Gusti Ayu Rai Saputri
Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL KULIT PETAI (Parkia speciosa Hassk.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Nabila Noviyani; Gusti Ayu Rai Saputri; Nofita Nofita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i3.9023

Abstract

Hiperurisemia atau asam urat merupakan produk akhir (eksresi) dalam tubuh dari metabolisme purin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperurisemia dari ekstrak etanol kulit petai menggunakan maserasi. Metode maserasi lebih efektif karena tidak menggunakan pemanasan sehingga senyawa yang bersifat termolabil yang akan diambil tidak terurai atau rusak. Kulit petai memiliki senyawa flavonoid yang dapat mengatasi antihiperurisemia. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah mencit putih jantan. Ditinjau dari penurunan kadar darah asam urat mencit dengan induksi Kalium oksanat dosis 250 mg/kgBB dilakukan pada 30 mencit yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok normal (Tidak ada perlakuan) kontrol negatif (Na CMC 0,5%) kontrol positif (Allopurinol 10 mg/kgBB) Perlakuan I (Ekstrak 75 mg/kgBB) Perlakuan II (Ekstrak 150 mg/kgBB) Perlakuan III (Ekstrak 300 mg/kgBB). Parameter yang dilihat adalah kadar asam urat yang diukur dengan menggunakan metode POCT (Point of Care Test) serta dianalisis menggunakan Repeated Measure Anova dan uji lanjut LSD (least Significance Different). Hasil penelitian menunjukan kelompok perlakuan dosis 150-300 mg/kgBB dapat menurunkan asam urat pada mencit dan dosis yang paling baik dalam menurunkan kadar asam urat mencit adalah dosis 150 mg/kgBB dengan persen penurunan 39%.
Uji Aktivitas Nefroprotektif Ekstrak Akuosa Sarang Burung Walet Putih (Collocalia fuciphaga) Pada Tikus Wistar Yang Diinduksi Gentamisin Liina Shona'atul Hasanah; Gusti Ayu Rai Saputri; Martianus Perangin Angin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22608

Abstract

Nefrotoksisitas akibat gentamisin tetap menjadi perhatian klinis karena peningkatan kadar urea dan kreatinin serum. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas nefroprotektif ekstrak air sarang burung walet putih (Collocalia fuciphaga) pada tikus Wistar yang diinduksi gentamisin. Studi eksperimental dilakukan menggunakan enam kelompok: kontrol normal, kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (NaHCO₃), dan tiga kelompok perlakuan yang menerima dosis ekstrak 20, 30, dan 40 mg/kgBW. Kadar urea dan kreatinin serum diukur dan dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney. Hasil menunjukkan bahwa gentamisin secara signifikan meningkatkan kadar urea dan kreatinin dibandingkan dengan kontrol normal. Namun, pemberian ekstrak tidak secara signifikan mengurangi parameter ini (p0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air sarang burung walet pada dosis 20–40 mg/kgBW tidak menunjukkan aktivitas nefroprotektif terhadap nefrotoksisitas yang diinduksi gentamisin pada tikus Wistar.