bagaimana pelaksanaannya sehingga dapat membantu perkembangan iman anak usia dini yang selalu rutin dilaksanakan. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah menggunakan metode kualitatif dalam bentuk eksplorasi kepustakaan, kemudian menghubungkannya dengan studi kasus kegiatan Bina Iman Anak Katolik di Stasi St. Teresia Juhar Baru.
Peningkatan Kompetensi Guru Agama Katolik dalam Dunia Pendidikan Teresia Ose; Intansakti Pius X
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 9 (2022): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.343 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i9.1281

Abstract

Guru adalah orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik. Kompetensi guru adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran dan pendidikan di sekolah, namun kompetensi tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, dan lamanya mengajar. Artinya dengan latar belakang pendidikan keguruan seorang yang berpredikat sebagai guru tahu dan paham dengan baik profesi keguruan yang diembannya. Ia akan bertumbuh dan berkembang dalam profesi keguruan jika secara berkala dan terprogram terus mengasah diri melalui pendidikan dan pelatihan profesi sehingga seorang guru tidak akan pernah merasa puas diri atau merasa cukup tetapi sebaliknya ia akan terus belajar dan belajar terus melalui setiap peristiwa pembelajaran. Jenis Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif tentang Peningkatan Kompetensi Guru Agama Katolik Dalam Dunia Pendidikan. Teknik pengumpulan data yaitu melalui pengumpulan data dengan studi pustaka. Adapun upaya yang dilakukan ialah menggali dari berbagai sumber.
Peran Gereja dalam Mengatasi Kesenjangan Sosial Martinus Hary Purwanto; Intansakti Pius X
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 9 (2022): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.266 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i9.1282

Abstract

Masalah kesenjangan adalah masalah keadilan, yang berkaitan dengan masalah sosial . Masalah kesenjangan berkaitan erat dengan masalah kemiskinan. Kadar kemiskinan tidak sekedar masalah kekurangan makanan, tetapi bagi warga tertentu bahkan sudah mencapai level kehabisan dan ketiadaan makanan. Potret kemiskinan menjadi sangat kontras karena sebagian warga masyarakat hidup dalam kelimpahan, sebagian lagi hidup serba kekurangan. Tingkat kesenjangan luar biasa dan relatif cukup membahayakan. Substansi dari kesenjangan adalah tidak merataannya akses terhadap sumber daya ekonomi. Peran gereja di tengah kemiskinan menjadi penting untuk dibahas karena masalah kemiskinan bukan hanya menjadi masalah lokal, namun menjadi masalah gereja secara luas. Sumbangsih gereja pada masalah kesenjangan sosial tidaklah hanya memberikan bantuan secara material kepada mereka yang menerimanya, tetapi gereja harus berupaya memberdayakan mereka yang miskin serta memberikan dukungan spiritual kepada mereka lewat ibadah dan doa bersama. Cara memberdayakan mereka yang miskin ini adalah dengan membuka kursus-kursus atau pelatihan kepada mereka tentunya sesuai dengan kebutuhan mereka.
Partisipasi Anak dan Orang Tua dalam Bina Iman di Masa Pandemi di Paroki Ratu Rosari Kesatrian Malang Romana Essy Setyoasih; Intansakti Pius X
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.638 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i10.1283

Abstract

Bina Iman Anak Katolik (BIAK) adalah salah satu istilah yang dipakai dalam katekese anak. Bina iman anak merupakan salah satu usaha Gereja untuk membangun dan membentuk iman anak sedini mungkin. Peristiwa pandemi Covid-19 yang terjadi dihampir seluruh dunia ini, menunjukkan semakin pentingnya peran keluarga dalam mengasuh, merawat dan juga mendidik anak. Dalam hal ini peran orang tua adalah membimbing dan memberikan motivasi kepada anak, agar anak tetap bersemangat dalam melakukan kegiatan di rumah. Semenjak pandemi banyak umat yang merasa was-was sehingga masih enggan atau takut untuk mengikuti kegiatan di gereja. Oleh karena hal tersebut melalui artikel ini akan dibahas bagaimana partisipasi umat khususnya orang tua dan anak ketika diadakannya kembali bina iman anak katolik di paroki Ratu Rosari Kesatrian Malang. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan pengamatan untuk mendapatkan informasi dari ke 5 narasumber.
Pentingnya Pendidikan Iman Anak dalam Keluarga di Era Digital Vincentia Ferra Vita; Intansakti Pius X
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 11 (2022): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.647 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i11.1285

Abstract

Orang tua sebagai pendidik iman anak di era digital memilki peran mengajarkan pemahaman iman, mengusahakan pembiasaan hidup beriman, menjadi teladan iman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis ditemukan bahwa orang tua kesulitan dalam melaksanakan perannya dikarenakan kesulitan dalam membagi waktu untuk bekerja dan mendidik iman anak di era digital. Menyadari adanya hal tersebut, maka perlu diusahakan untuk meningkatkan pelaksanaan perannya sebagai pendidik iman anak di era digital. Berkaitan dengan hal ini, penulis berpendapat bahwa meningkatkan pelaksanaan peran orang tua sebagai pendidik iman anak di era digital, dapat dilakukan dengan kegiatan katekese keluarga dengan model Shared Christian Praxis (SCP). Khsusnya melalui katekese keluarga model SCP supaya dapat melatih nurani setiap pribadi dalam membedakan mana yang mendukung dan yang merugikan kepribadian dan iman, membantu menyadarkan dalam menggunakan secara positif media-media digital dan mengembangkan hal-hal positif yang mereka dapatkan di situ. Orang tua mendapatkan kesulitan-kesulitan dalam mendidik iman anak mereka. Orang tua seringkali mengalami kesulitan dalam membagi waktu untuk bekerja dan pendidikan iman anak, sehingga pendidikan iman anak menjadi terabaikan.